Mkhitaryan bisa jadi korban tensi politik Armenia-Azerbaijan

Henrikh Mkhitaryan kemungkinan besar tidak bisa bermain ketika Arsenal melakoni pertandingan Liga Europa di Azerbaijan. Pasalnya, sang pemain hampir pasti tidak mendapat visa masuk ke negara tersebut akibat tensi politik antara Armenia dan Azerbaijan.

Itu artinya, Mkhitaryan bukan cuma tidak bisa bermain selama fase grup. Andai Arsenal terus melaju hingga final, Mkhitaryan akan kembali menjadi korban politik karena dia tak bisa bergabung dengan rekan-rekannya. Final Liga Europa musim ini akan berlangsung di ibu kota Azerbaijan, Baku.

Azerbaijan terlibat konflik Armenia, negara asal Mkhitaryan, soal wilayah Nagorno-Karabakh. Konsekuensi dari masalah politik tersebut, seluruh warga Armenia tidak mendapat visa untuk masuk ke Azerbaijan, tidak terkecuali Mkhitaryan.

 

Padahal, dalam undian Liga Europa musim ini, Arsenal akan bertemu dengan klub Azerbaijan, Qarabag FK. Mereka sama-sama berada di Grup E bersama dengan Sporting CP (Portugal) dan Vorskla Poltava (Ukraina).

Manajer Arsenal, Unai Emery, berharap pemain 29 tahun itu tetap bisa berlaga. Dia mengaku terus berupaya agar semua pihak bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

“Saya ingin dia bisa pergi bersama dengan kami. Dan masalah ini, jika kami bisa bersama-sama mencari solusi tentu akan lebih baik. Tapi saya belum berbicara dengannya,” ujar Emery dikutip dari ESPN FC.

Sementara itu juru bicara UEFA mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha memastikan Mkhitaryan mendapat visa untuk pertandingan di Azerbaijan. Mereka akan menjalin komunikasi.

“Ini adalah prosedur standar UEFA untuk mengirim surat dukungan kepada asosiasi, klub atau kedutaan agar mendapatkan visa bagi pemain sehingga dapat melakukan perjalanan ke negara lain dan bermain dalam pertandingan kompetisi UEFA,” demikian bunyi pernyataan.

Comments