Panduan Singkat Menuju Turnamen Piala Afrika 2019

Gaung Piala Afrika 2019 memang tertutup oleh Piala Dunia Wanita 2019 dan juga Copa America 2019 yang masih bergulir saat ini. Bahkan sebelum dua turnamen tersebut bergulir, ada laga semifinal UEFA Nations League 2019 terlebih dahulu yang meramaikan musim panas kali ini.

Piala Afrika sendiri akhirnya digelar pada musim panas (Juni) 2019 ini setelah sebelumnya Piala Afrika selalu dimainkan pada bulan Januari (pertengahan musim di kompetisi Eropa). Banyak klub yang mengeluh di tengah musim karena harus kehilangan talenta terbaiknya karena harus bermain di Piala Afrika.

Resminya, Piala Afrika 2019 akan dimulai tanggal 21 Juni hingga 19 Juli 2019. Tapi mengikuti waktu Indonesia, Piala Afrika 2019 lakukan sepak mula sudah memasuki tanggal 22, Sabtu besok. Laga pembuka yang dimainkan adalah tuan rumah Mesir vs Zimbabwe di Cairo International Stadium dan laga final akan dimainkan di stadion yang sama pula nanti.

Ada delapan stadion yang dipakai; Cairo International Stadium dan 30 June Stadium di Kairo, Alexandria Stadium dan Haras El Hodoud Stadium di Alexandria, Egyptian Army Stadium dan Suez Stadium di Suez, serta Ismailia Stadium di Ismailia dan Al Masry Club Stadium di Port Said.

Grup A terdiri dari Mesir, Kongo, Uganda dan Zimbabwe. Kemudian di grup B ada Nigeria, Guinea, Madagascar dan Burundi. Sedangkan di grup C ada Senegal, Aljazair, Kenya dan Tanzania. Kemduian di grup D ada Maroko, Pantai Gading, Afrika Selatan dan Namibia. Grup E bersisikan negara Tunisia, Mali, Mauritania dan Angola. Terakhir grup F berisikan Kamerun, Ghana, Benin dan Guinea-Bissau.

Masing-masing juara grup dan runner-up akan mendapatkan jatah lolos ke babak 16 besar, dan ada empat jatah tambahan bagi peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke fase gugur kali ini.

Maskot turnamen Piala Afrika 2019 bernama Tut, sosok anak kecil berpenampilan dengan mahkota Raja Mesir Kuno yaitu Pharaoh/Firaun. Nama Tut terinspirasi dari Tutankhamun, seorang Raja Mesir kuno di masanya saat itu.

Comments