Derbi Vitoria-Bahia dihentikan setelah sembilan kartu merah!

Laga derbi antara Bahia dan Vitoria di kompetisi regional Brasil dihentikan sebelum waktu normal berakhir. Penyebabnya, masing-masing tim tak cukup pemain karena sembilan kartu merah dikeluarkan wasit.

Pertandingan derbi antara tim tuan rumah Vitoria melawan Bahia harus dihentikan wasit Jailson Macedo de Freitas 11 menit lebih cepat karena terjadi keributan yang masif. Laga sendiri sebenarnya berjalan imbang dan skor bertahan 1-1 hingga menit ke 79. De Freitas kemudian menghentikan laga dan menghadiahi kemenangan 3-0 untuk Bahia setelah pemain Vitoria, Bruno Bispo mendebat keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kedua untuk rekannya, Uillian Correia.

Kartu merah Bispo sendiri adalah yang kelima bagi Vitoria, yang mengakibatkan mereka harus bermain dengan enam orang di lapangan. Menurut artikel no. 56 petunjuk pelaksanaan pertandingan, tim tidak boleh bermain jika jumlah pemain kurang dari tujuh.

Pertandingan tersebut digelar setelah enam laga belakangan terjadi kericuhan. Para suporter kedua tim lantas memberi tajuk laga itu sebagai “Derbi Damai”. Sayangnya, kericuhan mulai terjadi empat menit setelah kick off babak kedua saat striker Bahia, Vinicius, secara kontroversial melakukan selebrasi di depan suporter tuan rumah. Ia mencetak gol dari titik putih penalti.

Para fans Vitoria dan beberapa pemain terlihat bereaksi dengan gestur selebrasi yang dilakukan Vinicius. Bahkan kiper Fernando Miguel mendatangi gelandang Bahia berumur 26 tahun itu. Beberapa pemain Vitoria terlihat meninggalkan bangku cadangan untuk menghampiri Vinicius dan memberinya bogem mentah.

Wasit De Freitas memutuskan menunda pertandingan hingga 16 menit. Ia kemudian mengeluarkan kartu merah bagi para pemain Bahia (Vinicius, Lucas Fonseca, Edson, dan Rodrigo Becao). Sementara dari sisi Vitoria, wasit menghukum Kani, Denilson, dan Rhayner.

“Kami tidak perlu membenarkan apa pun,” ujar kiper Fernando Miguel pasca pertandingan. “Kami harus meminta maaf kepada semua orang yang membuat pertandingan ini terlaksana dengan dihadiri suporter dari kedua pihak.”

“Kupikir itu adalah contoh yang buruk, kepala semua orang sedang panas dan keluar dari jalur peraturan, sehingga timbul situasi yang memalukan itu. Kami hanya ingin meminta maaf kepada semua fans, karena pertandingan sebenarnya berjalan menarik dan kami menghancurkannya.”

Comments