Chong Wei minta BWF revisi aturan baru

Pebulu tangkis tunggal putra utama Malaysia, Lee Chong Wei, meminta agar Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), tidak memaksa para pemain top terlibat dalam semua ajang superseries/superseries premier pada satu tahun kalender. Menurutnya, ide tersebut tidak populer.

BWF mewajibkan 15 pemain tunggal putra terbaik dunia bermain dalam 12 turnamen Open sepanjang satu tahun. Hukuman menanti bagi para pemain di posisi tersebut yang mangkir.

Guna mengungkapkan perasaannya tersebut, pemain nomor dua dunia ini bertemu dengan Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer dan sekretaris jenderal Thomas Lund. Chong Wei mendesak BWF mengubah aturan tersebut.

“Kalenderku untuk tahun ini menakutkanku. Saya mungkin ambil bagian dalam 19 turnamen. Saya tidak pernah tampil lebih dari 15 kali dalam setahun, bahkan saat masih muda,” ujar pemain 35 tahun ini seperti dikutip dari Thestar.com.

“Mereka seharusnya tidak memaksa para pemain terlalu banyak tampil dalam berbagai turnamen.

Berdasarkan peraturan baru untuk tahun 2018, para pemain tunggal putra dalam peringkat 15 besar harus tampil dalam tiga turnamen Level Dua, All England, Indonesia Terbuka dan China Terbuka. Mereka juga harus terlibat dalam lima turnamen Level Tiga, Malaysia Terbuka, China terbuka, Denmark Terbuka, Prancis Terbuka dan Jepang Terbuka, serta tambahan empat turnamen Level Empat.

“Kami harus bermain secara total dalam 12 turnamen atau mendapat sanksi. Para pemain juga memiliki kewajiban bermain dalam turnamen besar lainnya seperti kualifikasi dan putaran final Piala Thomas, Commonwealth Games, Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Asia, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia dan Superseries Finals,” ujarnya.

“Bagaimana pemain top bisa mengatasinya? Jika badan dunia tetap bertahan, para pemain top dunia tidak akan bisa memberikan yang terbaik. Mereka akan kehabisan energi dan ada risiko cedera.”

Chong Wei mengatakan, dari hasil pembicaraan dengan Poul-Erik dan Thomas selama berlangsungnya Superseries Finals di Dubai pada bulan lalu, BWF akan merevisi aturan tersebut. Menurutnya, Poul-Erik dan Thomas, yang merupakan mantan pemain, sangat memahami situasi seperti yang dikeluhkan.

Comments