Gattuso: “Saya suka menderita”

Gennaro Gattuso memberi apresiasi kepada pemain Milan untuk progresivitas dalam musim ini. “Sekarang mudah untuk menjadi pelatih mereka, namun esok kami memulai dari kekurangan.”

Rossoneri mengalami masa transformasi sejak Gattuso mengganti Vincenzo Montella, tak terkalahkan dalam 10 laga dan naik ke peringkat enam setelah meraih poin penuh saat melawan Sampdoria. 10 putaran lalu, mereka tertinggal 18 poin dari rivalnya, Inter Miilan, namun kini jarak mereka tinggal tujuh poin. Inter sedang mengalami penurunan performa sejak akhir tahun lalu.

“Saya akan selalu tetap melatih dengan hati dan terus bersiul. Apresiasi tersebut ditujukan kepada para pemain muda, karena mereka hanya membutuhkan percikan untuk membuat mereka bangkit, ” kata Gattuso kepada Mediaset Premium.

“Saya melihat rasa memiliki dan kepuasan terbesar yang dapat dimiliki pelatih adalah dengan melihat anak buahnya melakukan semua yang dia minta. Setelah itu, itu menjadi apresiasi bagi mereka. Mereka adalah protagonis dan saya hanya mengusulkan gagasan.”

“Saya tidak mengharapkan apapun saat saya tiba, saya tahu saya telah diberi pekerjaan sulit. Saya suka menderita, saya tidak menikmati hal-hal yang terlalu mudah, jadi saya memilih Milan karena ini adalah rumah saya. Saya mengenakan jersey ini selama 14 tahun, ini bagian dari diri saya. Bekerja di sini sangat indah dan kita akan mengerti bagaimana cara kerjanya,” tambah Gattuso.

Dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi, Milan mengemas lima kemenagan dan dua kali imbang. Pencapaian yang baik setelah pada awal kepelatihan Gattuso, Milan belum menemukan jalannya.

 

Comments