FITUR WAWANCARA – Ruth Theresia: Jawara Lari Asia Yang Banting Setir Dari Dunia Basket

FOXSPORTS.CO.ID – Sabtu sore, sekitar pukul 3 waktu setempat, Spritzer EcoPark di Taiping, cukup sejuk saat itu. Saya dijanjikan bertemu dengan salah satu juara lari trail Asia asal Indonesia bernama Ruth Theresia. Selidik punya selidik, Ruth gagal berpartisipasi lomba kali ini di The North Face – Malaysia Mountain Trail Festival 2019 (TNF – MMTF 2019) di kategori 25 Km.

“Harusnya ikut race tapi pekan lalu baru aja ikut race di Gunung Lawu, Jawa Tengah dan ikut yang 50 Km dan kebetulan saya saat ini belum sehat betul, belum recovery. Lagian, ada masalah cidera juga di bagian samping paha kanan. Sebelum ke sini (Taiping) sempat cek ke fisioterapi dan disarankan untuk istirahat dulu. Jadi kemarin di Lawu jadi race terakhir di 2019.”

Meski gagal race, Ruth datang ke Taiping ternyata jadi salah satu brand ambassador produk nutrisi olahraga kali ini. ia juga mengaku ingin bertemu rekan-rekannya dari negara lain yang ikut di race TNF – MMTF 2019.

Baca: Malaysia Mountain Trail Festival 2019 Ingin Promosikan Wisata Taiping dan Perak

View this post on Instagram

Today is the @asiatrailmaster final race of the 2019 season. I won't be racing, but I'm here to support and represent @univedsports as #UnivedElite for @mmtf.my in Taiping, Malaysia. Thank you @sportliciousmalaysia for the invitation 🙌🏾 I'm super excited to see the elites line up, amongst all males and females. I'm pretty sure it will be HOT 🔥🔥 I'm so glad to be here and having an opportunity to see the new ATM champions. I've been pulling out of the competition for the whole year, it's time to ROAR into 2020 season 🦁 So, who' s going to be crowned as new female ATM champion this year? We will see at the finish line #trailrunning #asiatrailmaster #univedathlete #univedsports #womenwhofly #t8run 📷 @itr.run

A post shared by Ruth Theresia (@ruth.theresia) on

Satu yang menarik dari Ruth Theresia adalah bahwa ia mantan atlet profesional basket dan ikut klub Rajawali Bandung. Saya coba mengonfirmasinya dan ia menceritakan kenapa bisa banting stir ke olahraga ekstrim seperti lari trail ini.

“Dari kecil memang kecimpungnya dunia basket, sampai bisa main di kompetisi UNBL satu tahun. Setelahnya barulah diajak temen untuk ikut komunitas lari anak muda gitu di Bandung (BR20) tahun 2015 pertengahan dan baru kenal dunia lari trail di 2016 karena ikut komunitas Bandung Explorer. Nah akhirnya nemu passion baru di lari trail ini karena lebih variatif arenanya,” jelas Ruth.

“Baru dari situ saya cari kompetisi balap dan ketemu Asia Trail Master (liga-nya balap lari trail di Asia) di 2016. Mulai 2017 sudah punya rencana akan ikut race mana saja karena sistemnya ranking dan ada akumulasi poin. Dua tahun di kompetisi ATM dan 2018 jadi juara.”

Saya pun masih penasaran mencari alasan sebenarnya Ruth banting setir ke dunia lari trail dari basket pro. Ia menjawab, “karena saat itu mikirnya: yaudahlah mungkin karier basketnya mentok sampai sini, dan saat itu mikirnya juga mau mencari kerja juga. Tapi ya memang ikut lari karena diajak teman dan akhirnya nemu passion baru, mirip orang jatuh cinta dan apalagi kariernya juga menjanjikan kalau di Indonesia. Karena memang di Indonesia masih sedikit pelarinya.”

Ke halaman selanjutnya >>>

Comments