FIFA 19: 5 Pemain Paling Underrated

Rating FIFA 19 tahun ini tentu saja telah diperbarui oleh sang produsen game yang sangat sukses dan para penggemar dapat mengharapkan sejumlah perubahan dalam atribut pemain yang mereka cintai di dalam game dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara banyak rating pemain telah dimodifikasi berdasarkan saran FUT oleh penggemar dan kesuksesan keseluruhan yang dimiliki setiap pemain dari musim lalu, EA Sports masih menilai beberapa pemain dengan sangat buruk.

Seperti halnya hampir setiap tahun dengan FIFA, beberapa superstar telah tertinggal jauh di belakang rekan-rekan mereka dalam rating keseluruhan, sementara beberapa lainnya dengan diam-diam bisa naik padahal seharusnya tidak. Ingatlah ini, inilah 5 pemain paling diremehkan di FIFA 19:

#5 Matteo Guendouzi (67)

Karier Matteo Guendouzi mengalami kenaikan pada musim panas ini setelah muncul sebagai anak muda yang pindah ke Arsenal untuk musim mendatang. Sementara hanya beberapa orang yang bisa mengucapkan nama anak muda itu, ia mulai membuat berita tentang apa yang dilihat oleh manajer Unai Emery dalam dirinya dan segera semua yang diributkan menjadi jelas.

Guendouzi bersinar di beberapa pertandingan pertamanya untuk The Gunners ketika ia diperkirakan akan ditinggalkan di bangku cadangan dan pengendaliannya sebagai gelandang bertahan menarik perhatian banyak orang. Bagaimana, meskipun dengan semua ini, pemain asal Prancis ini hanya memperoleh rating 67 yang cukup membingungkan. Rating yang diperbarui belum dirilis, yang membuat kami terus menebak apa yang EA Sports lihat terhadap pemain berusia 19 tahun yang berbakat ini.

#4 Paco Alcacer (79)

Hanya sedikit yang bisa mengantisipasi lonjakan cepat yang dibuat Paco Alcacer dalam durasi singkat dan jelas FIFA 19 juga masuk dalam kategori itu. Performa terbaru striker itu tampaknya telah dilewatkan oleh EA Sports dan mereka tampaknya menyadarinya dengan merilis update dari pemain asal Spanyol itu.

Kartu basic-nya tetaplah rendah, 79, dengan atribut shooting saja yang layak dibicarakan. Physicality di angka 63 cukup mengejutkan, terutama ketika Anda mempertimbangkan berapa kali ia berhasil menang adu fisik dengan pemain bertahan untuk mencetak gol bagi klub dan negaranya dalam beberapa bulan terakhir.

#3 Krzysztof Piatek (70)

Tunggu, ia siapa?

Jika Anda belum mendengar tentang momen terbaik yang terjadi di sepakbola Italia belakangan ini, cari saja dia. Anda pasti akan tercengang. Penyerang asal Polandia yang cepat dan gesit ini telah membuat semua orang terkesan sejak beralih ke klub Serie A Genoa dan ia tidak pernah menoleh ke belakang lagi. 13 gol dalam 8 pertandingan untuk tim Italia di semua kompetisi cukup mencengangkan dan perbandingannya dengan sesama pemain Polandia, Robert Lewandowski sepertinya semakin dekat.

Mempertimbangkan semua ini, bagaimana ia hanya menerima rating 70 cukup membingungkan dan merupakan pemain yang perlu segera diperbarui.

#2 Lucas Moura (82)

Lucas Moura telah membangun ketenaran untuk dirinya sendiri selama bertahun-tahun di mana ia berada dalam dunia olahraga profesional. Namun, ia tertinggal sedikit setelah gagal berkarier di PSG dan kemudian dibuang dari tim nasional Brasil sebagai hasilnya.

Kariernya dihidupkan kembali di Tottenham Hotspur dan kepergian Son Heung-Min untuk Asian Games di awal musim ini bekerja dengan sempurna untuk sang pemain sayap. Lucas berkembang tanpa sorotan dan mencetak dua gol brilian untuk Spurs ketika melawan Manchester United di Old Trafford dan telah menjadi andalan di tim saat ini.

Rating 82 tidak terlalu adil atas bakatnya dan rating 92 untuk kecepatan adalah satu-satunya atribut nyata yang layak untuknya. Meskipun rating dribbling-nya juga bagus, keseluruhan permainannya tidak terlalu hilang dan merupakan salah satu yang perlu diperhatikan.

#1 Memphis Depay (83)

Mantap pemain gagal Manchester United, Memphis Depay telah membangkitkan kariernya di Olympique Lyonnais dan pemain asal Belanda itu tampaknya hanya fokus melihat ke depan dan ke atas dari titik yang sekarang.

Sebuah pertandingan yang tak terlupakan melawan Manchester City di Liga Champions tahun ini adalah salah satu yang menarik darinya, sementara penampilannya untuk Lyon musim lalu dan musim menunjukkan bakat terbaiknya. Tim nasionalnya juga akan bangga dengan striker yang sekarang mau menjemput bola, tetapi tampaknya FIFA 19 seperti tidak memperlakukannya secara adil.

Rating kecepatan dan dribbling-nya bagus, tetapi sisanya mengecewakan dan sama sekali tidak cukup baik mengingat betapa kemampuannya sudah terbukti.

Comments