Rusuh di Malang, Persib Bandung ingin Komdis tegas

Pelatih Persib Bandung menginginkan ketegasan atas insiden kerusuhan di Malang.

Satu insiden memalukan kembali terjadi di sepakbola Indonesia. Kejadian itu hadir di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (16/4) malam WIB.

Dalam bentrok antara Arema FC dan Persib Bandung yang berkedudukan imbang 2-2, suporter memasuki lapangan pertandingan yang membuat laga harus dihentikan pada masa injury time.

Kerusuhan kemudian terjadi dengan masif-nya pelemparan yang suporter lakukan, sehingga pihak keamanan pertandingan melalui polisi harus menyemprotkan gas air mata.

Pelatih Persib, Mario Gomez, bahkan disebut terkena lemparan yang membuat dahinya tertangkap kamera mengucurkan darah.

Selepas insiden juru taktik asal Argentina itu kemudian menanti sikap tegas Komdis PSSI terhadap insiden ini. Dia menyinggung apakah sanksi tegas skorsing empat laga pada Supardi bakal konsisten ditegakkan, dalam kasus yang jauh lebih besar ini.

“Ini adalah sepakbola. Tapi saya tidak menyukai ini [kerusuhan]. Tapi, saya ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Komite Disiplin,” kata Gomez, seperti dikutip laman resmi Persib.

“Supardi dihukum empat pertandingan. Sekarang [kejadian di Stadion Kanjuruhan]? Takut apa?” pungkasnya.

 

Comments