Sepuluh pemain legenda Chelsea yang perlu diketahui

FOX Sports Asia mengenang masa lalu dan memilih sepuluh pemain paling ikonik yang pernah mengenakan seragam Chelsea.

Sebagai juara bertahan Liga Primer Inggris, hampir semua fans mengetahui siapa saja bintang Chelsea. Tapi, kita cenderung melupakan siapa saja pemain besar Blues yang pernah bermain lebih dahulu serta membuka jalan buat mereka.

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Chelsea adalah tim papan tengah yang selalu kesulitan jika berhadapn dengan tim-tim besar seperti Manchester United, tapi itu sebelum era Abramovich. Para pemain masa kini seperti Alvaro Morata dkk mungkin menikmati layanan kelas dunia, tetapi para pendahulu mereka tidak seberuntung itu.

Untuk itu, kami mengusung sepuluh pemain Chelsea yang pernah menyihir Stamford Bridge dengan segala keterampilan dan bakat yang mereka miliki.

John Terry

Jauh sebelum Roman Abramovich dan Jose Mourinho datang, bek John Terry sudah lebih dahulu berseragam Chelsea.

Mantan kapten Chelsea, dan timnas Inggris, ini menembus skuat utama pada musim 2000-01 dan membantu klubnya meraih lima gelar juara liga, empat trofi Piala FA, tiga Piala Liga, satu Liga Europa, dan satu Liga Champions.

Setelah 21 tahun bersama Blues, pemenang dua kali Chelsea Player of the Year ini mencatat lebih dari 500 penampilan dan menjadi pemain pertama yang mengapteni tim juara lima kali Liga Primer!

Frank Lampard

Rekan lama Terry, Frank Lampard, adalah legenda lain yang menempati tempat dalam Hall of Fame klub.

Dianggap sebagai salah satu gelandang terhebat pada generasinya, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Chelsea ini membukukan 211 gol sejak pindah dari West Ham United dengan transfer sebesar £11 juta, 2001 lalu. Dia juga menjadi pemain kedua yang membukukan assist terbanyak dalam sejarah Liga Primer.

Selama 13 tahun kiprahnya, pemenang tiga kali Chelsea Player of the Year ini menjadi bagian penting dalam menyabet tiga mahkota Liga Primer, empat Piala FA, satu Liga Europa, dan satu Liga Champions.

Gianfranco Zola

Terpilih sebagai pemain terbaik dalam sejarah Chelsea, Gianfranco Zola adalah salah satu pemain asing terbaik Liga Primer bersama dengan Didier Drogba dan pemain Arsenal, Dennis Bergkamp.

Penyerang mungil Italia ini mengemas 80 gol sepanjang 312 penampilan bersama seragam Blues setelah diboyong dari Parma seharga £4,5 juta, 1996 lalu.

Koleksi gelar Zola mencakup sebuah Piala UEFA (sekarang menjadi Liga Europa), Piala Super UEFA, dua Piala FA, satu Piala Liga, dan satu Community Shield. Prestasi yang terbilang impresif karena dicetak sebelum era Abramovich.

Ricardo Carvalho

Sebagai salah satu pemain kunci era Mourinho, Ricardo Carvalho datang ke London usai penampilan di Euro 2004 dengan transfer senilai £20 juta.

Bek Portugal ini berperan penting saat Chelsea merebut titel liga pertama mereka dalam 50 tahun pada musim debutnya. Dia juga memenangi Piala Liga.

Carvalho dikenal sebagai bek tangguh dengan tekel yang presisi, dia berhasil menambah koleksi gelar dua mahkota Liga Primer, satu Community Shield, dan satu Piala Liga sebelum pindah ke Real Madrid, 2010.

Didier Drogba

Ketika Chelsea tak kunjung berhasil mendapatkan striker mumpuni (antara lain seperti Adrian Mutu, Mateja Kezman, dan Hernan Crespo), Didier Drogba adalah pengecualian.

Pemain depan Pantai Gading ini datang pada 2004, dan 157 gol yang dikemasnya merupakan bukti penting dominasi Blues di liga.

Drogba begitu dicintai oleh publik Chelsea sehingga kembali lagi memperkuat tim untuk kali kedua pada 2014, setelah hijrah dua tahun sebelumnya ke Shanghai Shenhua.

Total, pemain asing yang paling banyak mencetak gol di Liga Primer ini memenangi empat gelar liga dan Piala FA, serta tiga Piala Liga, dua Community Shield, dan sebuah medali Liga Champions.

Claude Makelele

Dipuji sebagai pemain yang menyegarkan kembali fungsi gelandang bertahan di sepakbola Inggris, Claude Makelele adalah Kante-nya Chelsea sebelum Kante dikenal dan menjadi kunci keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Primer 2004-05.

Pemain internasional Prancis ini dikenal dengan kepiawaiannya mencari posisi serta kemampuan fisiknya yang tak kenal lelah. Dia begitu ikonik, sampai-sampai publik menjuluki posisi yang ditempatinya sebagai “Makelele Role”.

Selama lima tahun bersama klub, Makelele memberikan stabilitas untuk memenangi dua gelar Liga Primer, satu Piala Liga, satu Piala FA, dan satu Community Shield sebelum hijrah ke PSG, 2008.

Arjen Robben

Pemain sayap eksplosif dengan keterampilan dribel kelas wahid, Arjen Robben datang ke London bersama rekan setimnya di PSV, Mateja Kezman, pada 2004. Duet mereka dijuluki “Batman dan Robben” karena terkenal rajin menciptakan gol.

Namun, hanya Robben yang rajin tampil di skuat Mourinho, sedangkan Kezman pelan-pelan menghilang.

Meski kerap diganggu cedera, Robben mampu mengemas 19 gol selama tiga tahun periodenya bersama Blues. Dia pindah ke Real Madrid pada 2007 dengan koleksi dua gelar Liga Primer, dua Piala Liga, satu Piala FA, dan satu Community Shield.

Diego Costa

Nama Diego Costa niscaya membekas di dalam hati setiap penggemar Chelsea. Raksasa buas ini bergabung dari Atletico Madrid dengan bayaran £32 juta pada 2014.

Selama tiga tahun kiprahnya di London, Costa mengumpulkan 59 gol, tetapi tidak pernah lepas dari kontroversi. Tiga kali Costa didakwa FA dengan sanksi disiplin.

A beast of a man; Diego Costa should be a name that is familiar with most Chelsea fans. He joined the Blues from Atletico Madrid in 2014 for £32 million.

Sungguh disayangkan pemenang dua gelar Liga Primer dan dua Piala Liga ini tidak akrab dengan manajer saat ini, Antonio Conte, dan memaksanya kembali ke Atletico.

Dan Petrescu

Sempat singgah di Sheffield Wednesday, Dan Petrescu tiba di London Biru pada 1995 dan dalam sekejap menjadi pemain inti klub selama lima tahun berikutnya.

Full-back Rumania ini bukan pemain tercepat, tapi menjadi pemain penting bagi Chelsea memenangi Piala FA 1997 serta Piala Liga 1998, Piala UEFA, dan Piala Super UEFA.

Setelah berseteru dengan manajer Gianluca Vialli, Petrescu tidak disertakan dalam skuat final Piala FA 2000 dan kemudian pindah ke Bradford City.

Eidur Gudjohnsen

Bergabung ke Chelsea di era milenium baru, Eidur Gudjohnsen baru saja sukses mengantarkan Bolton Wanderers ke play-off Divisi Satu, serta semi-final Piala FA dan Piala Liga.

Pemain depan asal Islandia ini kebanyakan bermain sebagai pemain pengganti, tapi sukses membentuk duet mematikan bersama Jerrel Hasselbaink yang mengumpulkan 52 gol pada musim keduanya.

Total Gudjohnsen menyumbang 78 gol untuk Blues serta memenangi dua gelar Liga Primer, dua Community Shield, dan sebuah Piala Liga sebelum hijrah ke Barcelona, 2006.

Comments