Andrea Dovisiozo: Buat Saya yang Terpenting adalah Kecepatan!

Marc Marquez – Football vs MotoGP

Pebalap Ducati asal Italia, Andrea Dovisiozo memang sempat menghentak di awal musim ini. Saat balapan seri pertama di Qatar, ia naik podium pertama setelah selesaikan balapan dengan waktu 42 menit 36,902 detik.

Sedangkan pada balapan pekan lalu di sirkuit Le Mans, ia berada di posisi kedua setelah sang jagoan asal Spanyol, Marc Marquez yang pimpin di posisi pertama. Kendati begitu, Dovi akan terus memberikan tekanan untuk Marquez sepanjang musim ini.

“Masih banyak poin dan kami harus menemukan sesuatu. Jika kami mampu melakukan sedikit perbaikan lagi, kami memiliki peluang untuk bersaing. Jika Anda tidak memiliki kesempatan, Anda hanya dapat berdoa agar pebalap lain membuat kesalahan. Itu bukan cara menjadi juara,” ujarnya seperti dilansir dari laman CNN Indonesia.

MotoGP Main Race Review – Shark Helmets Grand Prix of France

“Semua pebalap dan motor memiliki karakter yang berbeda, tetapi buat saya yang terpenting adalah kecepatan. Tidak peduli di tikungan yang mana,” lanjut pebalap yang memakai nomor 4 tersebut.

Seri selanjutnya (2/6) di akhir pekan, Dovi akan bermain di negaranya sendiri yaitu Italia. Sirkuit Mugello akan menjadi pentas keenam balapan MotoGP di musim 2019 ini.

(gambar: visordown)

Perbedaan Sektor Tunggal Bulu Tangkis Indonesia dan Unggulan Lainnya

Kegagalan tim beregu bulu tangkis Indonesia melaju ke partai final Sudirman Cup 2019 jelas mengecewakan. Menghadapi Jepang di laga semifinal, tim Indonesia hanya mengantongi satu poin dari kemenangan ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon saja kemarin (Sabtu, 25/5).

Sisanya, Indonesia ditekuk habis terutama di sektor tunggal. Saat di perempat final menghadapi China Taipei pun dua poin hilnag karena kalah di tunggal putra (Jonatan Christie) dan tunggal putri (Gregoria Mariska). Hal ini mendapatkan evaluasi dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

“Konsistensi harus ditingkatkan. Secara peringkat mereka sudah di atas, tapi konsistensi permainan yang harus ditingkatkan. Kadang bisa main bagus, kadang tidak stabil, baik Jonatan maupun Ginting,” ungkap legenda Indoensia tersebur seperti dilansir dari laman Detik Sport.

“Bisa lihat dari Kento, Chen Long, Viktor Axelsen, di kelasnya mereka itu tidak kalah dari yang tidak-tidak. Kalau kalah ya dari yang satu level, lima besar dunia,” lanjutnya.

“Untuk Piala Thomas tahun depan, kami masih punya waktu. Secara kekuatan semua negara merata. Jadi dengan sisa waktu ini kami berusaha untuk mengevaluasi semua hasil yang didapat, khususnya di (turnamen) beregu.”

“Di ganda putra kami punya beberapa pemain yang jadi unggulan, tapi di tunggal kami juga harus lebih kuat. Kalau mau jadi juara, ganda dan tunggal harus punya kekuatan merata,” pungkasnya.

Jepang Takluk dari China di Final Turnamen Sudirman Cup 2019

Turnamen bulu tangkis beregu level dunia, Sudirman Cup 2019 telah menemui akhirnya. Dua tim yang melaju ke final yaitu tuan rumah China bersua tim unggulan lainnya, Jepang di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, siang tadi (Minggu, 26/5) waktu setempat.

Baik China maupun Jepang memang tim unggulan di setiap kompetisi bulu tangkis dunia, dan kini mereka sekali lagi membuktikannya. Pada laga pertama di ganda putra, Li Junhui/Liu Yuchen langsung tekuk Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 21-18 dan 21-10.

Pada gim kedua, tunggal putri China, Chen Yufei bertarung sengit dengan Akane Yamaguchi. Beruntung Yufei bisa mengatasi perlawanan Akane dan menghasilkan skor ketat 17-21, 21-16 dan 21-17.

Kekalahan 2-0 jelas membuat Jepang dalam tekanan. Jika ingin membuka asa comeback, pada laga ketiga di nomor tunggal putra, Jepang harus menang. Kento Momota yang merupakan jagoan milik negeri matahari terbit tersebut unggul dulu 21-15 dari Shi Yuqi. Tapi Yuqi bangkit dan menggila dengan menang telak 5-21 dan 11-21.

Skor 3-0 menutup laga final ini tanpa perlu memainkan gim ganda putri dan ganda campuran. Indonesia sendiri berada di peringkat ketiga turnamen Sudirman Cup 2019 ini bersama Thailand yang kalah oleh China di semifinal.

Beda Reaksi Dua Penggawa Persib Hadapi Panggilan Timnas Senior

Jelang Final Europa League: Chelsea dan Arsenal Punya Pengalaman Main di Azerbaijan

Pelatih timnas senior Indonesia, Simon McMenemy beberapa waktu lalu memanggil 25 nama pemain pilihannya untuk perkuat skuat Garuda lakukan pemusatan pelatihan. Ini dilakukan jelang menghadapi laga jeda Internasional melawan Yordania dan Vanuatu.

Diantara 25 nama tersebut, kubu Persib Bandung akan ditinggal tiga pemainnya. Artur Gevorkyan akan terbang ke Turkmenistan, sedangkan Achmad Jufriyanto dan Febri Hariyadi akan hadiri panggilan coach Simon untuk Indonesia.

“Syukur Alhamdulilah, saya dipanggil lagi untuk memperkuat timnas. Tapi masih dalam tahap seleksi sampai tanggal 3 Juni, dan ada pencoretan empat sampai tiga pemain. Jadi saya berusaha masuk ke dalam skuat timnas yang akan di bawa ke Yordania,” respon Febri terhadap pemanggilannya seeprti dilansir laman resmi Persib.

Sedangkan beda respon ditunjukkan oleh Jupe, sapaan akrab Jufriyanto. Pasalnya, sudah lama sekali ia tak berbaju tim nasional.

“Terus terang saya kaget, sudah dikasih tahu juga oleh pelatih (Robert Alberts). Yang jelas, panggilan timnas ini jadi tambahan motivasi untuk saya bersama PERSIB musim ini. Tapi, yang jelas target utama saya bukan fokus uji tanding bersama Timnas. Sekarang saatnya saya harus benar-benar fokus untuk mendapatkan kemenangan di pertandingan lawan Semen Padang nanti,” paparnya.

Gim “Call Of Duty Mobile” Dirilis untuk Pengguna Ponsel Android

FIFA Global Series’ FUT Champions Cup takes centre stage in Singapore

Pengguna aplikasi gim ‘Call of Duty: Mobile’ yang sudah terdaftar sebelumnya, sekarang dapat memainkan gim tersebut di perangkat Android mereka. Dijuluki sebagai ‘Call of Duty Mobile’, gim ini secara telah resmi diluncurkan di Google Play Store.

Gim ‘Call of Duty Mobile’ sendiri masih dalam pengembangan. Namun, pihak Tencent sekalu developer telah merilis game di Google Play Store dan tersedia untuk diunduh. Ini telah dilakukan dengan tujuan mengumpulkan respon umpan balik (feedback) dari para gamers.

Karena game ini masih melalui tahap pengembangan, versi final belum tersedia. Namun, pengguna masih dapat mengunduh game jika mereka adalah pengguna yang telah terdaftar (pre-resgistered user). Gim Call of Duty miliki fanbase besar di beberapa platform lain –dan pengguna PC menjadi yang paling umum. Dengan pengumuman versi mobile, gim “Call of Duty Mobile” menghadirkan hype yang luar biasa di seluruh dunia.

Apa itu pengguna yang telah registrasi (pre-registered user) di gim “Call of Duty Mobile”?

Aplikasi gim ini di play store meminta pengguna untuk mendaftar melalui akun Gmail masing-masing. Setelah masuk menggunakan akun Gmail, Anda akan dapat melihat tombol ‘install’ di kanan bawah deskripsi aplikasi. Jika Anda sebelumnya belum mendaftar untuk gim sebelumnya, Anda masih bisa melanjutkan dan mendaftarkan nama Anda untuk mengunduh gim ini.

Versi final dari gim “Call of Duty Mobile” belum dirilis di seluruh dunia. Oleh karena itu, Tencent akan berusaha untuk mengerjakan masing-masing respon feedback sebelum meluncurkan versi final gim ini ke khayalak publik.

(sumber saduran: FSA)

Komentar Para Pahlawan Comeback Indonesia di Perempat Final Sudirman Cup 2019

Sempat unggul 1-0 lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di laga pertama, tim beregu bulu tangkis Indonesia malah kedodoran oleh tim Taiwan pada laga perempat final Sudirman Cup 2019 siang tadi (Jumat, 24/5).

Saat itu skor berbalik menjadi 1-2 untuk Taiwan karena unggul di tunggal putra dan tunggal putri. Indonesia harus comeback di dua laga sisa yaitu ganda putri dan ganda campuran agar bisa lolos dengan skor 3-2 ke semifinal Sudirman Cup 2019

Beban besar berada di pundak pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani terlebih dahulu untuk samakan kedudukan. “Tadi dibawa enjoy saja, daripada tegang. Kami mau masuk lapangan dengan spirit yang tidak terpengaruh dengan hasil lawan yang sedang unggul. Kami mau melampiaskan energi dan tenaga kami ke dalam lapangan,” kata Greysia pasca laga tadi dilansir laman Badminton Indonesia.

Setelah Greysia dan Apriani sukses samakan skor jadi 2-2 secara umum, giliran Praveen Jordan dan Melati Daeva yang kebagian menanggung beban untuk lolos ke fase semifinal Sudirman Cup 2019.

“Ada rasa tegang sedikit, namanya main di partai penentu. Tapi lawan juga tegang, kami tidak memikirkan jadi penentu, yang penting main semaksimal mungkin,” kata Melati setelah pertandingan.

“Kami sudah tahu main di partai terakhir, inginnya sih Indonesia menang 3-0, tapi sempat terpikir, kalau begitu kami nggak main, nggak ada sejarahnya buat saya sama Mely. Saya nggak ngedoain tim kalah, waktu tahu ketinggalan 1-2 dan Greysia/Apri main, kami harap semoga mereka menang dan kami main jadi tumpuan. Ada gugupnya, tapi ada penginnya (jadi tumpuan) juga,” beber Praveen soal permainan.

(sumber gambar: badminton indonesia)

Sukses Comeback, Indonesia Lolos ke Semifinal Sudirman Cup 2019

Kabar gembira datang dari Guangxi Sports Center Gymnasium, China siang ini (Jumat, 24/5). Tim beregu bulu tangkis Indonesia sukses menaklukkan Taiwan di babak perempat final turnamen Sudirman Cup 2019 kali ini.

Laga pembuka antara Indonesia vs Taiwan adalah ganda putra antara Kevin Sanjaya/Marcus Gideon vs Lee Yang/Wang Chi Lin. Duet peringkat satu dunia milik Indonesia tersebut sukses hajar dua set langsung 21-17 dan 21-17.

Pasca kemenangan The Minions, tim Indonesia malah kedodoran pada dua tunggal yaitu putra dan putri. Gregoria Mariska kalah dua set langsung oleh Tai Tzu Ying dengan skor 16-21 dan 14-21. Sedangkan Jonatan Christie kalah dari Chou Tien Chen dengan skor 11-21 dan 13-21.

Secara umum, skor berbalik menjadi 1-2 untuk Taiwan karena unggul di tunggal putra dan tunggal putri. Indonesia harus bisa comeback di dua laga sisa yaitu ganda putri dan ganda campuran agar bisa lolos dengan skor 3-2 ke semifinal Sudirman Cup 2019 ini.

Pada nomor ganda putri, Greysia Polii dan Apriyani bermain luar biasa. Mereka taklukkan Pai Yu Po dan Wu Ti Jung dengan skor telak 21-13 dan 21-7. Pada game penentuan di ganda campuran, Praveen Jordan dan Melati Daeva sukses benamkan Wang Chi Lin dan Hsieh Pei Shan dengan skor 21-17 dan 21-15.

Kesuksesan comeback tim beregu Indonesia ini ditunggu oleh Jepang yang menang langsung 3-0 atas Malaysia. Sedangkan di bagan semifinal lain, ada tuan rumah China yang berhadapan dengan Thailand.

Ketika Dani Alves Bicara Tentang Neymar, Mbappe dan Messi

Brazil ladies ‘in harmony and ready’ for World Cup challenge

Pemain senior asal Brazil yang kini membela Paris Saint-Germain, Dani Alves angkat bicara tentang dua rekan setimnya kali ini yaitu Neymar Jr dan juga Kylian Mbappe. Bek kanan tersebut juga bicara tentang mantan klubnya, Barcelona dan juga Lionel Messi.

Alves sendiri pernah bekerja sama dengan Neymar saat masih di Barcelona beberapa tahun silam. Saat Alves hengkang ke Juventus, Neymar bertahan di barca dan setahun setelahnya Neymar hengkang ke PSG dan Alves mengikutinya.

“Apakah aku terkejut ketika Neymar meninggalkan Barcelona? Aku tidak benar-benar terkejut. Neymar ingin membuktikan nilainya sebagai seorang pemain, tanpa mengandalkan Messi yang berada di sebelahnya,” ujar Alves dilansir laman ESPN.

‘I want Neymar and Mbappe to stay’ – Tuchel

“Rumor Neymar kembali ke Barcelona? Itu sangat sulit. Orang-orang di dalam Barca, saya pikir, tidak akan mau mengakui bahwa mereka membutuhkannya. Dan itu masalah, Anda tidak bisa pergi ke mana pun dengan dipandu oleh ego Anda..”

Selain itu ia juga sempat ditanyai apakah Mbappe mempunyai potensi seperti Messi atau tidak. “Mungkinkah Mbappé menjadi Messi berikutnya? Tidak ada lagi yang seperti Messi,” pungkas Alves.

Jelang Barito vs Madura United: Jacksen Ingin Menang, Dejan Perbaiki Fisik Pemain

Jelang Final Europa League: Chelsea dan Arsenal Punya Pengalaman Main di Azerbaijan

Laga pekan kedua Liga 1 2019 berlanjut lagi hari Jumat (24/5) ini. Pasca kemarin ada jeda dadakan karena laga Persib vs TIRA Persikabo tertunda, hari ini ada empat tim yang berlaga yaitu Barito vs Madura United dan juga PSM Makassar vs Badak Lampung.

Barito Putera sendiri sempat mencuat di awal musim lalu namun trennya menurun di putaran kedua. Pada laga pertama pekan pertama lalu, mereka sukses menahan Persija Jakarta di kandang mereka sendiri. Kini mereka bertekad menang.

“Pada laga melawan Persija kemarin. banyak pemain yang mengaku mengalami benturan. Hal itu ditakutkan menjadi cedera. Ketika menjamu Persija kami bermain imbang. Maka, pada laga kedua di kandang ini kami harus menang,” tegas Jacksen F Tiago seperti dilansir dari Warta Kota.

Berbeda dengan Barito yang ngebet ingin menang, kubu Madura United arahan Dejan Antonic tampil hebat di laga pertama lalu. Sekarang mereka ingin menang dan persiapkan fisik mereka saat bertandnag ke Kalimantan.

“Harus mempersiapkan fisik secara matang. Perubahan tempat pertandingan memang sedikit banyak berpengaruh terhadap proses adaptasi pemain. Para pemain sudah memiliki cara untuk menyiasati itu,” ujar Dejan dilansir dari malam Tribun.

“Pertandingan pertama sudah kita lalui dengan hasil yang sangat bagus, pertandingan kedua memang akan lebih sulit karena ekspektasi dan perhatian sudah mulai tertuju pada tim ini. Itu harus menjadi motivasi bagi kami setidaknya pada pertandingan kedua nanti tidak kalah,” lanjutnya.

(sumber gambar: Goal)

 

Mantan Penyerang Barca Ingin Valencia Kalahkan Blaugrana di Final Copa

Messi defends Valverde after ‘inexcusable’ UCL thrashing at the hands of Liverpool

Setelah sempat jadi penghangat bangku cadangan di Barcelona, kini karier sepakbola Paco Alcacer hidup kembali di Borussia Dortmund. Mantan jebolan akademi Valencia tersebut tampil fanstastis di Jerman musim 2018/19 ini dan resmi pindah secara permanen ke Bundesliga.

Baru-baru ini, Alcacer angkat suara tentang duel final Copa del Rey akhir pekan ini yang mempertemukan kedua mantan timnya yaitu Barcelona dan Valencia.

Robert Lewandowski vs Paco Alcacer – Top 10 Goals – Der Klassiker Special

“Saya dibesarkan di akademi Valencia dan saya orang Valencia. Saya juga suka Barca, dan punya rekan satu tim di sana. Tetapi ini adalah kesempatan bagi Valencia untuk memenangkan trofi setelah bertahun-tahun. Saya akan senang jika Valencia menang di final Copa,” ujar Alcacer.

Selain bicara masalah laga Copa, ia juga mengomentari aktifitas transfer Barca yang sedang menggeliat mencari pengganti Luis Suarez sedari saat ini. Alcacer pernah di posisi tersebut namun ia sulit bersaing kala itu.

“Sangat rumit untuk menjadi pelengkap dari Luis Suárez di Barça. Anda harus mencari pemain yang sangat kuat secara mental, yang tahu di mana dia berada dan yang memiliki keberanian untuk pergi ke sana. Hanya sedikit orang yang berani pergi ke sana,” pungkas Alcacer.

Pengacara Presiden PSG Bantah Kliennya Terlibat Kasus Suap

Brazil ladies ‘in harmony and ready’ for World Cup challenge

Baru-baru ini, nama Presiden klub Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi terseret dalam kasus suap untuk memenangkan Doha, Qatar sebagai tuan rumah kejuaraan dunia Atletik pada 2017 silam. Kabarnya, uang sebesar 3,1 juta Euro ia berikan sebagai pelicin dari tujuannya tersebut.

Tapi pengacara dari sang Presiden, Francis Szpiner membantah Nasser Al-Khelaifi lakukan praktik kotor tersebut. “Nama Nasser Al-Khelaifi tidak muncul dalam dokumen apa pun di file tersebut,” tegas Szpiner kepada La Parisien yang kami kutip dari laman Goal.

“Harus dicatat bahwa persidangan awal Nasser Al-Khelaifi adalah hasil dari kebingungan hakim penyelidik. Nasser Al-Khelaifi tidak pernah terlibat dalam bidding Doha untuk Kejuaraan Atletik Dunia.”

Kasus ini mencuat pada dokumen yang disusun oleh hakim investigasi Renaud van Ruymbeke di Paris. Perusahaan milik Nasser yaitu Oryx Qatar Sports Investment dianggap memberikan sejumlah uang tersebut kepada perusahaan milik mantan presiden IAAF (Asosiasi Atletik Internasional).

Kejuaraan dunia Atletik tahun 2017 lalu urung dilakukan di Doha, Qatar, namun mereka akan menyelenggarakan kejuaraan tersebut sebagai tuan rumah bulan September mendatang di tahun 2019 ini.

(sumber gambar: footradio)

Madura United Pertanyakan Panggilan Timnas, Sekjen PSSI Jelaskan Situasinya

Jelang Final Europa League: Chelsea dan Arsenal Punya Pengalaman Main di Azerbaijan

Beberapa waktu lalu, laman media sosial resmi PSSI mengumumkan sekitar 25 nama pemain yang dipanggil oleh Simon McMenemy untuk perkuat timnas senior Indonesia. Skuat Garuda dijadwalkan akan hadapi Yordania dan Vanuatu pada jeda Internasional kali ini.

Kubu Madura United yang diwakili manajernya, Harun Soemitro merasa keberatan karena salah satu laga timnas nanti akan bentrok dengan laga di Liga 1 2019. Haruna mengangap jika ada jeda Internasional harusnya kompetisi pun berhenti sejenak.

“Menyangkut timnas, pasti kompetisi libur tidak mungkin ada pertandingan timnas di tengah kompetisi yang jalan. Kalau kompetisi tidak berhenti, kita akan minta berhenti. Harus berhenti karena kalau tidak berhentikan kompetisinya, pemain tidak usah dikirim ke Timnas,” ancam Haruna yang kami lansir dari laman CNN.

Sedangkan pihak PSSI lewat Sekretaris Jenderal mereka, Ratu Tisha memang tak menyanggah bahwa ada laga timnas yang bentrok dnegan Liga 1 2019. Tapi ia memberikan alasan kuat mengapa itu bisa terjadi.

“Untuk FIFA Match Day kali ini itu harusnya dr tanggal 3-11 Juni. Tapi kan tanggal 6 Juni kondisinya lagi lebaran, jadi tidak mungkin. Makanya kami berusaha buat pertandingan untuk tanggal 11 itu FIFA Matchday dan tanggal 15 itu A Match. Soal ini juga sudah tahu klub semuanya. Dan dari satu tahun jadwal kegiatan timnas, hanya satu pertandingan di liga yang jadwalnya bentrok,” ungkapnya.

 

Legenda Chelsea Ingin Antoine Griezmann Hengkang ke Stamford Bridge

Brazil ladies ‘in harmony and ready’ for World Cup challenge

Sudah dipastikan, Antoine Griezmann takkan membela Atletico Madrid lagi mulai musim panas mendatang. Rumor kepindahan penyerang Prancis tersebut ke Barcelona menjadi yang paling deras akhir-akhir ini.

Namun, baik Griezmann maupun Barca belum ada kesepakatan final untuk pindah, mengingat Barca harus menjual pemain lainnya agar tersedia slot di depan sekaligus tersedianya dana segar.

Salah satu legenda Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink lebih ingin melihat Griezmann berkarier di Inggris ketimbang di Spanyol lagi.

“Griezmann boleh memilih klub mana pun yang dia mau. Saya ingin melihatnya di Chelsea atau di klub Premier League Inggris lainnya, untuk melihat bagaimana dia mengatasi itu namun dia pasti boleh memilih apa pun yang dia mau,” ujar Hasselbaink dialnsir dari laman Goal.

“Jika itu Barcelona, kemudian akan ada kombinasi luar biasa di depan bersama Luis Suarez dan Lionel Messi. Itu tidak bagus untuk [Philippe] Coutinho, itu akan sulit untuk dia namun dia tetaplah pemain kelas dunia.”

Komentar Susy Susanti Jelang Perempat Final Sudirman Cup 2019

Susy Susanti_PBSI

Lolos sebagai juara grup B mengangkangi Inggris dan Denmark, tim bulu tangkis beregu Indonesia bersiap untuk hadapi babak perempat final Sudirman Cup 2019 melawan Taiwan (Jumat, 25/5) besok di Guangxi Sports Center Gymnasium, China.

Manajer tim Indonesia sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti bersyukur timnya mampu keluar sebagai juara grup merski kalah tipis di laga terakhir fase grup melawan Denmark kemarin. Juara grup tentu akan bertemu runner-up dari grup lainnya.

“Buat kami siapa saja lawannya sama saja, yang pasti kami siap. Karena babak berikutnya sistem gugur, jadi kami harus betul-betul lebih fokus dan benar-benar all out. Taiwan sendiri cukup kuat di nomor tunggal dan mungkin ganda putra. Namun mungkin secara head to head peluang kita lebih besar,” ujar Susy dilansir laman Detik Sport.

“Untuk formasi di perempat final kami akan evaluasi lebih dulu dan diskusi dengan pelatih-pelatih. Taiwan kalah dari Korea di grup jadi mereka juga pasti melakukan evaluasi. Kondisi atlet semua dalam keadaan semangat dan siapa pun yang diturunkan, mereka semua siap,” pungkasnya.