Maradona dan Komentarnya yang Kontroversial

Maradona kembali membuat sensasi setelah menyebut Lionel Messi tak layak jadi pemimpin Argentina. Ia menyebut bahwa Messi harus 20 kali pergi ke toilet sebelum pertandingan.

Sebagai seorang legenda sepakbola Maradona seolah bebas menilai siapa saja. Dan Messi jadi korban terakhirnya. “”Tidak ada gunanya membuat seseorang yang pergi ke toilet 20 kali sebelum pertandingan ke pemimpin,” ujarnya. “Tidak ada yang meragukan nilai Messi, tapi dia pasti bukan yang terbaik,” Maradona santai menanggapi Messi yang diharapkan comeback ke Timnas Argentina.

Pendapat tokoh penting dalam kemenangan Argentina di Piala Dunia 1986 tersebut bak menabuh genderang perang. Tapi sebenarnya, ia sudah berkali-kali melontarkan kritikan-kritikan pedas pada pemain meski ia tak memiliki kedekatan.

Sebut saja Cristiano Ronaldo. “Cristiano Ronaldo memberi anda tujuan dan kemudian menjual sampo kepada anda,” katanya kala itu.

Mantan pemain yang kini melatih Dorados tersebut bahkan pernah menyindir Pele. Diawal tahun 2018 Pele pernah berkomentar tentang Neymar yang lebih baik dari Messi dan Ronaldo. “Neymar lebih baik dari Messi?, Pele mengambil pil yang salah,” ujar Maradona menyerang balik Pele.

Entah mencari sensasi atau hanya menjadi dirinya sendiri, pria 57 tahun itu juga sering kali mengkritik federasi sepakbola negaranya. Tak terkecuali para pelatih Tim Tango. Salah satu korbannya adalah Jorge Sampaoli. “Semua orang membeli ide bahwa Sampaoli datang dengan komputer, kipas dan 14 asistennya, tetapi Argentina tidak melakukan apa-apa,” kritiknya.

Nama pesepakbola lain yang juga pernah dikritik hingga bernada celaan antara lain, David Beckham, Dani Alves hingga Sergio Ramos. Sampai-sampai Real Madrid pun pernah ikut dicela.

Teguran FIFA

Walau bebas berkomentar, FIFA tidak diam saat Maradona mengkritik terkait permainan. Salah satunya saat ia mengkritik kinerja wasit Mark Geiger di laga Inggris melawan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia lalu.

FIFA menanggapi Maradona yang mengatakan kepada televisi Venezuela Telesur, bahwa hasil dari pertandingan itu adalah “pencurian monumental.” FIFA mengatakan “sindiran” Maradona “sepenuhnya tidak pantas dan sama sekali tidak berdasar.”

“FIFA sangat menyesal untuk membaca pernyataan seperti itu dari seorang pemain yang telah menulis sejarah permainan kami,” kata badan sepakbola dunia tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dari opini hingga gesture negatif kerap kali dilakukan seseorang berlabel legenda tersebut.

 

Comments