Rafael Nadal Sedih atas Peristiwa Catalunya

Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal, mengatakan bahwa dia sangat sedih terkait peristiwa kekerasan yang terjadi saat referendum Catalunya, Minggu (1/10/2017).

Menurut Pemerintah Spanyol, referendum kemerdekaan yang dilakukan oleh warga Catalunya itu merupakan tindakan yang tidak sah atau ilegal.

Saat itu pula, terjadi bentrokan antara warga dengan pihak kepolisian Spanyol yang menyebabkan beberapa orang terluka.

Terkait peristiwa tersebut, petenis peringkat satu dunia, Rafael Nadal, mengaku sedih dan ingin menangis.

“Saya ingin menangis ketika melihat negara yang telah ketahui hidup berdampingan dan menjadi teladan baik bagi dunia sampai ke situasi seperti ini,” kata Rafael Nadal.

“Saya pikir, citra yang kami sajikan ke dunia adalah citra negatif,” tutur petenis berusia 31 tahun tersebut.

Nadal mengaku tidak mudah melihat kejadian kekacauan saat referendum Catalunya tersebut, terutama melihatnya dari jauh.

“Ini saat yang menyedihkan, hati saya tenggelam sepanjang hari. Selain itu, dari sini, dari jauh, Anda mengalaminya secara berbeda,” ucap Nadal

“Saya telah menghabiskan banyak bagian hidup saya di Catalunya, momen penting, dan untuk melihat peristiwa seperti itu, ini mengejutkan saya,” ujarnya.

Nadal saat ini tengah mengikuti turnamen China Terbuka di Beijing.

Pada babak pertama Nadal sukses mengalahkan Lucas Pouille dengan kemenangan 4-6, 7-6(6), 7-5, Selasa (3/10/2017).

Comments