FIFA 19: 5 Pemain Asia Tenggara Dengan Rating Tertinggi

Meskipun FIFA 19 menyediakan tempat untuk sejumlah bintang Asia yang luar biasa seperti Son Heung Min, Alireza Jahanbaksh, dan Takashi Inui; representasi Asia Tenggara masih tertinggal. Pasalnya, mayoritas pemain Asia Tenggara saat ini bermain di liga yang tidak ada di FIFA.

Ada beberapa, yang menemukan diri mereka sendiri menjadi bagian dari permainan favorit penggemar sepak bola setelah pindah ke luar negeri. Jadi, kami memilih lima pemain ASEAN terbaik yang termasuk dalam FIFA 19.

Special mention: Egy Maulana Vikri (Indonesia)

Egy Maulana Vikri, 17 tahun, memiliki rating terendah untuk pemain Asia Tenggara dalam game. Namun bagi mereka yang bermain career mode, pemain muda asal Indonesia ini bisa memiliki rating potensi +18, yang membuat total ratingnya mencapai angka 74.

Pemain muda ini dinilai jago oleh banyak orang dan baru-baru ini diboyong oleh klub Polandia, Lechia Gdansk. Meskipun ia belum tampil untuk tim senior, Maulana Vikri telah bermain apik untuk tim cadangan, di mana ia telah mencetak tujuh gol dalam enam pertandingan.

# 5 Chaowat Veerachat (Thailand)

Masih berusia 22 tahun, Chaowat Veerachat sudah dimasukkan ke dalam tim untuk musim ini oleh Cerezo Osaka. Namun gelandang asal Thailand ini belum tampil untuk tim senior karena masih lebih sering bermain untuk tim cadangan Osaka.

Sang gelandang belum membuat penampilan kompetitif untuk tim senior juga. Ia telah mewakili Thailand di level U16, U19, U21 dan U23. Veerachat sudah memiliki daftar panjang dari prestasinya, setelah memenangkan kompetisi pemain muda dengan Thailand dan kompetisi klub dengan mantan klubnya, Buriram United.

EA Sports telah memberi Veerachat rating 59 dengan rating potensi +5 di career mode.

#4 Theerathon Bunmathan (Thailand)

Bermain bersama pemain seperti Lukas Podolski dan Andres Iniesta di Vissel Kobe, dapat dimengerti bahwa banyak yang akan mengabaikan sosok  Theerathon Bunmathan.

Namun, fullback asal Thailand ini telah menjadi salah satu pemain yang paling konsisten untuk klub Jepang tersebut karena mereka bisa masuk ke posisi lima besar.

Setelah menandatangani kontrak bersama Kobe dengan status pinjaman untuk musim ini, Bunmathan telah bermain untuk tiga klub Thailand di masa lalu – Rajpracha, Muangthong United dan yang paling terkenal, Buriram United. Bek kiri itu juga menjadi nama tetap di lembaran skuad tim internasional setelah membuat lebih dari lima puluh penampilan tim senior bersama Thailand.

Pemain berusia 28 tahun itu telah diberi rating 64 oleh EA Sports di FIFA 19 sehingga membuatnya menjadi pemain peringkat tertinggi keempat dari Asia Tenggara.

#3 Chanathip Songkrasin (Thailand)

Sebagai pemain bintang tim Thailand, saat ini Chanathip Songkrasin bermain untuk Consadole Sapporo di divisi teratas Jepang.

Songkrasin diboyong oleh tin J-League itu ketika mereka berhasil promosi kembali pada tahun 2017. Pemain sayap Thailand itu bergabung dengan Consadole Sapporo dengan status pinjaman. Namun awal tahun ini klub telah mengumumkan bahwa telah mencapi kata sepakat untuk mengontraknya secara permanen mulai 1 Februari 2019.

Pemain sayap 24 tahun itu berada dalam performa yang baik di klub dan negara dalam beberapa tahun terakhir dan telah menerima rating 66 di FIFA 19 dengan rating potensi +3 (career mode).

#2 Teerasil Dangda (Thailand)

Selain menjadi pesepakbola Thailand keempat berturut-turut dalam daftar ini, Teerasil Dangda juga merupakan kapten tim nasional.

Striker ini adalah bagian dari trio Thailand yang pergi ke Inggris untuk bergabung dengan Manchester City setelah Thaksin Shinawatra membeli klub tersebut. Dangda juga memiliki pengalaman satu tahun dengan tim Spanyol, Almeria, memungkinkan dia untuk menjadi pemain pertama keturunan Asia Tenggara yang bermain di La Liga.

Saat ini, Dangda menunjukkan kemampuan terbaiknya di divisi teratas Jepang untuk Sanfrecce Hiroshima.

Sebagai akibat dari masuknya J-League di FIFA 19, striker Thailand itu menjadi salah satu dari pemain Asia Tenggara yang ada di dalam game. Ia juga pemain peringkat tertinggi kedua dari wilayah itu, dengan rating 67.

#1 Neil Etheridge (Philippines)

Nama terbesar dalam daftar adalah – tentunya tidak mengejutkan – Neil Etheridge dari Cardiff City.

Lahir di London, Etheridge mewakili Chelsea dan Fulham di level remaja, sebelum dilepas pada tahun 2014. Tanpa klub selama lebih dari empat bulan, kiper asal Filipina itu kembali ke negaranya hanya untuk dikontrak oleh Oldham FC.

Beberapa tahun berikutnya diikuti ketidakpastian, di mana ia bermain untuk Charlton dan Walsall sebelum Neil Warnock dan Cardiff City datang memanggilnya. Etheridge mengikat kontrak bersama mereka untuk musim 2017/18 dan membantu The Bluebirds meraih promosi ke Premier League.

Penampilan yang mengesankan Etheridge selama musim promosi sekaligus juara bersama Cardiff menyebabkan EA memberinya rating 73 untuk game baru mereka sekaligus rating potensi +2 (career mode). Rating ini berarti menegaskan shot-stopper asal Filipina itu menjadi pemain Asia Tenggara dengan rating tertinggi di FIFA 19.

Comments