Persiapan mepet, pemain harus pintar jaga pola makan dan istirahat

Jonatan Christie_PBSI

Dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, mengalihkan fokus menghadapi turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2018. Mereka telah tiba di Fuzhou pada Minggu (4/11/2018) malam dan menjalani sesi latihan di Haixia Olympic Sports Center pada Senin siang.

Waktu persiapan menuju turnamen level super 750 ini terbilang sempit karena semua pemain level elite baru saja menyelesaikan dua turnamen di Eropa yaitu Denmark Open dan French Open 2018. Para pemain hanya punya waktu beberapa hari untuk latihan.

“Saya rasa semua pemain mengalami, bukan hanya kami, semua pemain negara lain juga merasakan ini. Main dengan perbedaan waktu dan persiapan kurang dari seminggu. Kami harus pintar-pintar jaga pola makan dan istirahat,” kata Jonatan soal persiapannya dikutip dari Badmintonindonesia.org.

“Makan juga jangan bebas dulu, dua minggu di turnamen Eropa kan makannya sudah dijaga, biasanya habis turnamen kalau ada libur satu dua hari makannya agak bebas, sekarang mungkin tetap dijaga makannya seperti waktu lagi ikut turnamen,” ujarnya.

Berdasarkan hasil undian, Jonatan dan Anthony berpeluang untuk berjumpa di babak kedua. Namun pada babak pertama, Anthony lebih dulu menghadapi Qiao Bin (China), sedangkan Jonatan ditunggu Prannoy HS dari India.

Anthony Sinisuka Ginting_PBSI

“Anthony harus belajar dari penampilan dia dalam dua turnamen terakhir. Waktu di Denmark Open, permainannya sudah terbaca oleh (Kento) Momota, pada gim ketiga dia terbawa permainan Momota. Sedangkan di French Open, saat serangannya tak berhasil menembus Kantaphon (Wangcharoen), Anthony masih ada keraguan dan akhirnya dia tidak sabar, di bawah tekanan dan melakukan kesalahan sendiri,” ujar asisten pelatih tunggal putra PBSI, Irwansyah, yang mendampingi tim tunggal putra di Fuzhou.

“Jojo ada peningkatan dari dua turnamen Eropa. Sekarang dia harus bisa memanfaatkan kesempatan, harus lebih berani menekan dari awal. Jojo harus lebih belajar bagaimana mengeluarkan kemampuan dia dan kapan untuk tahan dulu,” tambah Irwansyah.

Selain Jonatan dan Anthony, Indonesia juga mengirim pemain-pemain terbaik ke turnamen ini termasuk pasangan ranking satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Pertandingan Fuzhou Open China Open 2018 dimulai Selasa (6/11). Seperti turnamen lain dengan level serupa, tak ada babak kualifikasi sehingga pertandingan langsung memasuki babak utama.

Comments