Akhir pahit bagi Praveen/Debby yang akan “bercerai”

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, menuai hasil yang memprihatinkan dalam laga terakhir kebersamaan mereka sebagai pasangan. Praveen/Debby tersingkir dari ajang BWF Superserseries Finals 2017 tanpa meraih kemenangan.

Dalam laga terakhir penyisihan Grup A di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab, Praveen/Debby kalah 13-21, 17-21 dari pasangan Jepang, Kenta Kazuno/Ayane Kurihara. Alhasil, peraih gelar All England 2016 ini menempati dasar klasemen.

Ini menjadi akhir yang pahit bagi pasangan yang disatukan sejak tahun 2014 karena musim tahun depan mereka “diceraikan” karena pelatih kepala ganda campuran PBSI, Richard Mainaky, ingin melakukan penyegaran. Pada 2018, Praveen akan dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti sedangkan Debby bersama Ricky Karanda Suwardi, yang sebelumnya merupakan spesialis ganda putra.

“Ini keputusan pelatih, penilaian pelatih, mungkin kami butuh direfresh juga. Dengan adanya pasangan baru, mungkin saja Indonesia bisa punya beberapa andalan di ganda campuran. Kita lihat saja waktu berjalan,” ujar Debby seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.

“Kalau masalah dipisah, ini kan untuk jangka panjang, nggak masalah mau dipisah-pisah, kalau ada hasil positif kenapa tidak. Walaupun saya dan cik Debby dipisah, tidak apa-apa, semoga kami dapat hasil yang lebih baik bersama pasangan masing-masing,” tambah Praveen.

Selama berpasangan, Praveen/Debby telah mengoleksi sejumlah gelar di antaranya medali perunggu Asian Games 2014, medali emas SEA Games Singapura 2015, juara India Terbuka Grand Prix Gold 2016, juara All England Superseries Premier 2016 serta juara Korea Terbuka Superseries 2017.

Comments