DFB Bantah Tudingan Ozil

Buntut panjang mundurnya Mesut Ozil dari Timnas Jerman membuat DFB gerah. Federasi Sepakbola Jerman itu berikan klarifikasi balasan terkait kasus yang terkesan dipolitisasi terkait foto Ozil dan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki.

Pihak DFB membela diri dan balik mempertanyakan tindakan Ozil yang seolah diserang isu rasis.

“Apa yang kita semua harus gabungkan di dalam dan di luar lapangan adalah ketaatan terhadap hak asasi manusia, advokasi kebebasan berekspresi dan rasa hormat, toleransi dan permainan yang adil,” dalam pernyataan DFB Senin (23/7).

“Tetapi penting bahwa Mesut Ozil memberikan jawaban untuk foto ini, terlepas dari hasil di Piala Dunia Rusia. Di DFB, kami menang dan kalah bersama, semuanya sebagai tim. Apa yang kita semua harus gabungkan di dalam dan di luar lapangan adalah ketaatan terhadap hak asasi manusia, advokasi kebebasan berekspresi dan rasa hormat, toleransi dan permainan yang adil.

“Komitmen untuk nilai-nilai dasar ini diperlukan untuk setiap pemain yang memainkan sepakbola untuk Jerman. Oleh karena itu, foto dengan presiden Turki Erdogan telah menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang di Jerman. Kami mengakui secara kritis bahwa DFB juga telah memberikan kontribusi untuk menangani topik tersebut, dan disesalkan bahwa Mesut Ozil merasa bahwa dia belum cukup dilindungi sebagai sasaran slogan rasis terhadap pribadinya.

“Tetapi penting bahwa Mesut Ozil memberikan jawaban untuk foto ini, terlepas dari hasil Piala Dunia Rusia. Di DFB, kami menang dan kalah bersama, semuanya sebagai tim.”

Asal Mula Kisruh Ozil-DFB

Satu bulan sebelum membela Jerman di Piala Dunia, Ozil bertemu dengan Presiden Turki Erdogan bersama pemain Timnas Jerman lainnya, Ilkay Gundogan, yang juga keturunan Turki.
Ozil mengatakan dia dan Gundogan berbicara tentang sepak bola dengan Presiden tersebut. Setelah itu, foto-foto dirilis oleh Partai AK yang memerintah Turki dalam persiapan untuk pemilihan di negara itu, yang dimenangkan oleh Erdogan.
Banyak politisi Jerman mempertanyakan loyalitas Ozil dan Gundogan terhadap nilai-nilai demokrasi Jerman. Jerman sebelumnya mengecam penindasan pemimpin Turki pada perbedaan pendapat politik menyusul kudeta yang gagal.
Para pemain memang bertemu dengan presiden FA Jerman untuk menjelaskan gambar itu, meskipun Ozil belum mengeluarkan pernyataan publik tentang masalah tersebut sampai hari Minggu (22/7). Menurut Ozil dia akan dianggap “tidak menghormati tanah nenek moyangnya” jika dia tidak berfoto dengan presiden Turki tersebut.

Comments