Referendum Catalunya persulit persiapan timnas Spanyol

Persiapan timnas Spanyol menjelang dua laga pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2018 dihangatkan topik referendum Catalunya.

Kondisi politik dalam negeri Spanyol menghangat akhir pekan lalu setelah pemerintahan otonom Catalunya menggelar referendum untuk memisahkan diri. Terjadi bentrok antara aparat keamanan dan masyarakat ketika hari referendum digelar, Minggu (1/10).

Barcelona pun terpaksa memainkan laga La Liga melawan Las Palmas di Stadion Camp Nou tanpa penonton. Bahkan, klub kebanggaan masyarakat Catalan itu terancam pengurangan enam poin jika menolak bertanding.

Situasi kian dipersulit dengan munculnya komentar Gerard Pique. Bek sentral Barcelona itu mengatakan proses referendum merupakan bagian dari demokrasi. “Referendum merupakan bagian dari hak asasi masyarakat,” kata Pique.

Komentar itu pun memantik reaksi negatif ketika timnas Spanyol berkumpul awal pekan ini. Dalam sesi latihan terbuka di Las Rozas, suporter melancarkan cemoohan kepada Pique. Mereka membentangkan spanduk yang berbunyi kecaman serta meminta pemain 30 tahun itu segera menanggalkan seragam La Roja.

“Saya akui inilah periode paling sulit selama saya bergabung dengan timnas Spanyol dengan segala situasi yang tengah terjadi. Saya rasa sulit menengahi situasi yang melanda Pique,” ujar Sergio Busquets kepada Cadena Ser.

“Belum ada pertemuan untuk menyelesaikan situasi itu. Saya tidak tahu apakah Sergio Ramos [selaku kapten tim] dan Pique sudah membahasnya, tapi yang jelas ini bukan situasi yang lazim terjadi.”

“Pique sendiri berlaku seperti biasa.”

Seperti yang disebutkan Busquets, situasi ini mempersulit persiapan Spanyol menghadapi Albania dan Israel. Apalagi Pique dan Ramos merupakan duet utama palang pertahanan La Roja. Pelatih Julen Lopetegui berupaya mendinginkan suasana.

“Pique bukan masalah bagi timnas. Dia pemain teladan dan bisa menjadi solusi. Tentu saja dia tetap bersama kami. Gerard baik-baik saja, dia bersikap tenang. Dia selalu mengerahkan kemampuan terbaik selama di sini,” tegasnya.

“Dia dihakimi karena pandangan politiknya, tapi dia sangat berkomitmen. Dia selalu memberikan kejutan yang positif.”

“Gerard pemain dan saya yang menjad pelatih, dan kita harus membicarakan tentang sepak bola. Saya minta semua orang untuk membicarakan sepak bola. Kami harus menyongsong Piala Dunia. Sepak bola mempersatukan dan tidak boleh ada yang memanfaatkan sepak bola untuk tujuan politik.”

Comments