Robert Alberts: Di Liga Indonesia, Permainan Sangat Dipengaruhi oleh Pemain Asing

Tercoretnya tiga pemain asing Persib Bandung karena hasil evalusi manajemen tim ini jelas tak mengejutkan. Performa Maung Bandung yang inkonsisten sepanjang musim 2019 ini membuat para suporter gerah dan menuntut adanya perbaikan di putaran kedua.

Persib sendiri mencoret tiga nama yaitu Bojan Malisic, Artur Gevorkyan dan Rene Mihelic. Sebagai gantinya Maung Bandung datangkan Kevin van Kippersluis, Nick Kuipers, dan Omid Nazari. Coach Robert sendiri melakukan ini karena tahu betul kompetisi Indonesia semuanya bergantung dengan pemain asing.

“Seperti yang sudah saya katakan, Persib harus dan membutuhkan pemain yang berkualitas. Saya pikir pemain asing Persib (saat ini) tidak cukup bisa memperbaiki kualitas permainan tim ini. Tapi, saya memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada mereka selama satu putaran,” kata pelatih asal Belanda tersebut, seperti dilansir dari laman resmi klub.

Baca juga: FITUR: 4 Hal yang Membuat Persib Bandung Sulit Menang di Pekan Awal Liga 1 2019

“Bahkan di beberapa pertandingan terakhir, kami tidak bisa bermain diperkuat pemain asing. Di Liga Indonesia sendiri permainan sangat dipengaruhi oleh pemain asing. Jadi itu yang kami butuhkan, untuk menambah kualitas permainan tim,” lanjutnya.

Coach Robert sendiri mengklaim sudah memberi pengertian mengapa para pemain asing tersebut tercoret. “Mereka sudah tahu dan paham Persib adalah klub sepakbola, kami sudah cukup memberikan informasi dan pemain juga paham mereka punya hasrat untuk bermain,” pungkasnya.

Manchester City vs Tottenham EPL preview

Kejuaraan Dunia BWF 2019: The Daddies Berlaga di Final, Ini Jadwal Lengkapnya!

Acara puncak kejuaraan dunia BWF 2019 akhirnya tiba. Setelah sepekan dari tanggal 19 Agustus lalu hingga 25 Agustus hari ini, berbbagai atlet dari banyak negara ikuti penyisihan sedari awal untuk menjadi yang terbaik di berbagai sektor.

Kini sepuluh perwakilan dari lima sektor akan saling beradu tangkas di babak final kali ini. Jepang jadi negara terbanyak mengirimkan perwakilan (lima wakil) dan memastikan satu medali emas dari sektor ganda putri yang meloloskan All Japan final.

Sisa lima wakilnya ada Indonesia, Thailand, India, Denmark dan Tiongkok. Pasangan ganda putra senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi wakil Indonesia setelah kalahkan pemain Indonesia lainnya, Fajar Alfian dan Muhammad Rian di semifinal.

Melihat kondisi ini, Jepang bisa saja keluar jadi juara umum karena masih punya nama unggulan seperti Kento Momota dan Nozomi Okuhara di tunggal putra dan tunggal putri. Namun kejutan bisa hadir jika Andres Antonsen dan Pusarla V Sindhu sukses jegal duo Jepang tersebut di sektor tunggal.

Bagaimana peluangnya menurut kalian? Berikut jadwal lengkapnya untuk hari ini… (*jadwal main tergantung laga sebelumnya)

  • WD – Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (JPN) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (JPN) – Mulai Jam 17.00 WIB
  • WS – Nozomi Okuhara (JPN) vs Pusarla V. Sindhu (IND) – Kemungkinan jam 18.00 WIB
  • MS – Kento Momota (JPN) vs Anders Antonsen (DEN) – Kemungkinan jam 19.00 WIB
  • XD – Zheng Si Wei /Huang Ya Qiong (CHN) vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (THA) – Kemungkinan jam 20.00 WIB
  • MD – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (INA) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (JPN) – Kemungkinan jam 21.00

World no 1 Kento Momota eases into Rd16 of BWF World Champs

Kejuaraan Dunia BWF 2019: The Daddies Menangkan Perang Saudara dan Fokus Tatap Final

Bulu tangkis sektor ganda putra Indonesia memang jarang mengecwakan di turnamen bergengsi level internasional. Pada kejuaraan dunia BWF 2019 ini, dua ganda putra milik nusantara sukses saling bersua di laga semifinal (24/8) semalam.

Merek adalah sang senior andalan kita semua, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang bersua pemain junior Fajar Alfian/Muhammad Rian. Laga berjalan sengit bahkan hingga gim ketiga alias rubber set.

Pada gim pertama, The Daddies, julukan Ahsan/Hendra sukses tekuk pasangan FajRi dengan skor 21-16 namun pada set kedua, sang junior mampu membendung serangan The Daddies dan berbalik unggul 15-21.

Memasuki set penentuan, kematangan ditunjukkan Ahsan/Hendra yang sudah mengenyam banyak pengalaman dan tekanan di dunia internasional. The Daddies sukses menang telak 21-10 di set trakhir ini dan memastikan satu jatah di laga final hari ini (25/8) menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

“Yang pasti kalau buat final kejuaraan dunia ini yang penting mentalnya, kita siapin dari situ saja, yang penting berani dan fokus dari awal. Hasilnya kita serahkan ke yang di atas,” ujar Hendra dilansir dari laman Badminton talk. “Kalau yang saya lihat pasangan Jepang ini (Takuro/Yugo) lebih mengatur mainnya.”

Fourth seed Christie through to third round at the BWF Badminton World Championships

Kejuaraan Dunia BWF 2019: Greysia/Apriyani Gagal ke Final, Akui Lawan Lebih Agresif

Tentu saja bukan hal yang mudah untuk mengatasi unggulan nomor satu di turnamen. Itulah yang terjadi pada unggulan kelima milik Indonesia di kejuaraan dunia BWF 2019 ini. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu jadi unggulan kelima ganda putri di turnamen ini.

Pasangan Greysap ini menghadapi unggulan pertama, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara yang berasal dari Jepang. Pada set pertama, Mayu/Wakana jauh lebih stabil dan sukses menutup gim pertama dnegan kemenangan meyakinkan 12-21 saat itu.

Memasuki set kedua, sebetulnya Greysia/Apriyani sukses bikin Mayu/Wakana bekerja lebih keras. Tapi sayangnya, pada akhir-akhir laga Mayu/Wakana lebih stabil dan langsung menang dua set dengan 19-21. Ini membuat Greysia/Apriyani gagal ke partai final.

“Mereka lebih agresif daripada kita, dan hari ini memang kita tahu bahwa mereka memiliki tenaga yang kuat, smash yang kencang. Kita tahu itu, kita coba untuk membaca itu tapi ya tidak bisa dengan tenaga kita, dengan power, dengan permainan kita, mereka lebih daripada ini. Sebenarnya bisa diakali, tapi harus ekstra bersih, tidak boleh ada tegangnya. Ya itu yang bagaimanapun harus kita terima. Ini yang sudah kita capai, kita mau banget lebih dari ini tapi it’s done,” ujar Greysia dilansir dari laman Badminton Talk.

“Hari ini (kemarin) bersyukur untuk hasil hari ini, dengan pencapaian ini. Tadi Kak Greys juga bilang kita tidak mau sampai sini saja. Balik lagi pola main mereka juga lebih agresif dan lebih siap. Kita bisa akali juga, tapi mungkin pikiran kita mungkin sudah tidak memaksa lagi,” ungkap Apriyani.

Former champion Lin Dan crashes out in second round of BWF World Champs

Kejuaraan Dunia BWF 2019: Ada All Indonesian Semifinal, Ini Jadwal Lengkapnya

Turnamen bulu tangkis internasional yang bertajuk kejuaraan dunia BWF 2019 semakin mendekati akhirnya. Hari ini (Sabtu, 24/8) akan dilangsungkan babak semifinal dari semua sektor yang akan diwakili dari berbagai negara.

Indonesia kali ini hanya menyumbangkan tiga perwakilan saja di partai semifinal. Dua diantaranya adalah ganda putra yang akan saling berhadapan di semifinal ini. Sang senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menghadapi Fajar Alfian/Muhammad Rian.

Sangat disayangkan memang ada dua wakil yang bertemu di semifinal, tapi posistifnya dua medali dari ganda putra sudah aman yaitu perunggu dan perak atau emas karena satu wakil pasti main di final hari Minggu besok.

Terakhir ada ganda putri yang diwakili oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan Greysap yang sukses menang dramatis di perempat final ini akan menghadapi unggulan pertama di ganda putri yaitu Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dari Jepang.

Bukan pekerjaan mudah bagi pasangan Greysap kali ini tapi optimisme harus tetap ada dan dukung mereka menang hingga laga final nanti.

Berikut perkiraan jam main wakil Indonesia (Court 1 mungkin live TVRI/TVRI HD)…

  • 24 Agustus 2019, kemungkinan jam 22.00 WIB – Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Mayu Matsumoto Wakana Nagahara (court 1)
  • 24 Agustus 2019, kemungkinan jam 23.55 WIB – Fajar Alfian/Muhammad Rian vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (court 1)

Fourth seed Christie through to third round at the BWF Badminton World Championships

Kejuaraan Dunia BWF 2019: Jojo Takluk, Ini Hasil Atlet Indonesia di Perempat Final

Indonesia mengirim empat perwakilan terakhir di babak perempat final kejuaraan dunia BFW 2019 ini kemarin (Jumat, 23/8) waktu setempat. Ada dua ganda putra, satu ganda putri dan satu tunggal putra.

Atlet Indonesia yang berlaga pertama di perempat final adalah Jonatan Christie untuk sektor tunggal putra. Ia menghadapi Sai Praneeth yang berasal dari India. Sebelumnya, Praneetsh sukses singkirkan Anthony Ginting di babak 16 besar.

Jojo yang awal laga bermain cukup baik, harus hilang fokus di akhir set pertama dnegan kekalahan 22-24. Kemudian di set kedua, Jojo yang mengaku tidak nyaman dengan kondisi engkelnya, harus menyerah 14-21 dari wakil India tersebut.

Setelah laga Jojo, ada duet ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mereka sukses tekuk unggulan dari Tiongkok yaitu Chen Qingchen dan Jia Yifan dengan laga sengit dua set langsung 25-23 dan 23-21.

Dua perwakilan dari ganda putra baru bermain malam waktu Indonesia. Duet pemain senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lagi-lagi tunjukkan kelas mereka dengan menekuk Liao Min Chun dan Su Ching Heng dengan skor 21-17 dan 21-19.

Sebagai penutup, ganda putra muda milik Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian sanggup tekuk Choi Solgyu/Seo Seung Jae dengan 21-13 dan 21-17. Menariknya, Choi dan Seo ini adalah yang menyingkirkan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di babak 32 beberapa hari lalu.

Fourth seed Christie through to third round at the BWF Badminton World Championships

Ikuti Turnamen Mini di Tiongkok, Ini Agenda Timnas U-23 Jelang SEA Games 2019

Ajang SEA Games 2019 ini akan jadi bidikan timnas U-23 di cabang sepakbola. Tentu saja, anak buah coach Indra Sjafri tersebut akan dibebankan target tinggi berupa medali emas yang sudah lama tak didapatkan di cabang ini.

Sebagai upaya untuk meraih target tersebut, rangkaian uji tanding telah dipersiapkan oleh PSSI yang bekerja sama dengan tim pelatih. Paling dekat, coach Indra Sjafri akan melakukan seleksi terlebih dahulu pada 25-31 Agustus 2019 ini.

Saat pengumpulan pemain di 1-11 September 2019 nanti, ada uji tanding dengan PSIM Yogyakarta dan juga Bali United. Bergeser ke bulan Oktober, barulah ada turnamen mini di Tiongkok yang bertajuk CFA U-22 Men’s International Football Tournament 2019 sedari  tanggal 7 hingga 15 Oktober 2019. Calon pesertanya adalah Indonesia, Tiongkok, Arab Saudi, Yordania.

Bergeser ke bulan November, ada uji tanding terakhir melawan timnas Iran U-23 sebanyak dua kali pada 13 dan 16 November. Salah satunya dimainkan di stadion baru yaitu Papua Bangkit pada 13 November.

Barulah timnas U-23 akan berangkat ke ajang SEA Games 2019 di Filipina yang akan berlangsung dari tanggal 26 November 2019 mendatang.

Timnas U-23 arahan Indra Sjafri sendiri sukses amankan satu trofi di awal tahun 2019 ini yaitu Piala AFF U-22 tapi sayangnya mereka harus gagal di kualifikasi Piala Asia U-23 2020 setelah ajang AFF tersebut.

Juliansyah makes smart run and finishes coolly to give Indonesia hope

Jelang Persebaya vs Persija: Bejo Ingin Pemainnya Unjuk Gigi, Banuelos Sebut Laga Ini Krusial

Dua tim besar era kompetisi Perserikatan akan saling bertemu. Baik Persebaya maupun Persija, sukses kantongi kemenangan penting di pekan sebelumnya. Ini jelas jadi modal berharga jelang laga di stadion Gelora Bung Tomo (23/8) besok.

Persebaya sendiri baru saja kedatangan pelatih anyar, Alfred Riedl. Namun eks juru racik timnas Indonesia tersebut baru akan bergabung pekan depan. Bejo Sugiantoro selaku caretaker menyerukan pemainnya agar unjuk gigi jelang kedatangan pelatih baru tersebut.

“Coach Reidl, semua tahu pernah menangani tim nasional. Apapun itu pemain harus memahami lebih profesional pastinya, lebih fair nantinya dalam menentukan starting eleven. Jadi tinggal pemain sendiri ingin menjual dirinya di depan Alfred Riedl untuk menjadi starting eleven,” ujar Bejo dilansir laman Tribun.

“Saya sendiri akan banyak menimba ilmu dari Riedl yang lebih berpengalaman, untuk kemajuan saya sebagai pelatih muda. Jadi apapun itu, siapa pun itu, dia kalau lebih berpengalaman dari saya kenapa tidak ingin menimba ilmu dari beliau,” lanjutnya.

Sedangakan kubu tim tamu bertekad dapatkan kemenangan tandang pertamanya di Liga 1 musim 2019 ini. “Besok pertandingan krusial bagi kami di mana kami membutuhkan kemenangan agar bisa memperbaiki klasemen saat ini,” ujar pelatih Persija, Julio Banuelos.

“Kami akan berusaha keras untuk memenangkan pertandingan besok. Yang penting bagi kami Persija bisa membawa poin karena kami membutuhkan itu saat ini. Ditambah lagi persiapan kami sangat baik tidak ada kendala,” tutupnya.

MotoGP Preview – British GP 2019

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Kritik PBSI dan Juga Soroti Kegagalan The Minions

Bagi pecinta bulu tangkis Indonesia, nama Christian Hadinata adalah legenda yang malang melintang pada era 70an dan 80an silam. Baru-baru ini, ia menyoroti hasil yang tim Indonesia dapatkan di kejuaraan dunia BWF 2019.

Kejuaraan dunia BWF 2019 sendiri memang belum berakhir, setidaknya sampai tulisan ini kami rilis (23/8). Tapi kejutan besar terjadi karena tumpuan medali emas milik Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon atau yang lebih dikenal The Minions harus tersingkir sedari dini pada babak 32 besar.

“Jika soal teknis dan lainnya, saya rasa Kevin/Marcus banyak gelar, lawannya juga sama. Tetapi dalam hal ini pertandingan nonteknis yaitu mental, dan yang bisa mengelola mental, kemungkinan itu yang bisa berhasil. Kalau sama-sama kelas top dunia, aspek mental yang berperan,” ujar Hadinata mengenai alasan kekalahan Kevin/marcus kali ni seperti dilansir laman Detik Sport.

Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2019: The Minions Ungkap Penyebab Kekalahannya dari Choi/Seo

Selain membahas masalah mental, Christian Hadinata juga melemparkan kritik untuk PBSI dan atlet-atletnya yang selalu bertumpu kepada Kevin/Marcus dalam memperoleh gelar juara ataupun meda di setiap turnamennya.

“Setiap kelompok (sektor), lima nomor ini, harus punya target dan tanggung jawab masing-masing. (PBSI harus) menjadikan lima nomor ini bisa bagus semua. Nanti malah yang bagus ganda putra saja, nanti semuanya berlindung. Jadi mestinya per kelompok/sektor terpacu rekan lainnya yang banyak prestasi,” lanjutnya.

“Ganda putra misalnya ada Kevin/Marcus harus bisa mengikuti mereka. Jangan ada pikiran kalau pertandingan kan yang dilihat Kevin/Marcus bukan saya. Nah, ini yang tak boleh terjadi.”

Fourth seed Christie through to third round at the BWF Badminton World Championships

Siap Comeback di Silverstone Pekan Ini, Lorenzo Sempat Ragu dengan Kariernya

Juara dunia tiga kali, Jorge Lorenzo dikabarkan siap kembali ke lintasan balap MotoGP akhir pekan ini di sirkuit Silverstone, Inggris. Pebalap asal Spanyol tersebut kembali dari masa penyembuhan pasca cedera punggung beberapa pekan silam.

Pada masa penyembuhan tersebut, beberapa kabar menyebutkan Lorenzo akan mengakhiri kariernya. Kemudian ada juga yang menyebut akan hengkang ke tim pabrikan motor lain dari Honda. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Lorenzo.

“Saya sudah bilang soal perasaan saya seperti apa ketika kecelakaan, dan kini saya merasa lebih aman dan nyaman selama proses pemulihan dalam beberapa pekan terakhir,” ujarnya dilansir dari laman Detik Sport.

“Saya punya kontrak dua tahun. Kami sedang melalui masa-masa sulit saat ini, tapi saya meneken kontrak dua tahun dan saya ingin mendapat hasil bagus dengan motor ini, seperti yang dilakukan dengan motor-motor sebelumnya. Saya sudah 17 tahun berkarier di dunia motor balap,” sambungnya.

“Saya mulai meragu soal karier dan kehidupan saya. Sebagai manusia biasa, wajar jika saya punya pikiran jelek seperti itu. Tapi ketika saya mulai merasa baikan dan pulih, maka keraguan itu perlahan hilang dan saya mulai yakin lagi soal tantangan serta komitmen yang dibuat saat memutuskan gabung Honda setahun lalu.”

Could Jorge Lorenzo be leaving Repsol Honda for new MotoGP team?

Jelang Jamu Malaysia dan Thailand, McMenemy Ingin Timnas Belajar dari Kekalahan di Yordania

Timnas Indonesia senior asuhan Simon McMenemy memang sejauh ini baru menjalani tiga laga uji tanding di jeda Internasional. Dua diantaranya melakukan partai tandang ke Myanmar dan Yordania beberapa waktu lalu.

Saat bermain di Myanmar, skuat Garuda sukses menang 0-2 namun saat bertandang ke Yordania, skor akhir 4-1 jadi kekalahan yang cukup telak. Satu laga lainnya adalah menang telak 6-0 vs Vanuatu di Jakarta. Coach Simon ingin anak buahnya mengingat banyak hal dari laga tandang ke Yordania.

“Kriteria pemain yang sangat saya butuhkan adalah kuat secara mental. Banyak hal yang kita percaya dari laga terakhir ketika kalah di Yordania,” ujar coach Simon dilansir dari laman Goal.

“Waktu itu (tandang ke Yordania) kita banyak pemain lokal sedikit naturalisasi, kita mau coba lihat apakah kita bisa atau tidak. Tantangannya ketika berada di zona nyaman dan keluar dari zona nyaman itu bisa tidak, ternyata belum. Jadi harus diperbaiki mental.”

“Saya hanya mengingatkan pemain untuk bagaimana cara bermain yang saya inginkan. Saya memanggil nama baru untuk menambah kecepatan. Sesi latihan yang bagus, tidak terlalu intens. Cuaca yang bagus, anak-anak juga tersenyum,” pungkasnya.

Indonesia sendiri akan hadapai Malaysia di stadion utama Gelora Bung Karno pada 5 September mendatang dan hadapi Thailand di tempat yang sama pada 10 September di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

AFF U-19 Championship: Malaysia 4-3 Indonesia

Kejuaraan Dunia BWF 2019: Jadwal dan Lawan dari Atlet Indonesia di Perempat Final

Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan

Kompetisi bulu tangkis internasional yang bertajuk kejuaraan dunia BWF 2019 semakin mendekati akhir. Hari ini (Jumat, 23/8) akan dilangsungkan babak perempat final dari semua sektor yang akan diwakili dari berbagai negara.

Indonesia kali ini hanya menyumbangkan empat perwakilan saja di partai perempat final. Paling banyak ada sektor ganda putra yaitu pasangan The Daddies, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan akan berhadapan dengan Liao Min Chun dan Su Ching Heng dari Taipei.

Kemudian ganda putra lainnya adalah duet anak muda Fajar Alfian dan Muhammad Rian yang akan melawan Choi Soi Gyu dan Seo Seung Jae. Pasangan asal Korea Selatan tersebut adalah penjegal Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di babak 32 kemarin. Jika Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian lolos kali ini, maka akan ada All Indonesian semifinal.

View this post on Instagram

Order of Play – BWF World Championships – Day 5 (Friday, 23 August 2019) Indonesian: Inilah urutan main di hari kelima kejuaraan dunia BWF 2019. Perkiraan jam main wakil INDONESIA #BWC2019 QF 23 Aug 2019 19.30 WIB Jonatan Christie vs Sai Praneeth (c2) 20.20 WIB Polii/Rahayu vs Chen/Jia (c2) 22.50 WIB Ahsan/Setiawan vs Liao/Su (c1) 24 Aug 2019 01.20 WIB Alfian/Ardianto vs Choi/Seo (c2) Court 1 LIVE @TVRINasional Wakil tiap negara di babak QF: 8: CHN, JPN 4: INA 3: THA, TPE, KOR 2: MAS, IND, DEN 1: SGP, NED Catatan: Waktu di gambar adalah waktu dalam WIB FB: followed by, artinya setelah pertandingan sebelumnya selesai Yang ada jamnya: artinya mulai tidak akan sebelum jam tersebut. Selain match pertama, bisa mulai lebih telat dari jam yang tertera karena bergantung pada selesainya pertandingan sebelumnya di court tersebut. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keputusan referee. Q: Jadwal siaran di TVRI mulai jam berapa min? A: Itu di foto kan udah ada, kok masih nanya. Huhuhu. Atau check postingan mimin sebelumnya yang ada tabel ya. #BWC2019 #Switzerland #basel #badmintalkworldchampionships #champion #winner #funfacts #brilliant #amazing #incredible #awesome #badminton #TOTALBWFWC2019 #Basel2019 #badminton #indonesia #bulutangkis #羽毛球 #バドミントン #배드민턴

A post shared by Badminton Talk (@badmintalk_com) on

Kemudian, Indonesia juga menyumbankan satu nama di tunggal putra. Jonatan ‘Jojo’ Christie akan bersua pebulu tangkis India, Sai Praneeth. Pada babak sebelumnya, Praneet sukses tekuk Anthony Ginting di babak 16 besar.

Terakhir ada ganda putri yang diwakili oleh Greysia Polii dan Apriyani Rahayu melawan unggulan keempat turnamen ini yaitu Chen Qingchen dan Jia Yifan asal Tiongkok.

Berikut perkiraan jam main wakil Indonesia (Court 1 live TVRI)…

23 Agustus 2019, kemungkinan jam 19.30 WIB – Jonatan Christie vs Sai Praneeth (court 2)
23 Agustus 2019, kemungkinan jam 20.20 WIB – Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Chen/Jia (court 2)
23 Agustus 2019, kemungkinan jam 22.50 WIB – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Liao/Su (court 1)
24 Agustus 2019, kemungkinan jam 01.20 WIB – Fajar Alfian/Muhammad Rian vs Choi/Seo (court 2)

Fourth seed Christie through to third round at the BWF Badminton World Championships

Franck Ribery Ingin Main Sampai Umur 40 Tahun Seperti Francesco Totti

Eks pemain sekaligus legenda Bayern Munchen, Franck Ribery memang baru-baru ini resmi hengkang ke kompetisi Serie A Liga Italia. Pemain asal Prancis tersebut bergabung Fiorentina selama dua musim dengan bebas biaya transfer.

Ribery yang mendapat masukan dari Luca Toni, eks rekannya di Bayern untuk gabung Fiorentina ini merasa masih sanggup berkompetisi di level tertinggi. Pada saat yang bersamaan, partnernya di Bayern, Arjen Robben malah putuskan untuk pensiun.

“Sepakbola adalah hidup saya. Ini alasan saya ingin bertahan di Eropa dan saya beruntung menemukan Fiorentina. Saya harap terus main sampai usia 40, seperti Francesco Totti,” ujar Ribery yang kami lansir dari laman Goal.

Franck Ribery – 12 years, 12 greatest goals

“Saya sangat termotivasi, saya selalu ingin main. Saya memiliki kontrak dua tahun dan saya ingin membantu pemain muda. Saya ingin memberi sesuatu yang baru untuk klub ini, saya ingin membawa Fiorentina ke tiga besar,” lanjut pria 36 tahun tersebut.

“Saya datang ke sini untuk membantu tim saya, yaitu Fiorentina. Saya tidak di sini untuk menjadi pesaing Ronaldo. Serie A adalah turnamen besar dengan banyak pemain luar biasa. Inter melakukan pembelian bagus di bursa transfer, demikian pula dengan Juventus.”

(Kredit gambar: twitter resmi Fiorentina)

I came so Fiorentina can challenge big guns – Ribery

Alfred Riedl Resmi Latih Persebaya, Dejan Antonic Mundur dari Madura?

Fenomena perombakan tim di paruh musim kompetisi Liga 1 2019 ini masih berlanjut. Persebaya yang sebelumnya ditangani caretaker Bejo Sugiyantoro kini resmi mempunyai pelatih baru. Skuat Bajul Ijo akan ditangani eks pelatih timnas senior Indonesia, Alfred Riedl.

Alfred Riedl jelas bukan sosok asing bagi publik Indonesia. Tangan dingin Alfred pernah membawa Indonesia ke final Piala AFF pada 2010 dan 2016 silam. Kubu Persebaya berharap racikan Alfred mampu dongkrak performa tim kali ini.

“Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, telah mencapai kesepakatan dengan Persebaya untuk menjadi pelatih kepala Bajol Ijo. Dia akan segera tiba di Surabaya setelah menyelesaikan beberapa urusan administrasi di negaranya,” ungkap pihak klub.

Sedangkan tetangga dari Persebaya yaitu Madura United pun sedang dalam masalah pelik. Meski bertabur bintang, performa skuat Laskar Sape Kerrab dianggap kembang kempis sejauh ini. Ada kabar, sang pelatih Dejan Antonic akan mengundurkan diri dari tim.

”Saya dengar dia mau datang ke saya. Kalau memang mau mundur itu hak dia dan kami tidak bisa menghalangi. Kami (sementara ini) masih ada asisten pelatih (Rasiman) yang bisa menangani tim,” ujar manajer klub MU, Haruna Soemitro dilansir dari laman Goal.

“Ke depannya saya tidak tahu, ya. Setelah tidak menang lima kali memang ada agreement dengan manajemen untuk kebaikan Madura United. Jadi ini (tak mendampingi tim) merupakan shock teraphy juga bagi anak-anak agar lebih baik lagi ke depannya,” jelas Dejan.

Dimas Ekky Pratama shares thoughts on Moto2 Qatar GP (in Indonesian)