Politisi Jerman Ingin Menghapus Esports Dari Dunia Olahraga

Politisi frefGerman dan Menteri Dalam Negeri dan Olahraga, Hesse Peter Beuth, mengatakan bahwa dia ingin “memusnahkan” istilah “esports” karena “tidak ada hubungannya dengan olahraga.”

Dilansir Spiel Times, Beuth membuat pernyataan itu dalam pidato kepada para peserta kongres gymnastics dan olahraga di Darmstadt, Jerman.

“Esports tidak ada hubungannya dengan olahraga. Kita perlu memusnahkan istilah itu. Saya belum tahu bagaimana menggerakkan jempol dan telunjuk bisa menjadi olahraga, bahkan jika ada sesuatu yang bergerak di layar,” kata Beuth.

Dia membuat pernyataan itu karena koalisi yang berkuasa di Jerman memiliki rencana untuk mengakui esports dalam serikat yang akan memungkinkan para atlet dan organisasi esports untuk mendapatkan keuntungan dari hak-hak asosiasi. Jika hak-hak ini diberikan, klub esports dapat dibentuk dengan kesejahteraan dan tunjangan yang dicakup oleh hukum Jerman.

Beuth telah menentang rencana tersebut dan menyebutnya sebagai “bencana besar”. Politisi itu berpendapat bahwa turnamen esports tidak dimainkan oleh aturan asosiasi olahraga tradisional tetapi dari “perusahaan Amerika.”

“Kongres ini adalah tentang pendidikan dan kesehatan. Kami ingin membawa anak-anak ke gym dan ke lapangan. Game memiliki nilainya sendiri. Tapi itu tidak termasuk dalam organisasi olahraga karena ia menghiasi diri dengan gelar yang nilai-nilainya saya tidak rasakan,” tambah Beuth.

Sementara itu, Ralf-Rainer Klatt, Wakil Kepala Sekolah Landessportbund Hessen, organisasi olahraga terorganisir di negara bagian Hesse, Jerman, membela gerakan itu. Dia berpendapat bahwa ketika anak muda masuk ke klub dan “mengatakan bahwa [mereka] suka melakukan esports sebagai olahraga tim, maka itu adalah sesuatu yang berbeda dari ketika individu itu sendirian dengan konsol [atau] komputer.”

“Anda harus mempertimbangkan esports sebagai bagian dari proses digitalisasi masyarakat kita, yang [baru saja] masuk ke dalam olahraga,” tambah Klatt.

Jerman telah menjadi andalan industri esports global untuk waktu yang lama sekarang, dengan Electronic Sports League (ESL), perusahaan esports terbesar dan tertua, yang berbasis di Cologne.

ESL secara teratur menyelenggarakan turnamen untuk berbagai game esports, seperti Dota 2 dan Counter-Strike: Global Offensive, di kota kelahirannya di Cologne serta kota lain di Jerman, termasuk Hamburg.

Raksasa makanan cepat saji, McDonald bahkan membatalkan kesepakatan sponsor yang sudah ada sebelumnya dengan Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) untuk berkerja sama dengan ESL Meisterschaft, kejuaraan esports nasional ESL di Jerman.

Comments