Cara Real Madrid Mengatasi Kepergian Ronaldo

FourFourTwo ID FourFourTwo ID

Real Madrid kini harus menghadapi kenyataan bahwa pencetak gol terbanyak mereka telah pergi. Kira-kira langkah apakah yang akan mereka ambil? Mencari pengganti yang setara dengannya ataukah ada solusi lain? Thore Haugstad mengeksplorasi opsi yang dimiliki raksasa La Liga ini.

Bagaimana cara Anda menggantikan sosok yang rata-rata mencetak gol sebanyak 50 gol dalam setahun, selama sembilan musim? Pada tahun 2009 lalu, ketika Cristiano Ronaldo bergabung dengan Real Madrid, Manchester United tahu betapa sulitnya hal tersebut ketika mereka harus merosot ke posisi kedua setelah tiga kali juara liga secara berturut-turut.

Padahal, saat itu Ronaldo bahkan belum mencetak gol sebanyak sekarang, setidaknya tidak sebanyak jumlah gol yang ia ciptakan di Madrid – klub yang baru saja ia tinggalkan, tempat ia membuat rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan capaian 450 gol dalam 438 pertandingan. Kepada siapa pun yang nantinya akan mengenakan nomor punggung yang ia tinggalkan: semoga beruntung. Percayalah, Anda butuh keberuntungan.

Begitu juga dengan Madrid. Mereka juga butuh keberuntungan itu. Jika saat di United Ronaldo adalah bagian terpenting dalam strategi serangan mereka, di Madrid dia telah menjadi titik pusat tim selama hampir satu dekade; ia bagaikan bintang dengan sembilan pemain lain mengorbit di sekelilingnya. Para direksi memanjakan egonya, rekan-rekan satu timnya memberikan peran utama kepada dirinya. Madrid tidak hanya harus putar otak untuk mencari pengganti yang memiliki kemampuan mencetak gol seperti Ronaldo, mereka juga harus merestrukturisasi tim mereka saat ini.

Mungkin masih bisa dimengerti alasan kenapa akhirnya ia dijual ke Juventus untuk €112 juta (hampir £100 juta), mengingat hubungannya yang agak merenggang dengan Presiden Florentino Perez dan saat ini usianya sudah 33 tahun. Tapi, tentu saja mereka sekarang harus merekrut seorang pengganti. Apakah benar begitu?

Menunggu dalam bayang-bayang

Itu bisa menjadi kesimpulan awal. Tetapi mudah untuk melupakan berapa banyak pemain berbakat yang telah ditimbun oleh Madrid dalam skuat mereka, dan sejauh mana para penyerang mereka harus menghabiskan beberapa tahun terakhir dalam bayang-bayang Ronaldo, menunggu momen tepat untuk menjadi pusat perhatian.

Khususnya Gareth Bale. Pemain asal Welsh ini memiliki keinginan untuk memenangkan Ballon d’Or, ambisi yang tidak akan pernah terpenuhi selama Ronaldo ada. ‘Cardiff Express’ sudah berkali-kali memberikan performa terbaiknya ketika Ronaldo tak dimainkan, seperti ketika ia mencetak beberapa gol penentu di musim 2016/17. Selama dua musim terakhir, Bale telah mencetak 35 gol dalam 49 pertandingan liga, rekor yang tidak buruk. Perez, yang telah berinvestasi besar untuk mendatangkannya, tahu apa yang bisa dilakukan Bale saat ia fit dan mendapat kepercayaan.

Sama juga ceritanya dengan Marco Asensio, bocah berumur 22 tahun yang mencetak gol-gol cantik musim lalu. Pemain asal Spanyol ini dilihat sebagai calon yang mumpuni untuk meraih Ballon d’Or, karena alasan yang kuat, dan pemain seusianya dan potensinya pasti menjanjikan untuk dapat bermain di tim utama. Sementara bagi playmaker Isco, pelatih baru El Real, Julen Lopetegui telah membangun strategi serangan tim nasional Spanyol di sekitarnya dan tentunya ia ingin Isco terlibat juga di Madrid. Dengan Luka Modric dan Toni Kroos tak tergantikan di lini tengah, Isco pasti akan digunakan dalam peran yang lebih advance.

Madrid juga masih memiliki James Rodriguez, yang masih dalam peminjaman selama dua tahun di Bayern Munich. Playmaker Kolombia ini meninggalkan Santiago Bernabeu karena ia diabaikan oleh Zinedine Zidane, tetapi, tampaknya ia ingin kembali sekarang karena Zidane sudah pergi. Ketika James dalam kondisi terbaiknya, hanya sedikit pemain yang lebih baik dari pada dirinya.

Yang terakhir, Madrid juga masih memiliki striker bernama Karim Benzema. Jika seluruh pemain ini dijadikan satu, mungkin Anda sudah cukup untuk bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ronaldo. Kekhawatirannya, bagaimanapun, adalah jumlah gol yang bisa mereka berikan.

Insting membunuh

Karena Ronaldo tidak hanya mencetak 450 gol, ia juga memberi Madrid sebuah kehadiran yang luar biasa. Dia mengintai di dalam kotak penalti, berlari, bertarung untuk mendapatkan celah, dan menguji kiper dari jarak jauh. Pemain depan Madrid lainnya adalah kreator serangan yang baik, dan beberapa dari mereka mungkin lebih sering melepaskan tendangan lebih banyak tanpa Ronaldo di sana. Tetapi tidak satupun dari mereka memiliki naluri pembunuhnya.

Bentuk simbolis itu adalah Benzema, yang terus menjaga kepemilikan nomor punggung 9 selama bertahun-tahun karena kerja samanya yang apik dengan Ronaldo. Pemain asal Prancis itu mencetak lima gol dalam 32 pertandingan liga musim lalu, jumlah yang nyaris tak bisa dipercaya untuk ukuran seorang striker Madrid, dan dengan Ronaldo pergi, nilainya sudah pasti menurun. Adapun Bale, catatan cederanya memberi Lopetegui tidak memiliki jaminan.

Semua itu pasti akan membuat Perez untuk merekrut seorang pemain. Dia mungkin bahkan telah berusaha melakukannya, mengingat kebanggaannya dalam membawa nama-nama luar biasa ke Bernabeu; sebuah tradisi Madrid yang sudah terjadi sejak masa kejayaannya di tahun 1950-an. Mereka belum membuat perekrutan besar lagi sejak membeli James empat tahun lalu dan, dengan uang dari transfer Ronaldo menambah pemasukan mereka yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia sepak bola, Madrid kini dapat menghabiskan banyak uang. Satu-satunya masalah adalah mencari tahu siapa yang harus mereka dapatkan.

Pilihan yang sulit

Saat Madrid membutuhkan pemain bintang baru, target demi target potensial mereka malah sedang tidak tersedia sekarang ini. Kylian Mbappe sudah mengatakan setelah final Piala Dunia lalu bahwa dia akan bertahan di Paris Saint-Germain, dan Madrid telah mengeluarkan dua penyangkalan tentang tawaran untuk Neymar. Satu-satunya target utama yang realistis adalah Eden Hazard, yang mengatakan minggu lalu bahwa ia mungkin mempertimbangkan untuk meninggalkan Chelsea. “Anda tahu tujuan yang saya sukai,” katanya kepada wartawan, yang menyiratkan Madrid.

Namun, meski Hazard adalah salah satu pemain top saat ini, Madrid pantas khawatir dengan persentase golnya, terutama jika mereka melihatnya sebagai pengganti langsung Ronaldo. Pemain Belgia yang mempesona ini bisa menghasilkan sesuatu dari situasi tak berbahaya, namun belum pernah mencetak lebih dari 16 gol dalam satu musim liga di Stamford Bridge, yang mana jauh di bawah standar Ronaldo.

Karenanya, mendapatkan seorang penyerang tajam yang efektif mungkin lebih masuk akal dengan adanya Bale, Asensio, Isco, dan mungkin James mengkreasi peluang di belakangnya. Titik terlemah mereka, bagaimanapun juga, tampaknya ada di depan, dengan Benzema menjalani musim yang tidak produktif dan striker cadangan mereka, Borja Mayoral, saat ini masih berusia 21 tahun.

Namun di antara target potensial mereka, Harry Kane telah menandatangani kontrak baru selama enam tahun dengan Tottenham pada bulan Juni lalu, sementara Robert Lewandowski, striker Bayern Munich, akan berusia 30 tahun pada bulan Agustus mendatang. Sulit untuk melihat sebuah solusi langsung atas masalah ini.

Mungkin, Madrid akan mempertimbangkan Mauro Icardi milik Inter, pencetak gol terbanyak Serie A musim lalu, meskipun transfer tersebut tidak akan selevel dengan jika mereka berhasil mendapatkan Lewandowski atau Kane. Cara terbaik saat ini adalah dengan menandatangani pemain paling berbakat yang sekarang tersedia, dalam kasus ini, Hazard, dan berharap semua penyerang mereka bisa memanfaatkan setiap kesempatan. Harusnya, akan ada lebih banyak gol tercipta lewat kerja sama antara Benzema, Bale, dan Asensio jika dibandingkan dengan saat Ronaldo ada di sekitar mereka; sekarang adalah waktu mereka untuk membuktikannya.

Lagipula, tidak ada pemain yang dapat menggantikan pemain asal Portugis bernomor punggung 7 ini sendirian. Tetapi, jika ada yang bisa memiliki solusi untuk bermain secara kolektif, itu adalah Madrid.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com

Comments