Pemain Dota 2, ‘Skem’ Diserang Karena Komentar Rasis

FIFA Global Series’ FUT Champions Cup takes centre stage in Singapore

Pemain carry dari compLexity Gaming (coL) divisi Dota 2, Andrei “skem” Ong, sedang menjadi bulan-bulanan setelah memberikan komentar menjurus ke arah rasisme dalam turnamen Dream Hack DreamLeague Season 10.

Sebelum tanda pertandingan dimulai saat Game 1 antara coL melawan tim Tiongkok, Royal Never Give Up (RNG), Ong menulis “Gl chingchong” di chat box.

Ketika “Gl” yang artinya adalah “good luck,” kata kedua dari chat Ong tampaknya menjadi ejekan untuk bahasa Tiongkok.

Pemain RNG tidak membalas chat Ong selama pertandingan. Mereka berhasil menang dengan skor 2-1 sehingga menjatuhkan CoL ke lower bracket.

Ong, pemain Filipina berusia 17 tahun, segera meminta maaf di Twitter setelah pertandingan usai, tetapi ia terus dihujat di sana.

Manajemen CoL mengumumkan di Twitter bahwa Ong akan diberikan “teguran resmi” dan “denda maksimum” untuk aksi buruknya.

“Kami akan terus bekerja dan mendidik semua pemain kami untuk memastikan bahwa perilaku semacam ini tidak terulang lagi,” tambah manajemen COL.

Sementara itu, rekan setim Ong, Jacky “EternaLEnVy” Mao membela dia di Twitter dengan mengatakan “ia sama sekali tidak memiliki niat buruk,” meskipun mengakui bahwa “apa yang dia tulis adalah salah.”

“Ia benar-benar salah satu orang paling setia dan baik yang pernah bermain bersama saya,” tulis Mao.

Ong bergabung dengan CoL pada September tahun ini. Ia sebelumnya bermain untuk tim Acion Arena, Signify, Geek Fam, HappyFeet dan TuskUs Titans.

DreamLeague adalah turnamen minor pertama dari musim Dota Pro Circuit 2018-2019, dengan hadiah sebesar $300.000 dan 500 poin DPC.

Comments