FITUR: 3 Hal yang Perlu Bali United dan Indonesia Perbaiki di Asia Pasca Terhenti Lagi di Play-Off LCA

FOXSPORTS.CO.ID – Jika catatan statistik tak bisa dijadikan acuan, maka harus apalgi bukti valid yang bisa dijadikan perbandingan. Karena, dalam tiga musim terakhir, perwakilan Indonesia di Asia yang bermain di play-off Liga Champions Asia (LCA) semakin terjun bebas performa dan hasil akhirnya.

Kemarin, Bali United harus terhenti lagi di play-off kedua saat bertandang ke markas Melbourne Victory di Australia. Tak tanggung-tanggung, Robbie Kruse dkk bantai habis Stefano Lilipaly dkk dengan skor 5-0.

Kemudian jika membandingkan dengan dua edisi sebelumnya di play-off kedua LCA, tahun 2019 lalu Persija mampu paksa Newcastle Jets hingga perpanjangan waktu meski akirnya kalah 3-1. Pada 2018, Bali United malah kalah tipis saja dari Chiangrai United dengan skor 2-1 di perpanjangan waktu juga.

Berikut ada tiga hal yang mampu diperbaiki Bali United, federasi dan juga klub Indonesia lainnya jika ingin berprestasi di ajang LCA…

Persiapan Yang Matang

Pepatah mengatakan “By failing to prepare, you are preparing to fail” atau jika diterjemahkan maka “dengan gagalnya persiapan, maka anda menyiapkan kegagalan.”

Frasa ini sangat tepat bagaimana seharusnya tiap klub menatap kompetisi Asia. Secara administrasi, Bali United sukses memperdalam skuat lewat transfer ciamik mereka dan sukses juga mempertahankan pilar yang bantu juara Liga 1 di musim 2019 lalu.

Namun satu yang dipahami, play-off LCA akan bergulir di pertengahan Januari setiap tahunnya. Jika Liga 1 2019 baru selesai di pertengahan/akhir Desember, maka klub yang lolos ke Asia harus atur jadwal libur pemian, pra-musim, urusaan kontrak baru dan lain-lain.

Yang benar saja, PSSI dan PT Liga? Jika jadwal kompetisi terus-terusan berantakan maka tak heran persiapan pra-musim untuk matangkan taktik dan teknik nantinya akan mepet dan selalu dialami oleh wakil Indonesia di kancah Asia.

>>>Klik halaman selanjutnya>>>

Comments