Alasan Eng Hian rotasi pasangan ganda putri

Pelatih kepala ganda Putri PBSI, Eng Hian, terus mencari ramuan terbaik untuk mengokohkan skuad menghadapi Piala Uber 2018 dan Asian Games 2018. Dia pun mencoba formula baru dengan cara merotasi pasangan untuk tampil dalam event-event tertentu.

Pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Yulfira Barkah, yang selama ini berpasangan, terpaksa dipisah, begitu juga dengan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Nitya akan diduetkan dengan Ketut sedangkan Anggia bersama Meirisa Cindy Sahputri dan Yulfira dengan Rosyita Eka Putri Sari.

“Sampai saat ini saya melihat prestasi Anggia/Ketut belum konsisten, sedangkan mereka sudah cukup lama dipasangkan, begitu juga Nitya/Yulfira yang kemajuannya stuck. Target saya untuk Nitya adalah bisa mendekati kualitas dan prestasi seperti pada waktu berpasangan dengan Greysia,” ujar Eng kepada Badmintonindonesia.org.

“Saya melihat Nitya dan Ketut bisa saling melengkapi dari segi kualitas individu dan kebutuhan sebagai partner di lapangan,” tambahnya mengenai keputusan melakukan rotasi.

Yulfira yang merupakan pemain muda, dinilai Eng, masih butuh banyak jam terbang untuk meningkatkan performa. Yulfira pun perlu mengasah lagi kemampuannya untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Eng juga berharap Rosyita dapat menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan yang sudah lama tak dirasakannya dalam beberapa bulan terakhir akibat pemulihan cedera.

Daftar pemain Indonesia yang tampil dalam ajang Osaka International Challenge 2018 yang berlangsung di Moriguchi, Jepang pada 4-8 April 2018.“Pasangan-pasangan baru ini akan saya beri kesempatan dalam beberapa turnamen untuk melihat hasil dan kemajuannya. Setiap turnamen akan ada target untuk pantauan. Khusus Nitya/Ketut, tuntutannya tentu lebih tinggi dari pasangan yang lainnya,” beber Eng.

Sejumlah pasangan baru ini memiliki kesempatan untuk tampil pada Asian Games 2018 sebagai ganda kedua. Greysia/Apriyani menjadi kandidat terkuat untuk mengisi slot ganda pertama.

“Untuk ganda kedua di Asian Games, masih terbuka untuk siapa pun dengan dasar prestasi terbaik. Soal Piala Uber, saya masih melihat dulu kebutuhan dan hasil dari turnamen sampai batas waktu entry by name,” ujar Eng.

Nitya/Ketut, Anggia/Cindy dan Rosyita/Yulfira akan memulai debut mereka dalam turnamen Osaka International Challenge 2018 dan China Masters 2018 BWF World Tour Super 100.

Comments