4 Alumnus Piala Dunia di Piala AFF 2018

Piala AFF 2018 akan digelar dalam hitungan hari. Kehadiran sejumlah nama yang pernah tampil di Piala Dunia kian menyemarakkan ajang dua tahunan sepak bola Asia Tenggara itu.

Terbaru, hadir Sven Goran Eriksson. Mantan pelatih Timnas Inggris pada Piala Dunia 2002 itu akan menukangi Timnas Filipina pada Piala AFF 2018.

Namun, Eriksson bukanlah satu-satunya pelatih alumni Piala Dunia di ajang Piala AFF 2018. Siapa saja yang lain?

Milovan Rajevac (Thailand)

Pelatih asal Serbia datang menggantikan Kiatisuk Senamuang yang sukses mempersembahkan gelar pada dua tahun lalu. Dengan pengalamannya, Rajevac cukup percaya diri bisa menjaga tren positif Negeri Gajah Putih itu.

Rajevac merupakan pelatih Ghana pada Piala Dunia 2010. Saat itu, The Black Stars lolos ke perempat final Piala Dunia sebelum takluk lewat adu penalti dari Uruguay.

Park Hang-seo (Vietnam)

Namanya mungkin jarang terdengar. Maklum, pada Piala Dunia 2002 ketika Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama Jepang, status Park HS adalah asisten pelatih Guus Hiddink.

Pengalaman menimba ilmu dari Hiddink mengantarkannya meraih medali emas bersama Timnas U-23 Korea Selatan. Baru pada September 2017, dia didaulat menjadi pelatih Vietnam dan sukses menjadi finalis Piala Asia U-23 dan semifinalis Asian Games 2018.

Keisuke Honda (Myanmar)

Namanya memang bukan dikenal sebagai pelatih. Honda merupakan bagian dari skuat Jepang pada Piala Dunia 2010, 2014, dan 2018.

Pemain Melbourne Victory itu bakal memegang tugas berat pada Piala AFF 2018. Dia merupakan pelatih sekaligus direktur teknik bagi timnas Myanmar.

Sven Goran Eriksson (Filipina)

Inilah sosok yang bakal menjadi magnet pada Piala AFF kali ini. Reputasinya di sejumlah klub teras Italia dan Inggris membuat dia dianggap bisa meningkatkan performa Filipina yang akan tampil pada Piala Asia 2019.

Keberadaan Eriksson ini juga akan berdampak pada Timnas Indonesia. Pada laga pamungkas Grup B, tim asuhan Bima Sakti akan berhadapan dengan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Comments