Setelah Juara Piala AFF U-22, Lalu Apa Lagi Garuda Muda?

“Japanese Messi” Kubo outshines “Thai Messi” Chanathip as FC Tokyo beat Consadole

“Ada tujuh pemain yang kami panggil baru lagi. Nanti kami akan siapkan 23 pemain untuk kualifikasi Piala AFC U-23. Timnas U-22 akan langsung TC lagi tanggal 2 Maret. Tanggal 28 Februari sampai 1 Maret istirahat, tanggal 2 Maret TC lagi. Saya minta kalau bisa kami TC di Jakarta,” ujar Indra Sjafri tepat pasca laga final.

Plan staf kepelatihan sangat jelas, semuanya tampak sudah siap dengan tantangan di depan. Meski Piala AFF U-22 bukanlah prioritas, di awalnya, namun mereka sukses hadirkan kebanggan yang berlipat ganda bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tentu saja cita-cita bermain di Piala Asia U-23 harus tetap dijaga, jangan malah sekarang terlalu euforia kemudian melempem di panggung utama. Selain itu masih ada SEA Games 2019 Filipina di akhir tahun nanti, namun itu masih lama.

Piala AFF U-22 – Indonesia Juara! Setelah Mengalahkan Thailand di Final!

PR menumpuk ini jelas harus bisa diselesaikan oleh Indra Sjafri terutama dalam masalah transisi dan juga menghalau set-piece dari kubu lawan. Kebobolan oleh Thailand lewat set-piece, lawan Malaysia pun keduanya set-piece, hanya melawan Myanmar di laga perdana saja yang kebobolan lewat skema open-play.

Selain itu, masih banyak anak muda yang berpotensi untuk masuk ke skuat ini di kualifikasi Piala AFC U-23 mendatang. Ini tentu saja tak menghitung nama besar seperti Egy Maulana, Ezra Walian atau Saddil Ramdani. Pemain jebolan kompetisi Liga 1 U-19 pun harus banyak diperhitungkan.

Akhir kata, tentu saja ini pencapaian luar biasa bagi Indra Sjafri. Ia masuk dalam jajaran pelatih lokal tersukses di sejarah sepakbola Indonesia. Mimpi masuk Piala Dunia memang masih panjang, tapi ini adalah pemantik positif di tengah gejolak skandal suap kompetisi sepakbola kita.

Oleh karena itu jangan berpuas diri. Masih banyak variasi taktik, strategi dan pemain muda potensial yang bisa digali lebih jauh lagi. Kami para suporter dan media memang dahaganya sedikit terobati, dan selalu saja bergantung ke timnan usia muda untuk meraih peluang juara.

Selama kompetisi senior dan federasinya masih bau busuk menghinggapi kita, maka selama itu pula kita akan menggantungkan mimpi dan harapan kepada anak-anak muda ini.

Comments