Berbenturan, kiper Persela Lamongan meninggal dunia

Kabar duka kembali datang dari sepakbola nasional, dengan meninggalnya kiper sekaligus legenda Persela Lamongan, Choirul Huda.

Sepakbola nasional kembali dirundung duka seiring meninggalnya kiper sekaligus legenda Persela Lamongan, Choirul Huda. Tragedi tersebut diawali insiden benturan dalam duel Persela kontra Semen Padang, pada pekan ke-29 Liga 1 Indonesia, Minggu (15/10) sore WIB.

Pada masa injury time babak pertama kepala Huda berbenturan dengan kaki rekan setimnya, Ramon Rodrigues, tatkala keduanya berusaha mengamankan bola liar di kotak penalti Persela. Kontan, kedua pemain langsung terkapar.

Dalam keadaan sadar Huda tampak begitu kesakitan sembari memegangi bagian mulutnya, sebelum akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Sang kiper langsung dibawa tim medis ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Soegiri, tapi nyawanya tak tertolong. Seperti dilaporkan Goal, Huda berpulang tepat pukul 17:15 WIB.

Dokter Andri Nugoroho, selaku Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri kemudian mengungkap penyebab meninggalnya Huda.  Disebutkan bahwa sang pemain kemungkinan meninggal akibat trauma pada dada, kepala, dan leher karena benturan yang terjadi.

“Sesuai analisis awal benturan ada di dada dan rahang bawah. Ada kemungkinan trauma dada, trauma kepala dan trauma leher. Di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak,” terang Andri, seperti diutip VIVA.

“Di batang otak itu terdapat pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan napas. Mungkin itulah yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti nafas.

“Situasi itu membuat kita melakukan pompa otak dan jantung. Sempat ada respons dari Choirul Huda dengan adanya gambaran kulit memerah, tetapi kondisinya tetap semakin menurun. Pompa jantung dan otak itu dilakukan selama satu jam,tapi tidak ada respons,” pungkasnya.

Huda merupakan salah satu legenda terbesar Persela. Dia satu dari sedikit pemain di Tanah Air yang punya julukan One Man Club, karena hanya pernah membela Persela sejak 1999 hingga 2017.

Comments