Srikanth dan Prannoy bicara soal mundurnya Mulyo

Dua pemain tunggal putra India, Srikanth Kidambi dan Haseena Sunil Prannoy, angkat bicara perihal kabar kepergian pelatih asal Indonesia, Mulyo Handoyo. Mereka mengaku tidak tahu secara jelas.

“Sebetulnya saya tidak tahu apakah dia (Mulyo) sudah berhenti atau belum. Saya belum bicara dengan dia sejak BWF Superseries Finals di Dubai,” ucap Srikanth, seperti dikutip dari Times of India.

“Bahkan pada 2017, bukan cuma Mulyo yang melatih kami, tetapi lebih ke dia dan Gopi (Pullela Gopichand) yang bersama-sama melatih kami,” tambah Srikanth, yang menampil Mulyo sebagai satu-satunya yang memberikan kontribusi.

Srikanth mengatakan bahwa dia berhasil meraih gelar superseries pertamanya saat di bawah didikan Gopichand pada 2014. Hal serupa juga dialami dua pemain tunggal putri India, Saina Nehwal dan Pusarla Venkata Sindhu, ketika meraih medali Olimpiade. Nehwal meraih perunggu Olimpiade London 2012, sedangkan Sindhu mendulang perak pada Olimpiade Rio 2016.

“Kami mulai menuai hasil dalam dua tahun terakhir. Saya pikir Mulyo membawa beberapa perubahan pada jadwal latihan, yang membantu kami semua,” kata Prannoy dalam kesempatan sama.

“Namun, saya harus bilang bahwa ini adalah hasil kolektif selama lima tahun terakhir. Hal itulah yang memberi kami hasil saat ini,” ucap Prannoy lagi.

Mulyo sebetulnya dikontrak Asosiasi Bulu Tangkis India, BAI, selama tiga tahun, dari 2017 sampai 2020. Akan tetapi, Mulyo dilaporkan memutus kontrak lebih cepat karena keluarganya tidak bisa beradaptasi dengan kehidupan di India.

Selain itu, masalah gaji juga dikabarkan menjadi alasan mantan pelatih Taufik Hidayat tersebut mundur. Hingga sekarang, belum ada konfirmasi dari Mulyo perihal kelanjutan masa depannya bersama BAI. Dia justru dikabarkan akan segera merapat ke timnas Singapura.

Comments