Operasi pinggul, Murray optimistis kembali saat Wimbledon

Petenis putra asal Skotlandia, Andy Murray, sudah menjalani operasi pinggul kanan pada Senin (8/1/2018). Peraih tiga gelar grand slam ini pun optimistis bisa kembali mengayun raket pada Wimbledon dan tetap kompetitif untuk meraih gelar major.

Pemain 30 tahun ini tak pernah tampil lagi dalam ajang kompetitif sejak kalah dari Sam Querrey pada perempat final Wimbledon enam bulan lalu. Pekan lalu, Murray juga memastikan diri mundur dari Australia Terbuka yang mulai bergulir 15 Januari nanti.

Murray mengakui, dia pertama kali mulai mengalami masalah kecil di pinggul pada 2008. Peraih medali emas Olimpiade sebanyak dua kali itu pun segera menemui Dr John O’Donnel.

Sempat menolak untuk menjalani operasi, Murray secara perlahan menyadari bahwa langkah tersebut menjadi satu-satunya pilihan untuk bisa berada dalam kondisi yang lebih baik. Dia pun memutuskan untuk naik meja operasi.

“Saya gugup saat akan dioperasi. Tetapi, itu keputusan yang tepat untuk dibuat. Saya sedang berjuang,” kata Murray seperti dikutip dari Express.

“Saya kesakitan sejak Wimbledon. Ini menjadi lebih baik, tetapi tetap saja sangat melelahkan secara mental,” lanjut Murray.

Melalu Facebook, Murray mengatakan bahwa operasi berjalan lancar. Tindakan medis tersebut dilakukan di rumah sakit St Vincent di Melbourne, Australia.

Dia pun mengisahkan kesulitannya karena rasa sakit di pinggul.

“Setiap kali Anda berjalan, Anda merasakan pinggul Anda sakit dan itu terjadi saat pertama kali Anda bangun pada pagi hari, beraktivitas di siang hari, sampai Anda akan berbaring malam hari,” ungkapnya.

Setelah operasi, Murray berharap tidak mengalami kesakitan lagi. Namun konsekuensi dari keputusan tersebut, Murray akan absen pada Perancis Terbuka.

Comments