Goh/Tan ingin hapus kenangan buruk di Malaysia Open

Tan Wee Kiong , Goh V Shem

Pasangan ganda putra Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, bertekad menghapus kenangan buruk dalam ajang Malaysia Open. Mereka ingin menjadi juara pada edisi 2018 yang bergulir di Axiata Arena, Kuala Lumpur, 26 Juni-1 Juli.

Goh/Tan, yang berstatus ganda putra terbaik Malaysia, sudah tiga kali menenelan kekalahan saban tampil di depan publik sendiri. Peraih medali perak Olimpiade 2016 tersebut kalah dari wakil China, Chai Biao/Hong Wei, pada babak pertama Malaysia Open 2015.

Setahun berselang, Goh/Tan kembali menelan pil pahit. Kali ini mereka disingkirkan pasangan Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seon, pada babak kedua.

Sementara itu pada tahun lalu di Kuching, lagi-lagi langkah mereka langsung terhenti pada babak pertama. Tragisnya, Goh/Tan dikalahkan pasangan Hong Kong yang lolos dari kualifikasi, Or Chin Chung-Tang/Tang Chun Man.

Tampaknya pasangan ini belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik. Goh/Tan mengalami kekalahan ketika melawan Denmark dan Indonesia pada putaran final Piala Thomas di Thailand pada dua pekan lalu.

Meskipun demikian, Tan berusaha menepis kritik dan keraguan. Dia berjanji untuk meraih hasil maksimal dalam Malaysia Open 2018 meskipun lawan berat sudah menanti jika lolos ke babak kedua karena akan bertemu pasangan nomor tiga dunia asal China, Liu Cheng/Zhang Nan.

“Akan menjadi pertarungan bagi siapa pun pada Malaysia Open. Tidak bisa diketahui secara pasti siapa yang akan jadi pemenang,” ujar Tan seperti dikutip dari The Star.

“Kami adalah salah satu pesaing dalam perebutan gelar. Semua orang yang mengikuti turnamen ingin menjadi juara, bukan untuk kalah. Rekor kami sebelumnya memang tidak bagus tetapi meratapi masa lalu tidak akan membantu.”

“Kami akan memberikan yang terbaik di hadapan penonton tuan rumah dan berharap penampilan terbaik kami akan cukup membawa kami menuju kemenangan. Kami ingin memenangi gelar yang diinginkan para penggemar.”

Goh/Tan akan mengawali perjalanan mereka dalam turnamen tersebut melawan pasangan peringkat ke-25 dunia, Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash (Thailand). Mereka berpotensi menghadapi pasangan nomor 1 dunia yang merupakan juara bertahan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamjuljo (Indonesia) atau pasangan Denmark nomor lima dunia, Mads Conrad-Petersen-Mads Pieler Kolding, pada babak semifinal.

“Kami akan menemui lawan sulit pada babak pertama. Kami ingin memenangkan turnamen tahun ini. Sudah terlalu lama kami tidak meraih gelar dan kami tidak ingin paceklik gelar ini berlanjut,” ujar Tan, yang bersama Goh terakhir kali mencicipi gelar BWF Superseries Finals pada Desember 2016 di Dubai.

Comments