Dota 2 Bisa Menjadi Game Terlarang di Filipina

Dota 2 dan banyak game ‘kekerasan’ lainnya mungkin akan bermasalah di Asia Tenggara, khususnya di Filipina karena calon Senator di negara itu ingin menggantikannya dengan ‘game edukasi’.

Beth Lopez, yang berencana untuk mengajukan pencalonan untuk pemilihan di Senat Filipina, mengatakan bahwa ia berencana untuk membeli lebih banyak game edukasi dan menjadi pengganti untuk game yang sudah ada seperti Dota 2.

Wanita berusia 58 tahun itu telah meminta para programmer di negaranya untuk mencoba dan mengembangkan permainan yang ‘baik untuk masyarakat’ dan membawa pesan bagus sehingga para siswa dapat bermain dan belajar pada saat yang bersamaan. Ia juga mengatakan bahwa siswa yang kesulitan dengan nilai akademis mereka, lebih memilih bermain game yang berdampak buruk kepada pendidikan mereka.

“Rencana saya adalah memunculkan game edukasi. Misalnya, permainan studi sosial. Jadi saya meminta para programmer di negara kami, menciptakan game baik untuk orang-orang. Lakukan itu dari subjek di dalam game. Dengan demikian, mereka bermalam di warnet, tidak hanya bermain tetapi mendapat pelajaran ”.

Komentar Lopez adalah sesuatu yang membingungkan untuk dikatakan paling tidak ketika eSports, sebagai bisnis dan sebagai olahraga, semakin meningkat setiap hari dan tidak akan lama sebelum menjadi salah satu olahraga top dunia.

Comments