Debut Xavi Sebagai Pelatih: Imbang di Liga Champions Asia, Mimpi Juara Hingga Sepatu Melayang

Siapa yang tak tahu kiprah Xavi Hernandez di dunia sepakbola? Kemapuan olah bolanya sebagai metronom di lini tengah adalah level atas pada jamannya. Kini ia baru saja memutuskan pensiun dan memulai petualangan kariernya sebagai pelatih.

Al-Sadd adalah klub yang ia bela terakhir menjadi destinasi karier pertamanya di dunia kepelatihan. Setelah melakukan tur uji tanding di Katalunya, ia langsung terjun di laga resmi babak 16 besar leg pertama Liga Champions Asia melawan Al-Duhail.

Laga tersebut memang berakhir 1-1 namun ada keuntungan untuk anak buah Xavi karena sukses cetak gol tandang. Xavi terlihat kecewa kepada keputusan wasit, terlihat kesal dan sepatu yang ia kenakan melayang ke arah tribun karena gestur menendang angin.

Mereka (Al-Sadd) akan berhadapan dua kali lagi dalam sepekan yaitu leg kedua Liga Champions Asia (13/8) dan juga final Sheikh Jassim Cup final pada 17/8 mendatang.

Xavi sendiri masih memendam hasrat jadi juara Liga Champions Asia bersama Al-Sadd, sesuatu yang ia gagal raih selama berkarier jadi pemain.

“Saya memenangkan segalanya sebagai pemain kecuali ACL dan kami bisa melakukannya sekarang. Kami nyaris menghadapi Persepolis tahun lalu di semi final tetapi kami tidak menang. Sepakbola memberi Anda peluang dan kami punya satu sekarang untuk berbuat lebih baik,” ujar Xavi dilansir laman Al-Bawaba.

“Saya baru tiga minggu bekerja, jadi saya baik-baik saja. Saya percaya pada pemain saya, mari kita lihat apa yang terjadi nanti.”

(Kredit gambar dari Goal)

Xavi loses his shoe calling for a penalty as Al Sadd draw with Al Duhail in his managerial debut

Comments