Klub Indonesia terancam absen di kompetisi Asia

Kabar buruk datang untuk peserta Liga 1 Indonesia, karena terancam tak punya jatah wakili Tanah Air di kompetisi Asia musim depan.

Kompetisi Liga 1 Indonesia semakin krusial, dengan sudah memasuki periode akhir musim. Ajang sepakbola terakbar buat klub-klub profesional di Tanah Air tersebut bakal segera berakhir pada 12 November esok.

Meski begitu Liga 1 mendapat ancaman baru, karena berpotensi gagal mengirim satu pun wakilnya ke kompetisi Asia musim depan. Hal itu diungkap oleh CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalomboboy.

Dia mengingatkan pada seluruh klub di Liga 1 dan PSSI untuk segera mengurus lisensi klub, sebagai syarat mutlak mereka berkompetisi di level Asia yang diorganisasi langsung oleh AFC. Pernyataan itu hadir, karena sejauh ini belum ada tindak nyata dari klub maupun PSSI untuk mengurus lisensi.

“Akhir Oktober ini akan diumumkan siapa klub yang bisa tampil atau dapat lisensi. Kalau akhir Oktober tidak ada klub Indonesia yang mendapat lisensi, maka tidak ada wakil Indonesia di kompetisi AFC musim depan,” kata Tigor, seperti dikutip Goal.

“Kami sudah menyampaikan satu tahun sebelumnya. Kalau tidak menyadari hal ini, saya tidak tahu mau bicara apalagi. Kalau pun tidak terpenuhi, sama seperti tahun lalu, slot akan diberi ke klub dari negara lain.

“Pendaftaran untuk bisa mengikuti kompetisi milik AFC akan ditutup pada 15 November dan jika sesuai jadwal, Liga 1 akan finis 12 November. Artinya hanya akan ada waktu tiga hari,” pungkasnya.

Liga 1 sendiri mendapat jatah tiga klub untuk mentas di kompetisi Asia musim depan. Satu slot play-off Liga Champions Asia diberikan pada juara kompetisi, sedangkan dua slot di Piala AFC diperuntukkan bagi klub yang duduk di peringkat kedua dan ketiga klasemen akhir

PT LIB yang  merupakan operator kompetisi memiliki tugas mendampingi klub Liga 1 mengurus lisensi tersebut. Sedangkan PSSI menjadi jembatan komunikasi dengan AFC selaku penyelenggara kompetisi antarklub di Asia.

Comments