Mengenal Superseries Finals dan negara yang paling banyak juara

Turnamen akhir tahun bertajuk BWF World Superseries Finals akan mulai bergulir pada 13-17 Desember 2017 di Dubai, Uni Emirat Arab. Ajang ini, yang memperebutkan total hadiah uang 1 juta dollar AS (sekitar Rp 13,5 miliar), menjadi penutup rangkaian kalender bulu tangkis sepanjang tahun 2017, yang mempertemukan delapan pemain terbaik dari setiap nomor.

Delapan pemain dari setiap sektor tersebut merupakan pengumpul poin terbanyak dari total 12 event berlabel Superseries/Superseries Premier. Mereka ditentukan berdasarkan ranking destinasi Dubai. Artinya, hanya peringkat 1-8 yang berhak ambil bagian.

Superseries Finals sempat direncanakan untuk pertama kalinya bergulir pada tahun 2007, tetapi batal karena tidak ada sponsor. Setahun kemudian, turnamen ini untuk pertama kali digelar di Kota Kinabalu, Malaysia. Kala itu, event ini dikenal dengan nama BWF Superseries Masters Finals 2008.

Sejak digelar pertama kali, sudah ada sembilan negara yang berhasil menyabet gelar. Raksasa bulu tangkis dunia, China, menjadi negara yang paling banyak menyabet trofi ajang ini karena Negeri Tirai Bambu tersebut sudah mengoleksi 16 gelar dengan rincian, 3 tunggal putra, 4 tunggal putri, 5 ganda putri dan 4 ganda campuran.

Denmark dan Malaysia menempati urutan kedua karena mereka sama-sama meraih sembilan gelar dari turnamen akhir tahun ini. Posisi ketiga ditempati Jepang yang tiga kali menjadi juara.

Bagaimana dengan Indonesia? Lantaran baru dua kali meraih gelar dari turnamen ini, Indonesia harus puas ada di urutan keempat daftar negara peraih gelar terbanyak Superseries Finals, bersama dengan Korea Selatan dan Taiwan berhasil. Hongkong dan Inggris berada di posisi kelima karena baru satu kali juara.

Khusus Indonesia, dua gelar yang diraih itu hanya berasal dari satu nomor yakni ganda putra dan juga berasal dari pasangan yang sam, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ahsan/Hendra, yang kini sudah berpisah, menjadi juara pada tahun 2013 dan 2015.

Untuk edisi 2017, Indonesia mengirimkan tiga wakil. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi andalan dari sektor ganda campuran sedangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo diharapkan bisa melanjutkan tradisi juara ganda putra.

Comments