Eric Cantona, penyesalan terbesar Massimo Moratti

Eks presiden Inter Milan itu mengaku pernah sangat mengidamkan Eric Cantona di Giuseppe Meazza.

Massimo Moratti dikenal sebagai sosok legendaris di Inter Milan. Memimpin Tim Biru Hitam selama 18 tahun lamanya, segudang gelar berhasil dipersembahkan.

Mulai dari Scudetto, Coppa Italia, Piala Super Italia, Piala UEFA, Piala Dunia Antarklub, dan tentu saja Liga Champions. Momen terbaiknya hadir pada musim 2009/2010 lalu kala membawa La Beneamata meraih treble winners.

Selain itu Inter juga selalu dijejalinya dengan bejibun pemain bintang. Mulai dari Dennis Bergkamp, Roberto Carlos, Javier Zanetti, Roberto Baggio, Zlatan Ibrahimovic, sampai Wesley Sneijder.

Namun ternyata masih terdapat satu penyesalan, yang baru-baru ini diungkapkan Moratti selama kepemimpinannya di Inter. Penyesalan itu adalah kegagalannya menggaet legenda Manchester United, Eric Cantona.

“Penyesalan saya di Inter? Saya sangat menyukai Eric Cantona, tetapi pada kenyataannya Anda tidak bisa mendatangkan semua pemain yang Anda inginkan,” ungkap Moratti singkat, seperti dikutip Calciomercato.

Inter memang diketahui pernah sangat meminati Cantona, terutama di musim panas 1995 silam bebarengan dengan dimulainya dinasti Moratti di Il Biscone. Sayang, meski mendapat iming-iming uang yang lebih banyak, sang bintang lebih memilih untuk bertahan di Old Trafford.

Comments