Dortmund gagal pecah rekor Leverkusen

Permainan tensi tinggi dan cukup keras sudah dimulai sedari awal. Terhitung 15 pelanggaran di babak pertama. Bahkan Wendell harus menerima ganjaran kartu merah, setelah melakukan tekelan keras yang membuat Gonzalo Castro keluar lapangan karena cedera.

Melanjutkan misi tak terkalahkan selama sembilan laga, Leverkusen menguatkan pertahanan dan sering kali merepotkan Dortmund melalui serangan balik. Walau penguasaan bola didominasi Dortmund, jumlah tendangan Leverkusen jauh lebih banyak, yakni sebelas. Sedangkan Dortmund hanya dua kali.

Sundulan Kai Havertz menit 21 membentur tiang gawang dan tendangan Lars Bender dua menit kemudian melambung jauh ke atas. Berulang kali pemain-pemain Leverkusan menciptakan kesempatan, namun Roman Burki masih kokoh di depan gawang.

Apa yang ditunggu-tunggu publik BayArena akhirnya pecah. Memanfaatkan serang balik cepat, Haverts mengirim umpan ke pencipta gol terbanyak Leverkusen, Kevin Volland. Skor menjadi 1-0. Ini merupakan gol ke-8 Volland di Bundesliga musim ini.

Waktu tambahan menunjukan angka lima menit. Penentuan tambahan waktu yang cukup panjang tersebut karena sewaktu pelanggaran oleh Wendell, wasit melihat ulang rekaman kejadian di tepi lapangan yang membutuhkan waktu beberapa menit, guna memutuskan hukuman bagi bek Leverkusen itu.

Unggul jumlah pemain, Dortmund terus melancarkan serangan di babak kedua. Dominasi penguasaan bola pada babak pertama dilanjutkan. Hingga menit 70, Dortmund mampu melesatkan 6 kali tembakan. Menuntaskan umpan Andre Schuerrle, Andriy Yarmolenko menyamakan kedudukan dengan sepakan kaki kanannya. Skor imbang 1-1, BayArena makin panas.

Menit 89 tendangan keras Leon Baily melalui tendangan bebas, masih bisa ditangkal oleh Burki. Begitu pula dengan kesempatan emas milik Raphael Guerrerio masih bisa dihalau pertahanan Leverkusen. Peluit berakhirnya pertandingan dibunyikan. Leverkusen melanjutkan tren tak terkalahkan menjadi 10 laga.

Comments