Conte implisitkan ‘kebodohan’ Chelsea

Bos Chelsea, Antonio Conte, percaya bahwa filosofi yang diusung klub untuk memecat pelatih yang gagal meraih tropi di setiap musim adalah visi jangka pendek dan kurang cerdas.

Conte hampir dipastikan gagal meraih tropi Liga Primer Inggris seperti musim lalu. Ia mengambil alih posisi kepelatihan The Blues setelah di musim 2015/2016 hanya bertengger di posisi sepuluh.

Di musim ini, ia gagal mempertahankan posisi puncak, di bawah dominasi Manchester City. Mereka harus uturun ke posisi lima setelah kalah dari Bournemouth dan Watford. Pasca kekalahan itu, tekanan untuk pemecatan pelatih berusia 48 tahun itu semakin panas.

Dalam komentarnya, ia mengimplikasikan bahwa rumor pemecatan dirinya adalah keputusan buruk, meski tim direktur telah kehilangan kepercayaan padanya.

“Kamu melanjutkan pekerjaan sebagai manajer atau pelatih bukan karena apa yang diraih dalam satu musim, tetapi karena kepercayaan ada padamu. Lantas kamu membangun sesuatu dengannya,” ujar Conte dalam konferensi pers.

“Tapi, bukan dalam artian kamu harus memenangi sesuatu, karena itu tidaklah simpel. Tidak mudah. Terutama di Inggris. Caraku memandang hal ini, kamu bisa menang tetapi di waktu yang sama, klub mungkin tidak suka dengan kehadiranmu. Dalam kasus itu, benar untuk memecatmu.”

“Dalam waktu yang sama, kami bisa mempercayai pelatih dan kerjanya bahkan jika kamu tidak memenangi sesuatu, dan mencoba membangun sesuatu hal yang penting.”

“Ada dua cara. Cara bodoh dan pintar. Ini adalah opiniku. Di waktu yang sama, aku menghormati semua opini orang. Jika klub memutuskan memecatku, aku tidak tahu kaoan, itu karena mereka tidak suka dengan pekerjaanku.”

Chelsea sendiri telah memperkerjakan delapan pelatih dalam 10 musim terakhir.

 

Comments