LFP tunda penggunaan teknologi garis gawang

Otoritas sepak bola Prancis, LFP, resmi menunda penggunaan teknologi garis gawang di Ligue 1, Coupe de France, dan Coupe de la Ligue. Mereka akan mengkaji ulang teknologi ini setelah terjadi kesalahan fungsi.

Ligue de Football Professionnel atau LFP selaku otoritas pelaksana kompetisi di Prancis resmi memberikan penundaan terhadap penggunaan GLT (goal line technology), Kamis (11/01) waktu setempat.

Penundaan ini dikarenakan terjadi malfungsi pada GLT yang dipakai saat pertandingan perempat final Coupe de la Ligue antara Amiens-Paris Saint-Germain dan Angers-Montpellier. Direktur LFP, Didier Quillot mengatakan bahwa ada dua kesalahan fatal yang terjadi di teknologi ini.

“Kemarin malam, sayangnya, GLT melakukan dua kesalahan serius di pertandingan Amiens melawan PSG. GLT tidak memberikan tanda getar pada wasit dan justru teknologi VAR (video assistant referee) yang memberikan tanda terjadinya gol. Dan insiden kedua terjadi di laga Angers-Montpellier di mana GLT memberikan tanda yang salah kepada wasit,” ujarnya.

Penundaan ini diputuskan setelah LFP juga memberikan peringatan pada GoalControl, perusahaan yang bertanggung jawab terhadap sistem teknologi garis gawang. LFP telah memberikan peringatan bulan lalu.

“Dua hal penyimpangan ini jelas tak bisa diterima, terutama jika itu terjadi setelah kami memberikan peringatan pada GoalControl,” tambah Quillot.

GoalControl sendiri sejatinya telah digunakan di Piala Dunia 2014 di Brasil lalu. Sementara Liga Primer Inggris, Bundesliga, dan Serie A lebih memilih menggunakan teknologi Hawk-Eye. Teknologi ini bisa melihat jatuhnya bola dari segala sisi.

 

Comments