Tiga kemenangan mengesankan Pep Guardiola atas Jose Mourinho

Jose Mourinho merupakan pelatih yang paling sering dihadapi sepanjang karier kepelatihan Pep Guardiola. Laga derbi Manchester, Minggu (10/12) malam, merupakan pertemuan keduanya yang ke-20 di berbagai ajang. Manchester City berhasil menang 2-1 di markas Manchester United pada laga itu. Artinya, Guardiola kini sukses sembilan kali mengalahkan Mourinho.

Pertemuan dua figur yang pernah bekerja sama di Barcelona ini terjadi di Liga Champions musim 2009/10. Tidak tanggung-tanggung, keduanya bertemu empat kali dalam semusim ketika Barcelona-nya Guardiola berhadapan dengan Inter-nya Mourinho di fase grup dan semi-final. Meski Guardiola mampu dua kali menang, tapi satu-satunya kemenangan Mourinho berhasil membawa Inter melaju ke final dan kemudian memenangi gelar juara.

FOX Sports Asia mencatat tiga kemenangan paling mengesankan yang pernah diraih Guardiola atas Mourinho, berikut daftarnya:

BARCELONA 5-0 REAL MADRID, La Liga 2010/11

Tidak ada panggung yang lebih pantas mementaskan duel antara dua pelatih terbaik dunia selain El Clasico.

Usai memenangi Liga Champions bersama Inter, Mourinho bergabung dengan Madrid. Langkah ini seperti menjawab kekecewaan pelatih Portugal itu beberapa tahun sebelumnya ketika melamar ke Barcelona tetapi dewan direksi klub Catalan menunjuk Guardiola, yang saat itu masih menangani tim B.

Guardiola menang mutlak pada pertandingan ini. Lionel Messi tidak mencetak gol, tapi menyumbangkan dua assist untuk dua gol David Villa. Gol-gol Xavi Hernandez, Pedro Rodriguez, dan Jeffren Suarez menambah kegemilangan Barcelona. Nestapa Madrid kian lengkap ketika Sergio Ramos menerima kartu kuning kedua di akhir laga.

Hasil ini merupakan kemenangan terbesar Guardiola atas Mourinho. Saking gemilangnya, skuat Barcelona memberikan standing ovation untuk diri mereka sendiri di kamar ganti usai pertandingan. Presiden Madrid, Florentino Perez, melabeli pertemuan ini sebagai catatan terburuk dalam kiprahnya sebagai presiden.

REAL MADRID 0-2 BARCELONA, Liga Champions 2010/11

Musim El Clasico 2010/11 berlanjut ke semi-final Liga Champions.

Selama 18 hari pada kisaran pertengahan April hingga awal Mei 2011, Barcelona dan Madrid berhadapan empat kali. Madrid berhasil mengalahkan Barcelona 1-0 di final Copa Del Rey, tetapi sepekan berselang mesti mengakui keunggulan sang rival di Santiago Bernabeu.

Untuk kali pertama Guardiola melayani perang urat syaraf yang dilancarkan Mourinho sebelum pertandingan. Pasalnya, Mourinho menyindir ucapan Guardiola yang kecewa kepada wasit final Copa Del Rey karena menganulir gol Pedro. Saat makan siang di sebuah hotel sambil menyaksikan cuplikan berita isi komentar Mourinho pada sesi konferensi pers prapertandingan, kesabaran Guardiola habis.

Guardiola menyebut Mourinho “el p**o jefe“. Di atas lapangan, Lionel Messi beraksi gemilang dengan memborong dua gol kemenangan Barcelona. Kartu merah kembali muncul. Satu untuk kiper cadangan Barcelona, Jose Manuel Pinto, karena ulah tidak sportif saat babak pertama berakhir. Satu lagi diberikan buat Pepe, yang dimainkan sebagai gelandang bertahan untuk menghentikan Messi, pada menit ke-61.

MANCHESTER UNITED 1-2 MANCHESTER CITY, Liga Primer Inggris 2016/17

Setelah periode El Clasico berakhir musim 2011/12, Guardiola hanya sekali bertemu Mourinho. Itu pun terjadi di Piala Super Eropa, awal 2013/14, ketika Bayern Munich mengalahkan Chelsea melalui adu penalti.

Pertemuan kompetitif berikutnya terjadi di kompetisi paling megah di dunia, Liga Primer Inggris. Tepatnya pada pekan keempat musim 2016/17 di derbi Manchester. Lagi-lagi Guardiola keluar sebagai pemenang.

Penunjukan Guardiola sebagai manajer di awal musim merefleksikan ambisi City. Seakan tak mau kalah, United mengontrak Mourinho guna menggantikan tugas Louis van Gaal, yang sepakbolanya dianggap steril dan menjemukan.

Guardiola menyiasati keunggulan fisik pemain United dengan menginstruksikan anak buahnya agar mengincar bola jatuh — kontrol bola ataupun operan. Hasilnya, dua gol kemenangan City di babak pertama tercipta melalui skema ini.

Comments