Kalah Dua Kali Beruntun, Solskjaer Sebut Man United Alami Kemunduran

Lavezzi scores brilliant bicycle kick winner

Euforia Manchester United dengan Ole Gunnar Solskjaer tampak telah berakhir. Sempat melalui periode positif, Red Devils tiba-tiba menelan dua kekalahan beruntun di seluruh kompetisi saat melawan Arsenal (0-2) dan teranyar kontra Wolverhampton Wanderers.

Solskjaer ‘can’t be disappointed with Man Utd performance’ in Arsenal defeat

Menyambangi Molineux Stadium, Man United kalah 1-2 di perempat final Piala FA melalui gol yang dicetak Raul Jimenez dan Diogo Jota, yang diperkecil gol dari Marcus Rashford jelang laga bubar.

Benang merah dari dua kekalahan itu ialah permainan Man United yang mudah dimentahkan lawan-lawannya. Ole Gunnar Solskjaer sangat terlihat minim pengalaman melatih dengan minimnya wawasan taktik untuk mengubah taktik yang sudah dibaca lawan.

Solskjaer, 46 tahun, mengakui secara blak-blakan bahwa performa Setan Merah memang menurun. Tanpa ragu, manajer asal Norwegia itu menilai Man United sedang mengalami kemunduran performa pasca melalui periode positif.

“Pertandingan ini menjadi performa terburuk ​Manchester United. Kami memulai laga terlalu lambat dan terpengaruh oleh permainan yang ditampilkan Wolves. Para pemain juga tidak bisa menampilkan permainan cepat saat tengah menguasai bola. Ya, hasil ini tentu saja terasa mengecewakan,” tutur Solskjaer, dikutip dari ​BBC Sport.

“Sepertinya kami tidak memiliki kualitas yang cukup di sepertiga akhir lapangan. Ya, di babak pertama tim memang mendominasi, tetapi hal tersebut juga tidak berguna jika Anda dengan mudah kehilangan bola dan lawan berhasil melakukan serangan balik. Ini merupakan sebuah kemunduran untuk​ Manchester United,” pungkasnya.

Pasca melawan Wolves, Man United akan menjamu Watford di pekan 32 Premier League pada Sabtu (30/3) pukul 22.00 WIB, sebelum kembali bermain tandang di markas Wolves pada 3 April 2019 pukul 01.45 dini hari WIB.

Comments