Jelang All England 2019: Sekelumit Sejarah dan Atlet Berprestasi dari Indonesia

Bagi penggemar sepakbola, kita mengenal Piala FA sebagai kompetisi tertua di dunia sejak tahun 1871 silam. Kemudian 18 tahun setelah penyelenggaraan Piala FA pada April 1899, muncul kompetisi bulu tangkis tertua di dunia, yang kelak dinamakan All England.

Kejuaraan bulu tangkis tersebut pertama kali dihelat di London Scottish Regiment Drill Hall, Buckingham Gate. Tahun 2019 ini, kejuaraan All England 2019 adalah edisi ke 109 kali dan akan dilaksanakan pada 6-10 Maret 2019 di Arena Birmingham, Inggris.

Simak juga: Ini Lawan-lawan Wakil Indonesia di Babak 32 Besar All England 2019

Dulunya, kejuaraan ini adalah kejuaraan khusus bulutangkis cabang double saja. Kemudian berbagai perkembangan muncul dalam dunia bulutangkis dan kejuaraan ini sampai akhirnya terhenti saat masa perang dunia. Sebetulnya, tak hanya bulu tangkis saja yang terhenti, kompetisi sepakbola dan kehidupan normal pun terhenti saat masa-masa perang tersebut.

 

Indonesia raih gelar ini sejak 1958 silam. Mengutip dari laman badmintalk.com, laga final tunggal putra antara dua pemuda Nusantara, Tan Joe Hok vs Ferry Sonneville menjadi saksi sejarah saat itu. Setelahnya pada 1968 ada Minarni Sudaryanto, Retno Koestijah serta sang pemegang rekor Rudy Hartono dengan delapan gelarnya.

Simak juga: Pesan dan Harapan dari Susy Susanti Jelang All England 2019

Lanjut pada 1979, Indonesia berjaya di All England berkat  Liem Swie King, Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna, dan Christian Hadinata/Imelda Wiguna.  Pada era 90-an, ada nama Susy Susanti, Ardy B. Wiranata, Hariyanto Arbi, Candra Wijaya/Tony Gunawan hingga Ricky Subagja/Rexy Mainaky. Pada era 2000-an, ada nama Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto dan sang jagoan saat ini, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.

 

Comments