Lazio dihadapkan pada hukuman setelah suporternya berperilaku “anti-Semit”

Pada pertandingan melawan Cagliari, suporter Lazio menyebarkan stiker korban Holocaust, Anne Frank, yang memakai kostum AS Roma.

Federasi sepak bola Italia, Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC), mengundang Lazio untuk hadir dalam konsolidasi komisi disiplin federasi untuk membahas kasus anti-Semit yang dilakukan fans garis keras Lazio, Irriducibili. Hal itu dilakukan setelah komisi disiplin menemukan kasus pembagian stiker bergambar Anne Frank oleh ultras garis Irriducibili, saat Lazio menang melawan Cagliari, 3-0, Oktober lalu.

FIGC mengadakan konsolidasi tersebut, Selasa (14/11), dan mengatakan kasus ini jelas dalam ranah kedisiplinan. “Hal itu jelas bermaksud anti-Semit. Terkonstitusi dalam perilaku diskriminatif,” ungkap mereka kepada AP.

Pada pertandingan itu, ultras Lazio menempati tribun sisi selatan, di mana merupakan ‘rumah’ dari suporter garis keras AS Roma. Mereka ditempatkan di tribun itu karena Irriducibili sedang menjalani masa hukuman saat menyanyikan lagu rasis. Sehari setelah pertandingan melawan Cagliari, stiker Anne Frank dan slogan bernada ejekan Holocaust ditemukan oleh petugas kebersihan.

Anne sendiri adalah korban pembunuhan massal di kamp konsentrasi pada masa Nazi yang sempat menulis buku harian. Akibat kejadian itu, para pemain Lazio memberikan dukungan dengan mengenakan kaus bergambar Anne saat melakoni pemanasan melawan Bologna. Beberapa potong tulisan di buku hariannya juga sempat dibacakan.

Irriducibili sebenarnya telah menyatakan boikot terhadap pertandingan itu, namun kemudian suporter lawan menantang dengan menyanyikan “Me ne frego” (“Aku tidak peduli”). Lagu tersebut terkenal pada masa pemerintahan fasis Italia, Benito Mussolini.

Semenjak perilaku fans Lazio itu, dikabarkan kopi stiker bergambar Anne Frank tersebut muncul di beberapa daerah di Jerman. Suporter Borussia Dortmund diduga menjadi dalang dengan menyebarkan stiker yang sama dengan mengenakan jersey Schalke, rival mereka.

Comments