Yannick Noah kembali, Prancis juara Piala Davis

Prancis berhasil mengalahkan Belgia dalam final Piala Davis , Minggu (28/11). Prancis mengalahkan Belgia lewat partai terakhir setelah Lucas Pouille berhasil menaklukan Steve Darcis dengan 6-3,6-1,6-0.

Dua kemenangan tim Prancis sebelumnya dibukukan oleh Jo Wilfried Tsonga dan Richard Gasquet-Pierre Hugues Herbert untuk nomor ganda.

Kemenangan ini menjadi momen special setelah trofi Piala Davis terakhir diperoleh 16 tahun silam. Selain pemain, pencapaian Tim Davis Perancis juga merupakan usaha dari pelatih tim, Yannick Noah.

“Tentunya butuh waktu ketika tim tidak menang setelah 16 tahun. Ada beragam persoalan. Tapi apa yang kami jalani adalah petualangan yang indah,” ujar Yannick Noah.

Nama Yannick Noah sendiri baru kembali akrab di dunia tenis beberapa tahun belakangan. Noah absen cukup lama untuk meniti karirnya di dunia musik.

Sejak pensiun, ayah dari pebasket NBA Joachim Noah ini benar-benar serius dalam karier musiknya. Sudah 11 Album menjadi bukti Yannick yang memilih musik bergenre reggae. Single terakhirnya diproduksi 2014 lalu.

Tapi belakangan, Noah mulai memangkas rambut gimbalnya. Bukan hal mudah untuk menjadi pelatih setelah absen cukup lama. Terakhir kali ia memimpin tim tenis Prancis adalah di tahun 1997 saat mengikuti Piala Federasi.

Hasil kerja kerasnya sebagai pelatih kala itu berbuah manis. Prancis bisa mengalahkan Belanda dan jadi satu-satunya gelar untuk Prancis hingga saat ini dari ajang kejuaraan tenis beregu putri.

Sebagai pelatih dan pimpinan tim, nama Yannick Noah juga pernah merengkuh dua kali kesuksesan di ajang Piala Davis.

Sementara sebagai pemain, Noah tergabung dalam tim Prancis 1982 yang berhasil mengalahkan Amerika Serikat. Selama 11 tahun ia menjadi pemain tetap dalam tim.

Bekal tersebut dibawanya ke era tenis saat ini. Di tim Prancis yang baru saja memboyong kembali Davis Cup, Noah mengambil putusan radikal dengan memecah pasangan ganda putra Pierre Hugues Herbert dengan Nicolas Mahut.

Mahut digantikan dengan Richard Gasquet. Hasilnya Herbert dan Gasquet berhasil mengalahkan pasangan Belgia, Joris De Loore dan Ruben Bemelmans dalam 4 set.

Keputusan Noah tidak sia-sia, meskipun ia sendiri cukup ketar-ketir. Satu title dari Piala Davis bukan sekedar kemenangan yang diberikan Noah sebagai kapten tim. Namun lebih bagaimana ia bisa membangun kerjasama tim di era yang jauh berbeda.

 

Comments