14 pesepakbola yang identik dengan No.14

Menyambut 14 Februari yang identik dengan hari kasih sayang, FOX Sports Asia punya cara sendiri untuk mengaitkannya dengan sepak bola. Edisi kali ini memang tidak ada hubungannya dengan romansa dua insan, melainkan romansa antara pemain dengan  No.14 di punggung.

Simak deretan bintang sepak bola yang identik dengan No.14 sepanjang kariernya!

Johan Cruyff

Johan Cruyff, No.14

Phytagoras in boots. Begitulah sebutan legenda Belanda ini di lapangan hijau. Kecerdasannya dalam bermain bola tak hanya melibatkan taktik, tetapi juga filosofi dan seni. Tak heran, publik menyandingkannya dengan ahli matematika termasyhur dari Yunani.

Mesin penggerak Clockwork Orange ini selalu mengenakan seragam No.14 sepanjang kariernya. Walau berawal dari ketidaksengajaan, nomor punggung itu jadi keramat untuk Cruyff dan ia selalu menggunakannya di Ajax dan timnas Belanda. Ajax bahkan sampai mempensiunkan nomor tersebut untuk menghormati Cruyff.

Dries Mertens

Bintang Napoli dan Belgia ini menempatkan nomor punggung 14 sebagai sesuatu yang spesial dalam seragamnya. Semula ia mengincar No.9, tetapi mendapatkan nomor punggung 14 dan bertahan dengan angka tersebut. Adapun perbedaan nomor punggun tak membuatnya kalah dari para No.9 dalam hal mencetak gol.

Mertens sudah mencetak 19 gol musim ini dan musim lalu, ia menjadi pemain paling produktif di Partenopei, mencatatkan 34 gol di semua kompetisi. Sempat diandalkan jadi pemain sayap, kini sang bintang lebih ditempatkan sebagai striker.

Xabi Alonso

Xabi Alonso

Legenda Liverpool dan Real Madrid ini jadi pemain lain yang punya ikatan khusus dengan nomor punggung 14. Xabi Alonso dikenal karena kemampuan passing tiada tara. Dia juga dianggap sebagai salah satu deep-lying playmaker terbaik di dunia.

Kualitasnya sebagai gelandang sudah terpatri dalam ingatan fans Liverpool dan setiap kali menyebut nomor 14, mereka tentu akan ingat pada Alonso. Sudah deretan trofi dimenangkan oleh sang bintang, tapi yang paling fenomenal adalah Liga Champions 2005 di Istanbul.

Blaise Matuidi

Entah kenapa, banyak gelandang yang suka mengenakan nomor punggung 14. Blaise Matuidi adalah sosok besar selanjutnya yang identik dengan nomor tersebut.

Terlepas dari nomornya, sang bintang Prancis punya kualitas yang tak kalah dari penyandang nomor 14 lain walau tipe permainan keduanya sangat berbeda. Baik bersama PSG maupun Juventus, ia jadi dinamo penggerak utama di lini tengah.

David Ginola

Mantan gelandang Prancis ini mungkin tak punya kenangan seindah Didier Deschamps, namun namanya akan selalu terpatri dalam sejarah Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur. Bahkan sang bintang mampu menorehkan sukses pada dua klub yang kini sedang naik daun itu.

Ginola menapaki berbagai jalur karier setelah gantung sepatu, seperti dunia akting dan pembuat wine profesional, tetapi nomor punggung 14 akan selalu diingat oleh generasi tua fans Spurs – yang memenangkan Piala Liga 1999 – dan PSG.

Thierry Henry

Striker tajam di peralihan abad 20 ke abad 21 biasanya lebih memilih untuk mengenakan nomor punggung 9. Adapun Henry jadi anomali dalam pilihannya. Mengenakan No.14, legenda Prancis itu malah menjadi salah satu bintang tertajam di Liga Primer Inggris.

Selain menjadi pemain terbaik Liga Primer Inggris dalam dua musim, mantan pemain AS Monaco, Arsenal, dan Barcelona itu turut menjadi topskor Inggris empat kali. Adapun pencapaian terbaiknya adalah jadi bagian dari skuat juara Les Bleus di Piala Dunia 1998 – walau ia belum jadi andalan kala itu.

Diego Simeone

El Cholo jadi gelandang lain yang mengenakan seragam nomor 14 sepanjang karier sebagai pemain. Bintang Argentina itu sudah berpetualang ke berbagai liga dan membela klub-klub top sekelas Atletico Madrid, Lazio, Inter Milan, dan Sevilla.

Di kancah internasional, ia berhasil memenangkan dua Copa America, satu Piala Konfederasi bersama tim Tango. Kini, ia menjajaki karier sebagai pelatih dan masih jadi andalan di Atletico Madrid. Simeone jadi salah satu aktor pendobrak duopoli Real Madrid dan Barcelona dengan menjuarai La Liga Spanyol di musim 2013/2014.

Jean Tigana

Sosok yang membawa Bordeaux ke masa jayanya di periode 1980-an. Tigana membawa klub Prancis itu jadi kampiun Liga tiga kali dan kemudian meraih dua trofi pada kompetisi yang sama bersama Olympique Lyonnais pada akhir 80-an.

Bersama Les Bleus, Tigana mampu membawa pulang Piala Eropa 1984 dan pada tahun yang sama, gelandang itu menjadi finalis Ballon d’Or. Adapun ia harus kalah dari rekan senegaranya yang juga tampil impresif, yakni Michel Platini.

Javier Hernandez

Striker Meksiko ini mencuri perhatian pada Piala Dunia 2010. Kecepatan kaki dan ketajamannya menarik perhatian Sir Alex Ferguson dan sejak saat itu Chicharito meniti karier di Manchester United. Sayang, periode emasnya berakhir selepas Ferguson pensiun sebagai manajer.

Adapun kenangan akan striker No.14 itu takkan sirna. Nalurinya untuk menemukan ruang di kotak penalti patut diacungi jempol, bahkan masih diandalkan oleh Bayer Leverkusen dan West Ham United dalam beberapa musim terakhir.

Daniel Amokachi

Black Bull terkenal di Nigeria karena kualitas fisiknya yang sangat mendukung tugas untuk mencetak gol. Cepat, kuat, dan akurat, Amokachi jadi andalan di level timnas dan klub. Ia bahkan menjadi bagian dari skuat Everton yang menjuarai Piala FA 1995 sebelum pindah ke Besiktas.

Claudio Pizarro

Striker Peru ini menghabiskan sebagian besar kariernya di Bundesliga Jerman. Ia bermain untuk Bayern Munich selama dua periode, lalu tiga periode di Werder Breman. Pada periode pertama, Bavarians menjadikannya striker andalan dan mampu mencetak 71 gol di kompetisi domestik.

Kini, ia bermain untuk Koln dan masih mengenakan nomor punggung kesayangannya, yakni No.14.

Guti

Sebelum Alonso mengambil alih nomor 14 di Santiago Bernabeu, ada Guti yang mengenakan nomor tersebut. Perannya tak kalah penting dengan Alonso, namun figur Guti memiliki nilai lebih karena ia merupakan produk akademi Los Blancos.

Dalam 15 tahun di Bernabeu, Guti telah memenangkan lima trofi La Liga Spanyol dan tiga trofi Liga Champions. Ia menjadi salah satu gelandang andalan bersama Zinedine Zidane di masa emasnya.

Javier Mascherano

mascherano

Gelandang cum bek tengah Argentina ini sempat identik dengan nomor punggung 14, tetapi harus tergeser oleh Xabi Alonso di Liverpool. Baru ketika membela Barcelona, ia mengenakan kembali nomor keramat tersebut dan juga di timnas Argentina.

Di awal tahun 2018, Mascherano memutuskan untuk hengkang ke Tiongkok, tepatnya Hebei China Fortune. Di sana, nomor 14 kembali dikenakannya.

Ismed Sofyan

Satu lagi dari negara tercinta, Indonesia, yakni Ismed Sofyan. Bek kanan timnas Garuda itu identik dengan No.14 dan mengenakan seragam tersebut baik di Persija maupun timnas. Ia membela Persija sejak 2003 dan telah mematri kualitasnya di benak The Jak.

Total 367 penampilan dicatatkannya di klub ibu kota tersebut dan di tim nasional, ia membukukan 53 penampilan dan tiga gol.

Comments