Cristiano Ronaldo Adalah Anugerah: Tidak Hanya Bagi Juventus, Tetapi juga Bagi Serie A

Angga SP Angga SP

Sejak Inter Milan merajai Eropa pada 2010 lalu, klub-klub Serie A Italia tak pernah lagi dipandang sebagai tim papan atas Eropa. Liga ini dianggap mulai tak menarik.

Pemain-pemain berkualitas berangsur-angsur hengkang dan pemain bintang tak kunjung bisa didatangkan. Apalagi empat tahun sebelumnya nama Serie A sempat tercoreng akibat skandal memalukan bernama calciopoli.

Makin parah, banyak tim terancam bangkrut, bahkan ada yang memang sudah bangkrut, sehingga terpaksa menjual sebagian besar sahamnya. Parma, misalnya. Diawali dari penumpukan utang hingga 15 miliar euro lebih pada 2003 lalu, status kepemilikan tim bersejarah ini selalu berubah-ubah tak menentu. Prestasi mereka pun turun drastis. Suatu kali mereka dijual seharga 30 juta euro, kali lain hanya 1 euro. Mereka juga sempat turun kasta hingga ke Serie D sebelum akhirnya kembali ke kasta tertinggi per musim depan.

Memang, dalam empat tahun terakhir, Serie A lewat Juventus berhasil menjajak final Liga Champions sebanyak dua kali. Namun, sebatas itu. Hanya masuk final, sebab dua-duanya berujung kekalahan, dan salah satunya dengan skor yang lumayan telak.

Maka tatkala Selasa kemarin Juventus mengumumkan kedatangan Cristiano Ronaldo, asa kembali melangit bagi mereka dan juga Serie A secara keseluruhan.

Bagi Juventus, kedatangan sang pemain masih akan sangat menguntungkan dalam banyak hal. Kendati usia Ronaldo kini tak lagi muda serta biaya transfernya yang kelewat tinggi, perlu diingat bahwa ia merupakan satu dari dua pemain sepakbola paling ‘gila’ di dunia. Dengan jumlah golnya yang selalu lebih dari 30 per musim, ia bisa lima kali meraih Ballon d’Or.

Selain itu, dari segi pencapaian bersama tim, terutama di Liga Champions, Ronaldo juga telah meraihnya sebanyak lima kali. Sekali bersama Manchester United dan empat kali saat berseragam Real Madrid. Ini adalah jumlah yang bahkan lebih banyak dari capaian Juventus sendiri.

Berbagai catatan spesial itu tentu membikin para fans berharap agar Ronaldo bisa menularkannya ke Juventus, terutama soal capaian di Liga Champions yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi target utama. Soal menjuarai Serie A jangan ditanya. Jauh sebelum kedatangan Ronaldo, Juventus bahkan sudah menjadi raja.

Lebih dari itu, kedatangan Ronaldo juga diharapkan bisa menjadi mesin pendulang laba. Ingat saat Manchester United membeli Paul Pogba? Nominal transfer sang pemain yang begitu tinggi saat itu bisa tertutupi hanya dalam waktu kurang dari semusim.

Ronaldo, yang lebih tenar dari Pogba, juga sangat mungkin berefek demikian, bahkan bisa saja lebih. Jersey-jersey bertuliskan namanya akan laris keras dan tiket-tiket pertandingan Juventus tak pernah bersisa. Dengan begini, uang tebusan sebesar 100 juta euro yang dikeluarkan tak akan ada artinya.

Sementara bagi Serie A, kehadiran Ronaldo bisa menjadi sumber keuntungan secara tak langsung. Nilai hak siar akan meninggi dan stadion-stadion yang menjadi tempat di mana megabintang bermain akan selalu dipenuhi. Ujungnya: pamor Serie A kembali meninggi dan pendapatan masing-masing klub semakin besar yang artinya permasalahan finansial yang sempat lama membelit klub-klub Italia akan teratasi.

Omong-omong soal pendapatan dari hak siar, La Liga Spanyol menjadi contoh tepat mengenai hal ini. Adanya sosok bintang macam Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di liga itu, juga persaingan Real Madrid dan Barcelona, sudah cukup untuk membikin La Liga mendunia dan meraup untung, sekaligus juga membuat klub-klub lain tak bermasalah secara finansial. Pada 2015 saja, misalnya, nilai hak siar mereka mencapai 2,69 miliar euro. Jumlah ini adalah yang tertinggi kedua setelah Premier League.

Tingginya nilai jual La Liga itu kemudian membuat pemain-pemain bintang tak ragu untuk hijrah ke La Liga. Menariknya, para pemain tersebut tak hanya datang untuk bermain bagi Real Madrid dan Barcelona, tetapi juga klub lain seperti Atletico Madrid yang kini mulai dianggap setara. Klub-klub lain juga mulai merangkak mencari celah. Valencia, misalnya. Sejak musim lalu, mereka mulai berani mendatangkan sejumlah pemain top.

Dampaknya, tentu saja, La Liga tak lagi semembosankan dulu karena hanya melibatkan dua klub di pertarungan menuju juara. Kini sudah ada Atletico sebagai orang ketiga dan Valencia yang siap merusak suasana.

Serie A sendiri, sementara itu, ada di urutan kelima menyangkut nominal hak siar ini. Termasuk yang rendah jika dibandingkan dengan nilai hak siar empat liga top lain. Dengan adanya Ronaldo, sangat mungkin posisi mereka berubah, semakin naik, sebab akan banyak stasiun televisi yang membeli hak siar Serie A untuk ditayangkan di televisi-televisi nasional.

Dan yah, bisa saja stasiun televisi tersebut salah satunya dari Indonesia. Jika memang demikian, maka dahaga para fans Serie A akan segera terobati sebab selama beberapa tahun terakhir tak ada stasiun televisi nasional yang menayangkan liga yang populer pada 1980 hingga 1990-an ini secara gratis.

Memicu Klub lain untuk Semakin Berbenah

Dengan adanya Ronaldo, sangat mungkin posisi mereka berubah, semakin naik, sebab akan banyak stasiun televisi yang membeli hak siar Serie A untuk ditayangkan di televisi-televisi nasional.

Dominasi Juventus di Serie A dalam beberapa tahun terakhir menyadarkan klub-klub lain untuk berbenah. Napoli mulai berani mendatangkan pemain-pemain dan pelatih berkualitas. AS Roma melakukan banyak pembenahan di skuat mereka. Inter Milan pun sama. Begitu pula dengan AC Milan yang dalam dua tahun terakhir membelanjakan banyak sekali uang.

Dan saat mereka, terutama Napoli, mulai bisa mendekati level sang jawara, Juventus tiba-tiba mendatangkan seorang pemain sekaliber Cristiano Ronaldo.

Pertanyaannya, apakah mereka akan tinggal diam?

Semestinya tidak. Mungkin mereka tak akan dengan langsung merekrut pemain seharga 100 juta euro. Namun yang jelas, bagaimana pun caranya, kedatangan Ronaldo akan memicu klub-klub seperti Napoli yang punya potensi merusak singgasana Juventus untuk melakukan pembenahan. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir kondisi finansial mereka mulai membaik, ditambah pula level permainan sudah kembali berada pada trek yang benar.

Comments