Mental Alvaro Morata Selemah Riccardo Saponara

Semenjak datang dari Real Madrid di musim panas lalu, penampilan Alvaro Morata tak jua memuaskan publik di Chelsea. Performanya masih jauh dari harapan (6/12).

Sepanjang tahun 2018, Morata hanya mencetak total enam gol dan lima di antaranya diciptakan musim ini. Pemain berusia 26 tahun sedianya punya cukup kualitas untuk jadi striker top apabila mampu memaksimalkan kemampuannya dengan baik.

Sayang, ucapan Antonio Conte menyoal Morata yang disebutnya punya krisis kepercayaan diri benar adanya. Maurizio Sarri, manajer Chelsea, juga melihat hal yang sama.

Bahkan, Sarri punya pemain yang dapat dianalogikan seperti Morata: berkualitas tapi memiliki kerapuhan mentalitas. Dia adalah Riccardo Saponara, eks pemain Empoli yang pernah diasuh Sarri dan kini bersama Sampdoria – dipinjamkan dari Fiorentina.

“Ini sulit (situasi Morata). Di Empoli saya punya pemain yang sangat hebat, Riccardo Saponara, yang kemudian kami jual ke AC Milan,” papar Sarri, disadur dari AS.

“Saponara merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat, tapi sedikit rapuh mentalnya. Alvaro telah mencetak empat-lima gol di enam laga terakhirnya, jadi saya tidak melihat ada masalah besar.”

“Saya harap akan ada lebih banyak gol musim ini. Tiap musimnya dia mencetak 15-16 gol, jadi dia berada di angka rata-rata (kembali mencetak gol). Saya berbicara kepadanya setiap pekan, tapi di lapangan pertandingan dia sendirian. Saya pikir saat ini dia tidak bermain dengan potensi terbaiknya. Ini sulit,” pungkasnya.

Penampilan angin-anginan Morata itulah yang memunculkan kabar bahwa Chelsea akan mencari penyerang anyar di bursa transfer musim dingin, yang dibuka Januari 2019.

Comments