Starting XI transfer nyaris Arsene Wenger

Skuat Arsenal bakal terlihat “wah” andai saja Arsene Wenger tak sekadar nyaris membeli sederet pemain ini.

Mari lupakan tim Invincibles musim 2003/04, karena jika Wenger berhasil, tim impiannya bakal terdiri dari deretan pemain besar saat ini.

Jika benar terwujud, pastilah suporter tim rival takkan lagi memelesetkan julukan Le Professeur’s  menjadi “Lip Service” setiap kali Arsenal membuat rekor transfer. Namun faktanya, tanyalah para suporter Arsenal dan mereka akan memberi tahu Anda bahwa kalimat seperti; “Saya hampir mendatangkan mereka” atau pernyataan tersohor Wenger lainnya kala menganggap adanya “trofi tempat keempat”.

Tapi tetap saja terasa jenaka ketika manajer terlama EPL saat ini kerap melempar klaimnya soal bintang tim rival yang nyaris diboyongnya – seperti saat dia mengaku sudah memantau bintang terkini Spurs, Dele Alli, sejak masih di MK Dons hingga “beberapa kali “.

Jadi superstar sepakbola mana yang seharusnya bisa mengukir nama di Hall of Fame Gunners? Mari kita cari tahu …

Starting XI pemain yang nyaris dibeli Arsene Wenger

Kiper: Gianluigi Buffon

Memang sulit membayangkan Buffon mengenakan jersey tim selain Juventus. Namun ada satu waktu di mana kiper terbaik dunia itu sempat mengungkap kemungkinannya bergabung ke Arsenal.

Untungnya Juve berhasil meyakinkan Buffon untuk terus bertahan, dalam situasi terburuk klub lepas tragedi Calciopoli. Sementara Wenger terpaksa harus menyerahkan tongkat warisan Jens Lehmann pada kiper pembawa bencana, Manuel Almunia.

Bek: Gerard Pique

Oh, bagaimana situasi benar-benar bisa berbeda jika Wenger sanggup memenangkan persaingan dengan Sir Alex Ferguson untuk memboyong Pique, usai lulus dari La Masia.

Pada akhirnya Sang Profesor menolak ngotot dan lebih memilih bek asal Swiss, Philippe Senderos. Kita tahu bagaimana hasil akhirnya.

Bek: Vincent Kompany

Kapten Manchester City saat ini, Kompany, sudah pasti berkostum merah ala Tim Meriam London andai Wenger bersedia menggelontorkan £5 juta saja yang dituntut Anderlecht dahulu.

Faktanya, Wenger lagi-lagi membuat pilihan aneh dengan memboyong bek asal Swiss lainnya, Johan Djourou, sebagai suksesor bek legendaris, Sol Campbell.

Bek: Roberto Carlos

Ketika kontraknya di Real Madrid nyaris kadaluwarsa, Carlos sempat memiliki peluang besar untuk berkarier di Emirates Stadium.

Namun peluang itu tertutup sepenuhnya karena pergerakan lamban Wenger, yang kalah cepat dari Fenerbahce. Namun setidaknya dia tetap mendapat “Roberto Carlo baru” abal-abal, dalam diri Andre Santos.

Gelandang Sayap Kanan: Cristiano Ronaldo

Dalam sejarah panjang persaingan Wenger dengan Ferguson, tak ada kekecewaan yang lebih besar selain kegagalannya bersaing memboyong Ronaldo. “Kekecewaan terbesar saya adalah pernah begitu dekat untuk membeli Cristiano Ronaldo. Namun tidak hanya gagal mendapatkanya, segalanya semakin buruk karena dia bergabung dengan Manchester United. Kekecewaan itu masih terasa hingga sekarang.”

Ironisnya, kala itu Wenger hanya mau mengeluarkan dana sebesar £4 juta untuk mengakuisisi CR7 dari Sporting Lisbon. Parahnya Sang Profesor juga menambahkan sesuatu yang tak penting, yakni jersey Arsenal miliknya.

Pada akhirnya setelah Sporting berhadapan dengan United dalam duel pramusim, Anda tentu tahu apa yang kemudian terjadi.

Gelandang Tengah: Paul Pogba

Salah satu keputusan yang dijamin bakal menghantui Wenger hingga akhir karier kepelatihannya. Dia seharusnya bisa dengan mudah memaksimalkan blunder terbesar Ferguson melepas Pogba secara cuma-cuma pada musim panas 2012.

Namun lagi-lagi, Wenger bergerak lamban dengan penuh keragu-raguan. Sementara Juventus bertindak sebaliknya hingga akhirnya mendapat dampak sensasional dari Pogba.

Kabar baiknya, Wenger berhasil menggantinya dengan Santi Cazorla. Gelandang superkreatif dari Spanyol, yang kini banyak orang tak tahu kapan penampilan terakhirnya untuk Arsenal.

Gelandang Tengah: Xabi Alonso

Tatkala Alonso menyudahi petualangannya dengan Liverpool, dia sempat tiba di London untuk merampungkan transfer £15 juta-nya ke Arsenal.

Tapi Wenger bertindak keterlaluan, karena masih menawar harga tersebut hingga akhirnya berpaling pada Mikel Arteta. Alonso pun berlabuh di Real Madrid, yang dibawanya raih gelar La Liga Spanyol dan Liga Champions.

Gelandang Serang: Lionel Messi

Jika Anda bertanya pada pandit Sky Sports, Guillem Balague, dia bakal mengungkap fakta bahwa Wenger pernah memantau hingga menawarkan kontrak pada tiga eks La Masia di masa lalu. Mereka adalah Pique, Cesc Fabregas, dan si Alien, Lionel Messi.

Wenger sendiri pernah mengakuinya: “Itu adalah masa di mana Fabregas datang [ke Arsenal]. Kami ingin memboyong Fabregas, Pique, dan Messi. Sayangnya hanya Fabregas yang berhasil.”

Gelandang Sayap: Gareth Bale

Sukses mendapatkan talenta Southampton dalam diri Theo Walcott, Wenger kemudian memantau bakat lainnya di klub itu, yakni Gareth Bale.

Meski begitu, karena waktu itu Arsenal sudah memiliki dua bek kiri dalam skuatnya, Wenger memilih bijak dengan melepaskan ketertarikannya pada pemain asal Wales tersebut.

“Kami tidak memboyongnya [Bale] karena sudah memiliki Ashley Cole dan Gael Clichy. Jadi, kami tak membutuhkan bek kiri lainnya. Namun saya harus mengakui jika itu adalah kesalahan besar, karena Bale bisa beroperasi sebagai gelandang. Dia sempat kesulitan di Tottenham Hotspur, tapi hasil eksepsional lahir ketika memindahnya ke posisi gelandang. Karier seorang pemain kadang ditentukan dengan bagaimana dia bermain di posisi yang tepat.”

Benar Wenger, tapi kau pada akhirnya cuma memiliki Walcott…

Penyerang: Zlatan Ibrahimovic

Kembali ke masa ketika Zlatan masih seorang bocah, pemain berusia 19 tahun dari Malmo, dia sempat disibukkan dengan proses kepindahannya ke Arsenal lewat banderol £3 juta.

Segalanya berjalan lancar sampai akhirnya Wenger ingin pemain yang kini jadi bintang Manchester United itu menjalani trial. Seperti diketahui setelahnya, Tuhan tak membutuhkan audisi.

Pada akhirnya, Wenger menjatuhkan pilihannya pada Guy Demel – mantan bek West Ham United yang mengira dirinya penyerang!

Penyerang: Romelu Lukaku

Jauh sebelum Romelu Lukaku mengetahui Chelsea itu seperti apa, pemain internasional Belgia ini membangun karier sepakbola di Anderlecht pada 2011 lalu.

Bahkan sebelum bintang Manchester United itu peduli dengan London, seorang warga kota tersohor itu,  bernama Wenger, tak mengenal namanya: “Ya, sebenarnya kami tahu Lukaku di Belgia, tapi pada saat itu dia memilih bergabung ke Chelsea.”

Entah bagaimana, kita bisa membayangkan bahwa Jose Mourinho memiliki andil atas transfer tersebut.

Comments