5 Pemain yang Gagal Bersinar di Piala AFF 2018

Lima pemain ini diharapkan bisa memberikan yang terbaik bagi negara dari awal turnamen, tetapi malah tidak bisa menunjukkan kelasnya sebagai pemain terbaik di lapangan dan hilang begitu saja di setiap pertandingan…

5. Alberto “BETO” Goncalves (Indonesia)

Walaupun ada beberapa nama pemain Indonesia yang bermain di bawah ekspektasi banyak pihak, entah kenapa Alberto “Beto” Goncalves adalah salah satu nama yang paling banyak keluar ketika kita tanya siapa pemain yang gagal bersinar di AFF kali ini. Pemain depan kelahiran Brazil ini datang ke Piala AFF 2018 sebagai pencetak gol yang handal bagi timnya, Sriwijaya FC, 33 gol dari 56 penampilannya di Liga 1 dia catatkan di dua tahun terakhir.

Bermain di empat pertandingan Indonesia, dengan lebih dari 300 menit waktu bermain, Beto hanya bisa melepaskan satu tembakan ke gawang lawan dan mencetak satu gol. Mengejutkan bukan?

4. Aee Soe (Myanmar)

Sama seperti Indonesia, Myanmar juga gagal lolos ke babak semifinal setelah mereka kalah di pertandingan terakhir mereka melawan Malaysia, walaupun mereka sebelum pertandingan tersebut adalah pemuncak klasemen, tetapi sama sekali tidak berdaya di Bukit Jalil karena harus kalah 3-0 dari tuan rumah.

Dan bersamaan dengan kegagalan Myanmar di turnamen ini, nama Aee Soe langsung keluar sebagai salah satu alasan kenapa mereka gagal di babak grup. Pemain 22 tahun ini, gagal memenuhi harapan para pecinta sepakbola Myanmar, karena pemain Yangon United ini seperti kehilangan tajinya, tidak seperti yang dia tunjukkan ketika membela klubnya.

Bermain hanya selama 42 menit, dia sama sekali tidak berhasil melepaskan tembakan di turnamen ini.

3. Faris Ramli (Singapura)

Satu lagi pemain yang gagal membawa negaranya lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018, Faris Ramli dari Singapura. Dia bermain di semua pertandingan babak grup bagi Singapura, tetapi penampilannya tidak terlalu “wah” sepanjang turnamen ini. Sebagai seorang pemain sayap, statistiknya jauh dari kata mengesankan, 64% umpan sukses dengan rincian 37 kali umpannya sukses menemui rekannya, dari total 58 kali usahanya.

Pemain berusia 26 tahun ini memang sukses mencetak satu gol, tetapi kontribusinya sangatlah minim di tim asuhan Fandi Ahmad tersebut dan gagal membawa negaranya lolos ke babak empat besar.

2. Keo Sokpheng (Kamboja)

Banyak yang percaya pemain Kamboja ini bisa membawa negara berbicara banyak di kompetisi antar negara Asia Tenggara terbesar tahun ini, tetapi Keo Sokpheng di luar dugaan gagal membarikan penampilan terbaiknya. Pemain berusia 26 tahun ini memang menjadi pemain berbahaya bagi Kamboja selama dia membela negaranya, tetapi di tahun ini, dia sama sekali tidak bisa berbuat banyak.

Keo Sokpheng bermain di semua pertandingan Kamboja di babak penyisihan grup, dua kali sebagai starter, dia hanya bisa melepaskan dua tembakan ke gawang lawan, sebuah catatan yang jauh berbeda dengan apa yang dia berikan kepada klubnya. Akan tetapi masa depannya masih sangat cerah, dia masih muda, dan yang pasti, Piala AFF 2018 ini adalah salah satu turnamen besar yang ingin dia lupakan.

1. Stefano Lilipaly (Indonesia)

Pemain terakhir yang ada di dalam daftar ini adalah gelandang serang Indonesia, Stefano Lilipaly. Pemain berusia 28 tahun ini adalah salah satu pemain kunci di tim nasional Indonesia, Asian Games 2018 adalah salah satu buktinya. Pemain Bali United ini juga salah satu pemain yang ada di skuat Indonesia dua tahun lalu, ketika di ajang yang sama, Indonesia sukses lolos ke babak final dan kalah dari Thailand.

Dia hanya mencetak satu gol di kompetisi ini, sebuah penalti ketika Garuda menang 3-1 dari Timor Leste, tetapi itu jauh dari kata memuaskan. Dari open play dirinya hanya bisa melepaskan dua tembakan ke arah gawang di sepanjang Piala AFF 2018. Sedangkan di level klub dia sudah mencetak 11 gol dan 3 assis dari 20 penampilannya di Liga 1 tahun ini bersama Bali United. Piala AFF 2018 sudah pasti akan menjadi turnamen yang akan segera ia lupakan.

Comments