Fightball: Kontroversi sepakbola Asia terbesar di 2017

Apa jadinya olahraga tanpa kontroversi secukupnya? Membosankan! FOX Sports Asia merangkum beberapa momen paling dramatik di sepakbola Asia setahun ke belakang.

 

SEA Games cabang Sepakbola – Indonesia vs Kamboja

SEA Games 2017 memang tak asing dengan kontroversi dan drama, namun untungnya sebagian besar terjadi di luar lapangan.

Hal itu berakhir ketika peluit panjang pertandingan antara Indonesia dan Kamboja disambung dengan perkelahian. Garuda Muda menang 2-0 dalam pertandingan itu.

 

Piala AFC – Johor Darul Ta’zim vs Ceres Negros

Menit 92. Laga imbang 1-1. JDT unggul 4-3 secara agregat.

Kemudian hal ini terjadi.

Sorak bergembira dari Ceres berkombinasi dengan jeritan amarah dari para pemain JDT, yang melampiaskan murka setelah melihat tiket putaran final mereka hilang karena penalti kontroversial.

Pertandingan berlanjut dari buruk menjadi sangat, sangat buruk, untuk klub Malaysia tersebut, seiring kiper Farizal Marlias dikartu merah atas tindakan yang disebut sebagai “sikap preman” oleh mantan pemain Malaysia dan pundit, Shebby Singh.

Farizal akhirnya menerima larangan bermain delapan bulan dan denda USD40.000 atas tindakan kekerasannya.

 

Liga Champions AFC – Shanghai SIPG vs Guangzhou Evergrande 

“Evergrande memanipulasi AFC. Mereka bisa melakukan apa pun yang mereka mau.”

Andres Villas-Boas tidak ragu-ragu setelah kemenangan dramatis Shanghai SIPG atas Guangzhou Evergrande lewat adu penalti.

Shanghai mungkin berhasil meraih kemenangan penting, tapi suasana hati Villas-Boas sangat jauh dari kegembiraan.

Mulai dari menuduh Guangzhou telah mengatur kecelakaan mobil di depan bus tim Shanghai, hingga mengecam performa wasit, Villas-Boas mengeluarkan unek-uneknya di konferensi pers. Ia tak lolos dari hukuman, seiring AFC memberikan denda USD 14.000.

 

Liga Champions AFC – Urawa Red Diamonds vs Jeju United 

Jeju United jelas optimistis pada kesempatan untuk lolos, seiring mereka menuju Saitama dengan keunggulan 2-0 setelah leg pertama babak 16 besar kontra Urawa Red Diamonds.

Pada akhirnya, keunggulan kandang Urawa ternyata terlalu kuat untuk klub Korea Selatan itu. Jeju kalah telak dengan skor 3-0 dan Urawa lolos dengan agregat 3-2.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Jika Anda sudah menyimak artikel ini, pastinya Anda sudah paham.

Waktunya berkelahi!

Jeju United tidak lolos dari hukuman AFC atas tingkah laku mereka, dengan tiga pemain menerima hukuman dan klub mendapat denda USD 40.000.

Comments