Tiongkok akuisisi saham mayoritas Parma

Parma patut optimistis memandang masa depannya, setelah diakuisisi konglomerat dari Tiongkok.

Klub flamboyan Italia, Parma, terus saja mencuri perhatian usai secara tragis alami kebangkrutan pada musim 2014/15 lalu.

Setelah selalu sukses promosi di setiap musim dari divisi terbawah sepakbola Italia, klub yang kini menghuni Serie B Italia tersebut patut optimistis akan masa depannya usai mendapat pemilik baru.

Sepert dilaporkan La Gazzetta dello Sport, Parma kini resmi diakuisisi oleh konglomerat asal Tiongkok, Jiang Lizhang. Dia membeli 60 persen saham melalui perusahaannya, Desports Group.

Sementara itu 30 persen saham klub masih dimiliki oleh Nouvo Inizio, konglomerat lokal yang merupakan fans sejati Parma. Sepuluh persen sisanya dipegang oleh pendukung Parma melalui crowdfunding.

Lizhang pun berjanji tidak akan menjadikan Parma sebagai ladang bisnis semata. Dia bertekad mengembalikan status Il Gialloblu sebagai tim elite di Italia dan Eropa layaknya periode 1990-an silam.

“Saya tidak ingin merevolusi klub, karena identitasnya akan tetap sama. Parma akan bangkit kembali seperti raksasa untuk merebut kembali tempat yang semestinya di sepakbola Italia. Saya berharap segera merayakan Serie A bersama tim dan fans,” tutur Lizhang dalam konferensi pers perdananya.

Parma sendiri bukan klub olahraga pertama yang diakuisisi oleh Lizhang. Dia tercatat juga memiliki saham di klub asal Spanyol, Granada, memiliki 90% saham di klub Tiongkok, Chongqing Lifan, dan memiliki lima persen saham tim NBA, Minnesota Timberwolves.

Comments