Ada Insiden di Kanjuruhan, Arema Pasrah Dengan Sanksi Komdis PSSI

Derby Jawa Timur antara Arema FC versus Persebaya menjadi sorotan banyak orang setelah jeda liga pasca kasus Haringga Sirila di Bandung beberapa waktu lalu. Banyak pihak berharap atmosfer kedamaian antar suporter bisa dimulai dari laga derby ini.

Namun sayangnya, kemenangan tipis 1-0 Arema ini ternoda oleh kelakuan suporternya sendiri. Beredar tayangan pengeroyokan yang diduga copet, adanya tayangan pendek tertangkapnya seorang Bonek yang diamankan oleh pihak keamanan, terdengarnya nyanyian rasis, kemudian melubernya Aremania ke lapangan sampai kepada insiden perobekan bendera/spanduk Persebaya oleh oknum Aremania saat itu.

Kericuhan ini jelas memalukan. Apalagi laga tersebut dihadiri beberapa petinggi seperti sekjen PSSI, Ratu Tisha dan Exco PSSI, Gusti Randa. CEO Arema yang juga ketum staff PSSI, Iwan Budianto pun hadir saat itu. Selain itu juga, para suporter ini tidak mengambil pelajaran dari Persib dan suporternya yang dijatuhi sanksi berat oleh PSSI.

“Kami membuka mata dan sadar, sesadar-sadarnya adanya fakta pelanggaran berat yakni masuknya penonton di lapangan. Panpel Arema sangat menerima bakal berbuah sanksi berat mungkin laga tanpa penonton. Semoga sanksi yang akan diterima menjadi momentum efek jera dan kebaikan untuk semua,” tulis Arema, lewat unggahan instagram resmi mereka.

Sedangkan pihak PSSI, lewat waketum mereka, Joko Driyono berstatemen bahwa, “pada laga ini, PSSI menurunkan tim pemantau yang melihat langsung terjadinya beberapa pelanggaran. Hasil laporan tim ini melengkapi laporan pengawas pertandingan dan akan menjadi refrensi sidang Komisi Disiplin dalam menjatuhkan sanksinya,” seperti dilansir laman Goal.

Comments