Lima klub Serie A Italia yang bangkrut dan terdegradasi

Serie A merupakan kompetisi kasta tertinggi di Italia, namun ada beberapa klub yang harus terdegradasi akibat permasalahan finansial sehingga mereka dinyatakan bangkrut dan performa tim menjadi tidak karuan.

Kebangkrutan berdampak negatif pada performa klub sehingga dulunya mereka sebenarnya pernah berjaya, namun harus bersusah payah untuk bisa kembali ke Serie A.

Berikut ini adalah lima klub Serie A yang bangkrut dan terdegradasi…

1. Fiorentina

Fiorentina pernah bangkrut akibat terlilit utang dan terkena skandal. La Viola pernah memiliki hutang sebesar 32 juta euro, bahkan tidak bisa membayar pemain mereka secara berkala. Akibat kondisi finansial ini, mereka harus merasakan kompetisi peringkat keempat di Italia, Serie C2, pada 2002.

Setelah berjuang keras, ditambah dengan kasus “Catania” dan keadaan yang tidak terduga di dalam sepakbola Italia ketika itu, Fiorentina diizinkan untuk melewati Serie C1 setelah pindah dari Serie C2, dan mereka akhirnya kembali tampil di Serie A pada musim 2004/05.

Sayangnya, Fiorentina kembali merasakan pengalaman pahit dengan kembali harus terdegradasi ke Serie B pada 2006 akibat skandal pengaturan pertandingan ketika mereka bermain di Divisi Utama. Beruntung, banding mereka berhasil sehingga status bisa dipulihkan.

2. Parma

Parma pernah berjaya setelah Nevio Scala ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 1989. Hanya butuh satu tahun, ia membawa klub promosi ke Serie A Italia. Dengan kucuran dana dari Parmalat, klub langsung menguat. Mereka finis di urutan keenam pada musim 1990/91 dan berhak tampil di ajang Piala UEFA di musim berikutnya.

Pada musim 1991/92, Parma meraih gelar pertama bersama Scala, yakni Coppa Italia dengan mengalahkan Juventus di final. Di musim berikutnya, mereka memenangi gelar Piala Winners Cup sehingga berhak melaju ke Piala Super UEFA 1993 dan menjadi juara setelah menang agregat 2-1 atas AC Milan. Mereka meraih gelar Piala UEFA pada musim 1994/95 setelah menang agregat atas Juventus di final.

Meski Scala sudah mundur, Parma masih bisa terus berjaya. Bersama Carlo Ancelotti, mereka bisa merasakan kompetisi Liga Champions untuk pertama kalinya. Bahkan, ketika ditangani Alberto Malesani, mereka bisa meraih dua gelar sekaligus, yakni Coppa Italia dan Piala UEFA, pada musim 1998/99.

Parma terpuruk seiring dengan bangkrutnya Parmalat pada 2004. Perusahaan susu dan makanan asal Italia itu memiliki hutang sebesar 20 miliar dolar AS dan aktivitas penipuan di Parmalat yang nilainya lebih dari 10 miliar dolar AS. Klub menelan kerugian bersih sebesar 167 juta dolar AS pada 2003. Parma akhirnya turun kasta. Mereka sempat bermain di Lega Pro pada musim 2016/17 dan di Serie B pada musim ini.

3. Venezia

Venezia pernah berjaya di Serie A pada tahun 1990-an. Álvaro Recoba adalah bintangnya pada kurun waktu itu. Pemain asal Uruguay itu terkenal dengan tendangan bebas melengkung dengan kekuatan kaki kirinya.

Pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an, Venezia pernah naik-turun ke Serie A dan Serie B. Pada musim 1999/2000, mereka harus terdegradasi ke Serie B. Mereka butuh dua musim berikutnya untuk bisa kembali promosi ke Serie A, meski kemudian langsung degradasi lagi ke Serie B. Sejak 2002, nama klub ini seakan tidak terdengar lagi.

Venezia dinyatakan bangkrut pada 2005 dan harus mengganti nama dari A.C. Venezia 1907 menjadi S.S.C Venezia. Berdasarkan peraturan, mereka harus tampil di divisi C 2 Liga Italia, namun kemudian bisa promosi ke Lega Pro Prima Divisione. Pihak klub mengumumkan kebangkrutan yang kedua kalinya pada pengujung musim 2008/09.

Venezia berusaha bangkit dan mengganti nama menjadi Football Club Unione Venezia pada musim 2011/12, dan mereka finis sebagai juara Serie D pada musim ini. Namun, klub dinyatakan kembali bangkrut, kali ini untuk ketiga kalinya.

Venezia akhirnya bisa bangkit lagi pada musim 2015/2016 dengan suntikan dana segar untuk membangun kembali klub. Mereka langsung promosi ke Lega Pro, kasta ketiga di kompetisi Italia. Di akhir musim 2016/17, di bawah asuhan Filippo Inzaghi, mereka pun bisa promosi ke Serie B.

4. Reggina

Reggina sebenarnya pernah rutin tampil di kompetisi Serie A. Mereka bahkan bisa melahirkan sejumlah nama beken di sepakbola Italia, sebut saja Walter Mazzarri dan Andrea Pirlo.

Keikutsertaan pertama Reggina di Serie A adalah pada musim 1999/2000, dengan mampu finis di urutan ke-12. Semusim berselang, setelah ditinggalkan Pirlo, Roberto Baronio, Mohammed Kallon, dan Bruno Cirillo, mereka justru terdegradasi di musim keduanya tersebut. Namun, mereka hanya butuh satu musim untuk bisa kembali ke Serie A dan bahkan bisa bertahan selama tujuh musim. Musim 2008/09 menjadi musim terakhir mereka di Serie A.

Kondisi klub yang bangkrut membuat Reggina kemudian menjadi kian terpuruk. Pada musim 2009/10, mereka harus bermain di Serie B, bahkan berjalan hingga lima musim. Pada musim 2013/14, mereka pun kian terbenam dengan hanya bermain di Lega Pro (Serie C). Kebangkrutan yang tidak terbendung membuat mereka sempat harus tampil di Serie D, namun kemudian bisa balik lagi ke Serie C. Mereka memerlukan perjuangan yang panjang untuk bisa kembali ke kasta tertinggi di Italia.

5. Varese

Varese mulai tampil di Serie A pada 1964 setelah dua promosi secara berturut-turut dari Serie C. Sejumlah nama tenar yang pernah dihasilkan adalah Pietro Anastasi, Roberto Bettega, Claudio Gentile, Giampiero Marini, dan Riccardo Sogliano. Namun, klub kemudian terpuruk sejak 1975 dengan tidak bisa kembali berkompetisi lagi di ajang Serie A.

Varese sempat mengalami konflik finansial pada 2001, yakni antara pengusaha Gianvittorio Gandolfi dan pihak sponsor, SiViaggi dan CIT. Kebangkrutan memaksa klub harus berbenah, meski terbilang sangat sulit karena mereka sempat bermain di Serie D, Serie C2, Lega Pro Seconda Divisione, Lega Pro Prima Divisione, dan akhirnya Serie B. Pada musim 2011/12, mereka bisa finis di urutan kelima di Serie B dan lolos ke kualifikasi promosi. Namun, mereka kalah agregat lawan Sampdoria sehingga gagal tampil di Serie A.

Setelah terdegradasi dari Serie B pada musim 2014/15, Varese gagal memenuhi batas akhir untuk mendaftar Lega Pro dan klub dinyatakan bangkrut. Klub kemudian dibentuk ulang untuk musim 2015/16 dengan nama Varese Calcio SSD.

Comments